Seputar BanyumasSeputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Pencarian
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Ikuti Kami
© 2025 Seputar Banyumas. All Rights Reserved.
Seputar Banyumas > Artikel > Jateng > Ketua DPRD Jateng Soroti Masalah Peternak
Jateng

Ketua DPRD Jateng Soroti Masalah Peternak

Djamal SG
Terakhir diperbarui: 3 Desember 2025 13:16
Djamal SG
Membagikan
DPRD Jateng
Ketua DPRD Jateng Sumanto menyoroti masalah yang dialami peternak. (dok DPRD Jateng)
Membagikan

Peternak di Jawa Tengah (Jateng) memiliki sejumlah permasalahan. Permasalahan itu di antaranya adalah ketersediaan bibit unggul, pakan ternak, kepastian harga, dan penyakit hewan menular. Hal itu jadi sorotan Ketua DPRD Jateng Sumanto. Sumanto pun meminta pemerintah daerah membantu menyelesaikan berbagai permasalahan.

Ketua DPRD Jateng mengatakan, sektor peternakan di Jawa Tengah memiliki peran strategis sebagai penyumbang kebutuhan protein nasional. Sebab, sektor itu juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.

Menurut data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jawa Tengah, total populasi ternak di Jawa Tengah mencapai 5,8 juta ekor. Sebagian besar berupa kambing dengan jumlah 3,5 juta ekor. Sementara, populasi unggas di Jawa Tengah juga sangat besar. Ayam petelur, ayam pedaging, ayam kampung, hingga itik menjadi komponen penting dari sektor peternakan lokal.

“Meski punya potensi besar, sektor ini di Jawa Tengah masih menghadapi beberapa persoalan. Salah satunya ketersediaan bibit unggul,” kata Ketua DPRD Jateng tersebut.

Karena itu, dia mendorong peningkatan peran Balai-Balai Peternakan untuk mendukung posisi Jateng sebagai lumbung pangan nasional. Balai-Balai tersebut menjadi sentral karena mengembangkan bibit-bibit unggul yang berkualitas.

Baca juga  Ketua DPRD Jateng Dorong Perbankan Salurkan KUR Bunga Rendah untuk UMKM

“Balai-balai ini punya sumber daya, ahlinya banyak, dan punya sarana. Kami memberi kebebasan dalam mengelola. Nantinya balai bisa jadi BLU (Badan Layanan Umum) seperti rumah sakit. Jadi bisa berbuat yang terbaik,” ujar Ketua DPRD Jateng.

DPRD Jateng Support ke Peternak

Sumanto mengatakan, DPRD Jawa Tengah sudah membuat Peraturan Daerah (Perda) Peningkatan Balai Pertanian, Peternakan, dan Perikanan. Adanya Perda tersebut merupakan dorongan agar balai bekerja secara profesional.

Dia menambahkan, dengan adanya bibit ternak yang unggul, diharapkan bisa memberi support agar mampu berproduksi sendiri. Dengan begitu, produksi daging dan susu bisa terus digenjot sehingga Indonesia tak harus impor dari luar negeri.

Sumanto mencontohkan BIB Ungaran yang berada di bawah Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jawa Tengah. BIB tersebut memiliki 46 sapi pejantan yang terdiri dari sapi pedaging dan sapi perah. Sebagian besar berasal dari sapi luar negeri. Seminggu dua kali, sapi-sapi tersebut diambil spermanya untuk dijadikan semen beku. Selanjutnya, semen beku tersebut dimasukkan ke sapi betina sehingga menghasilkan bibit sapi yang unggul dan berkualitas.

Baca juga  Penurunan Angka Stunting Diminta jadi Prioritas di Jawa Tengah

Permasalahan lainnya adalah belum adanya kepastian harga ternak. Ia mendorong pemerintah untuk memberikan insentif yang cukup. Beternak, lanjutnya, harus menghasilkan pendapatan yang cukup sehingga setimpal dengan modal yang dikeluarkan.

“Pemerintah juga perlu memberikan bimbingan dan fasilitasi bagi para peternak. Selain itu, jika perlu membentuk lembaga ekonomi seperti koperasi atau BUMDes,” katanya.

Lebih lanjut ia juga mendorong respons cepat pemerintah daerah dalam menangani kejadian penyakit hewan yang menular. Sumanto mencontohkan adanya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang pernah terjadi.

Saat itu, sejumlah peternak mengeluhkan minimnya respons dan dukungan dari pemerintah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten, termasuk dalam hal pengadaan anggaran vaksin. Akibatnya, banyak sapi yang tidak tertolong dan mati.

*Info lain bisa Anda dapatkan di instagram kami.

TAG:peternaksumanto
Artikel Sebelumnya Liga 4 Jateng Kelompok Suporter Persibas Minta Maaf dan Bersatu Jelang Liga 4 Jateng 
Artikel Selanjutnya Cilacap corpu award lan ri 2025 Sabet Corpu Award LAN RI 2025, Pelayanan Publik Cilacap Dipastikan Makin ‘Ngebut’
TAHUN BARU
HUT PBG 25
HUT PBG 25 HR IRAWAN
HUT PBG 25 MKKS
HUT PBG 25 MUKODAM

Tetap Update Berita Terbaru!

Follow akun media sosial Seputar Banyumas dan jangan lewatkan kabar penting seputar Banyumas dan sekitarnya!
FacebookSuka
XMengikuti
InstagramMengikuti
YoutubeSubscribe
TiktokMengikuti

Mungkin Anda Suka

Pendaki
Jateng

Pendaki Syafiq Sudah Meninggal Dunia Sejak 15 Hari Sebelum Ditemukan

Oleh Budi Pekerti
Bantuan mahasiswa terdampak banjir
BeritaJatengNasional

Gubernur Jateng Penuhi Janjinya, 162 Mahasiswa Terdampak Banjir Sumatera Terima Bantuan

Oleh Syarif TM
Restorative Justice
BeritaJateng

Dana Desa Rawan Disalahgunakan, Ahmad Luthfi Perluas Rumah Restorative Justice

Oleh Nestya Zahra
Wagub Jateng dan caon investor air bersih asal China
EkonomiJateng

Air Bersih Boyolali Jadi Rebutan Investor China, Wagub Jateng Angkat Bicara

Oleh Nestya Zahra
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
Ikuti Kami
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan 
  • Kode Etik Jurnalistik
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?