Seputar BanyumasSeputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Pencarian
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Ikuti Kami
© 2025 Seputar Banyumas. All Rights Reserved.
Seputar Banyumas > Artikel > Berita > Kisah Pilu Penderes Cilacap, 15 Hari Bertahan di Hutan Aceh Usai Banjir Bandang
BeritaCilacapJateng

Kisah Pilu Penderes Cilacap, 15 Hari Bertahan di Hutan Aceh Usai Banjir Bandang

Syarif TM
Terakhir diperbarui: 30 Desember 2025 10:16
Syarif TM
Membagikan
Korban Banjir Bandang asal Jateng
Korban Banjir Bandang asal Jateng yang sempat terjebak di hutan Aceh akhirnya dipulangkan Pemprov Jateng. (dok.Pemprov Jateng)
Membagikan

KISAH Pilu dialami Santo, warga Kabupaten Cilacap bersama dengan 17 warga lainnya dari jawa tengah yang harus terjebak terjebak banjir bandang dan longsor selama berhari-hari di kawasan hutan pinus Aceh Tengah.

Contents
  • Bertahan Hidup 15 Hari di Tengah Hutan
  • Pengungsian Korban Banjir Bandang Juga Serba Terbatas
  • Pemerintah Pastikan Warga Selamat

Belasan warga asal Jawa Tengah tersebut sebelumnya bekerja sebagai penderes getah pinus di Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah. Mereka sempat terjebak akibat adanya banjir bandang yang melanda bumi Rencong beberapa waktu lalu.

Bertahan Hidup 15 Hari di Tengah Hutan

Dari pengakuan Santo, penderes getah pinus asal Kabupaten Cilacap, mengatakan, dia bersama harus menjalani perjalanan yang mencekam saat dirinya bersama enam rekan lainnya saat dirinya terjebak selama 15 hari di tengah hutan pinus.

Saat bencana terjadi, mereka tengah bekerja di kawasan hutan. Banjir bandang disertai longsor menutup seluruh akses keluar, merusak tempat tinggal, dan membuat logistik semakin menipis.

“Kami terjebak sampai 15 hari di hutan. Jalan keluar tertutup longsor, tempat tinggal rusak, dan makanan sangat terbatas. Alhamdulillah sekarang bisa pulang,” ujar Sarto.

Baca juga  Rekap Hasil Medali yang Diraih Atlet Cilacap dalam Ajang POPDA Tingkat Jawa Tengah 2025

Menurutnya, setelah bertahan dengan sisa perbekalan, mereka nekat berjalan kaki menembus medan terjal dan longsoran tanah demi mencapai lokasi pengungsian.

“Kami jalan kaki berkilo-kilo meter, naik turun bukit, jalannya sangat berbahaya. Selama delapan tahun bekerja di sana, baru kali ini mengalami kejadian seperti ini,” katanya.

Pengungsian Korban Banjir Bandang Juga Serba Terbatas

Sesampainya di pengungsian, kondisi belum sepenuhnya aman. Akses yang terputus membuat distribusi bantuan logistik terhambat, sehingga kebutuhan makanan sangat terbatas.

“Di pengungsian juga serba kekurangan. Jadi kami benar-benar bersyukur karena saat ini kami bersama rekan-rekan lain dari Jawa Tengah bisa dipulangkan,” katanya.

Penderes lainnya, Sarna Parjono, warga Jawa Tengah yang baru tujuh bulan bekerja di Aceh, mengaku trauma atas bencana tersebut masih membekas.

“Alhamdulillah selamat dan bisa pulang. Kejadiannya sama sekali tidak kami sangka,” ujarnya.

Pemerintah Pastikan Warga Selamat

Kepala Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah, Sarido, menjelaskan bahwa warga yang dipulangkan terdiri dari 16 orang asal Kabupaten Cilacap, serta masing-masing satu warga Brebes dan Pemalang. Seluruhnya dipastikan dalam kondisi sehat.

Baca juga  Mobilitas Libur Nataru di Jawa Tengah Masih Landai, Belum Terlihat Lonjakan Arus Kendaraan

“Kami terus berkoordinasi dengan BPBD Aceh untuk memastikan tidak ada lagi warga Jawa Tengah yang tertinggal. Negara hadir untuk menjamin keselamatan warganya,” kata Sarido.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan komitmen pemerintah provinsi dalam melindungi warganya di mana pun berada, termasuk para perantau yang terdampak bencana alam.

“Semua kita bantu, mulai dari proses pemulangan hingga fasilitasi modal usaha agar mereka bisa kembali bangkit dan beraktivitas di daerah asal,” katanya.

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!

TAG:banjir bandangBencana AcehPemprov Jatengseputar banyumas
Artikel Sebelumnya Polres Banjarnegara Sepanjang 2025, Polres Banjarnegara Ungkap 120 Kasus Tindak Pidana
Artikel Selanjutnya Bertemu Kerabat Kasultanan Brunai Buka Peluang Investasi Ahmad Luthfi Jajaki Kerja Sama Investasi Jawa Tengah dengan Kerabat Sultan Brunei
TAHUN BARU
HUT PBG 25
HUT PBG 25 HR IRAWAN
HUT PBG 25 MKKS
HUT PBG 25 MUKODAM

Tetap Update Berita Terbaru!

Follow akun media sosial Seputar Banyumas dan jangan lewatkan kabar penting seputar Banyumas dan sekitarnya!
FacebookSuka
XMengikuti
InstagramMengikuti
YoutubeSubscribe
TiktokMengikuti

Mungkin Anda Suka

Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Cilacap, Hari Winarno memberikan keterangan terkait percepatan tender. (Faiz Ardani).
Cilacap

Pemkab Cilacap Kebut Lelang Proyek 2026, PBJ Jemput Bola ke OPD

Oleh Faiz Ardani
imigrasi cilacap
Cilacap

Imigrasi Cilacap Deportasi WN Taiwan, Overstay Lebih 60 Hari

Oleh Faiz Ardani
Pendaki
Jateng

Pendaki Syafiq Sudah Meninggal Dunia Sejak 15 Hari Sebelum Ditemukan

Oleh Budi Pekerti
Wisata cilacap
CilacapPlesiran

Jelajahi Wisata Cilacap Gratis Tiket Masuk, Destinasi Alam Eksotis Tanpa Biaya

Oleh Kurnia
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
Ikuti Kami
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan 
  • Kode Etik Jurnalistik
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?