KISAH Pilu dialami Santo, warga Kabupaten Cilacap bersama dengan 17 warga lainnya dari jawa tengah yang harus terjebak terjebak banjir bandang dan longsor selama berhari-hari di kawasan hutan pinus Aceh Tengah.
Belasan warga asal Jawa Tengah tersebut sebelumnya bekerja sebagai penderes getah pinus di Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah. Mereka sempat terjebak akibat adanya banjir bandang yang melanda bumi Rencong beberapa waktu lalu.
Bertahan Hidup 15 Hari di Tengah Hutan
Dari pengakuan Santo, penderes getah pinus asal Kabupaten Cilacap, mengatakan, dia bersama harus menjalani perjalanan yang mencekam saat dirinya bersama enam rekan lainnya saat dirinya terjebak selama 15 hari di tengah hutan pinus.
Saat bencana terjadi, mereka tengah bekerja di kawasan hutan. Banjir bandang disertai longsor menutup seluruh akses keluar, merusak tempat tinggal, dan membuat logistik semakin menipis.
“Kami terjebak sampai 15 hari di hutan. Jalan keluar tertutup longsor, tempat tinggal rusak, dan makanan sangat terbatas. Alhamdulillah sekarang bisa pulang,” ujar Sarto.
Menurutnya, setelah bertahan dengan sisa perbekalan, mereka nekat berjalan kaki menembus medan terjal dan longsoran tanah demi mencapai lokasi pengungsian.
“Kami jalan kaki berkilo-kilo meter, naik turun bukit, jalannya sangat berbahaya. Selama delapan tahun bekerja di sana, baru kali ini mengalami kejadian seperti ini,” katanya.
Pengungsian Korban Banjir Bandang Juga Serba Terbatas
Sesampainya di pengungsian, kondisi belum sepenuhnya aman. Akses yang terputus membuat distribusi bantuan logistik terhambat, sehingga kebutuhan makanan sangat terbatas.
“Di pengungsian juga serba kekurangan. Jadi kami benar-benar bersyukur karena saat ini kami bersama rekan-rekan lain dari Jawa Tengah bisa dipulangkan,” katanya.
Penderes lainnya, Sarna Parjono, warga Jawa Tengah yang baru tujuh bulan bekerja di Aceh, mengaku trauma atas bencana tersebut masih membekas.
“Alhamdulillah selamat dan bisa pulang. Kejadiannya sama sekali tidak kami sangka,” ujarnya.
Pemerintah Pastikan Warga Selamat
Kepala Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah, Sarido, menjelaskan bahwa warga yang dipulangkan terdiri dari 16 orang asal Kabupaten Cilacap, serta masing-masing satu warga Brebes dan Pemalang. Seluruhnya dipastikan dalam kondisi sehat.
“Kami terus berkoordinasi dengan BPBD Aceh untuk memastikan tidak ada lagi warga Jawa Tengah yang tertinggal. Negara hadir untuk menjamin keselamatan warganya,” kata Sarido.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan komitmen pemerintah provinsi dalam melindungi warganya di mana pun berada, termasuk para perantau yang terdampak bencana alam.
“Semua kita bantu, mulai dari proses pemulangan hingga fasilitasi modal usaha agar mereka bisa kembali bangkit dan beraktivitas di daerah asal,” katanya.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!







