Kronologi Banjir Bandang di Pemalang bagian Selatan

Djamal SG
Potret salah satu area di Pulosari Pemalang setelah banjir bandang. (Instagram Pemkab Pemalang)

Banjir bandang terjadi di wilayah Pemalang bagian selatan, pada Jumat (23/1/2026) malam. Wilayah ini adalah area yang masuk lereng Gunung Slamet.

Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan banjir bandang di Kecamatan Moga dan Pulosari. Daerah paling terdampak adalah Desa Penakir. Ada 252 KK yang terdampak, rumah dan infrastruktur rusak.

Atas musibah di Pulosari dan Moga, evakuasi pada warga terdampak telah dilakukan. Ada juga pendirian dapur umum, distribusi bantuan logistik, asesmen, dan pembersihan material.

Kepala Pelaksana BPBD Pemalang Agus Ikmaludin mengatakan bahwa intensitas hujan memang luar biasa. Bahkan intensitas hujan pada Januari 2026 lebih tinggi daripada Januari tahun sebelumnya. Dia mengatakan pada Jumat (23/1/2026) pukul 13.00 WIB sampai 20.00 WIB hujan lebat terus menerus disertai angin.

“Itu memicu terjadinya banjir bandang (pada Jumat 23 Januari 2026 pukul 20.00 WIB),” katanya seperti dikutip dari Instagram Pemkab Pemalang.

Agus mengatakan dalam musibah tersebut material kayu, kerikil, batu, ikut terbawa dalam banjir bandang tersebut. Banjir itu merusak infrastruktur.

Baca juga  Kisah Pilu Penderes Cilacap, 15 Hari Bertahan di Hutan Aceh Usai Banjir Bandang

Dikutip dari Pemalangkab.go.id, Camat Pulosari Arif Seno Aji mengatakan bahwa atas petunjuk Bupati, di Pulosari sudah ada 6 posko pengungsian yang tersebar di 3 lokasi yaitu di Kantor Kecamatan Pulosari, Gedung NU Wanasari, Sawangan. Ada pula warga yang sakit dan sudah dirawat di Puskesmas, sehingga semuanya sudah tertangani.

Banjir Bandang di Tempat Lain

Banjir bandang tak hanya terjadi di wilayah Pemalang bagian selatan. Musibah itu juga terjadi di Purbalingga. Banjir bandang terjadi pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari, 23–24 Januari 2026, pukul 22.00–03.00 WIB, akibat hujan berintensitas tinggi di kawasan tersebut.

Berdasarkan data BPBD Purbalingga, di Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga tercatat 78 rumah terdampak luapan banjir, 7 rumah hanyut, puluhan hewan ternak hanyut (mati, red) dan tiga rumah rusak berat. Dua jembatan terputus, tujuh sepeda motor dan dua mobil hilang terbawa arus.

Selanjutnya di Kecamatan Karangreja, Desa Kutabawa Dusun Bambangan, 29 rumah terdampak rusak ringan, 60 hektare lahan pertanian gagal panen, 1.000 sak pupuk dan alat pertanian hilang, tiga sepeda motor hanyut, akses jalan kabupaten tertutup material longsor sepanjang 12 meter, serta jembatan penghubung Kutabawa–Clekatakan ambruk.

Baca juga  Gubernur Jateng Soal Penambangan Gunung Slamet: Tegaskan Dilarang Keras, Kawasan Akan Jadi Taman Nasional

*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.