Masa Transisi Birokrasi, Pati Tegaskan Komitmen Manajemen Talenta ASN

Syarif TM
Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno saat Peluncuran Komitmen Pelaksanaan Pembangunan dan Penerapan Manajemen Talenta di Pendopo Kabupaten Pati, Sabtu (24/1/2025). (dok. Pemprov)

PEMERINTAH Provinsi Jawa Tengah terus mengakselerasi penerapan manajemen talenta aparatur sipil negara (ASN) di daerah. Kabupaten Pati menjadi salah satu wilayah yang menegaskan komitmen tersebut, meskipun saat ini berada dalam masa transisi kepemimpinan.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menegaskan bahwa manajemen talenta merupakan fondasi penting agar birokrasi tetap berjalan profesional, stabil, dan tidak terpengaruh dinamika politik maupun pergantian pemimpin.

“Manajemen talenta ini penting untuk memastikan birokrasi tetap bekerja secara profesional dan berkelanjutan. Pelayanan publik harus tetap berjalan dengan baik, siapa pun pemimpinnya,” ujar Sumarno saat Peluncuran Komitmen Pelaksanaan Pembangunan dan Penerapan Manajemen Talenta di Pendopo Kabupaten Pati, Sabtu (24/1/2025).

Manajemen Talenta Penataan ASN Berbasis Kompetensi

Menurut Sumarno, penataan ASN berbasis kompetensi menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas pelayanan publik serta kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Pemprov Jawa Tengah sendiri telah menerapkan manajemen talenta sejak 2021 melalui Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 28 Tahun 2021. Implementasi tersebut semakin diperkuat sejak 2022, dengan pelantikan Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama yang sepenuhnya berbasis manajemen talenta.

Baca juga  Kejati Jateng Periksa Mantan Ajudan Jokowi, Letjen TNI Widi Prasetijono Terkait TPPU BUMD Cilacap

Tercatat, sebanyak 27 pejabat memperoleh promosi dan 28 pejabat mengalami mutasi, seluruhnya disesuaikan dengan kebutuhan organisasi dan kompetensi individu.

“Beban jabatan dalam pemerintahan sangat berat. Karena itu, jabatan harus diisi oleh ASN yang benar-benar memiliki kemampuan dan kompetensi,” tegas Sumarno.

Penerapan Sistem Merit Terus Diperkuat

Selain itu, Pemprov Jawa Tengah juga aktif melakukan pendampingan penerapan sistem merit di kabupaten/kota. Hasilnya, kategori penerapan sistem merit dengan predikat ‘baik’ meningkat signifikan, sementara kategori ‘buruk’ kini sudah nihil.

Langkah ini dinilai efektif dalam menciptakan birokrasi yang transparan, objektif, dan berorientasi pada kinerja.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menilai manajemen talenta menjadi strategi krusial untuk menjaga kesinambungan birokrasi daerah, khususnya di tengah masa transisi kepemimpinan.

“Manajemen talenta menjadi strategi bagi kami untuk memastikan birokrasi Kabupaten Pati tetap profesional dan fokus melayani masyarakat,” ungkapnya.

BKN Apresiasi Langkah Kabupaten Pati

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI sekaligus Ketua Dewan Pengurus KORPRI Nasional, Prof. Zudan Arif Fakrullah, memberikan apresiasi terhadap Kabupaten Pati yang dinilai terus menunjukkan kemajuan meski dihadapkan pada berbagai tantangan.

Baca juga  Razia Rumah Kos di Banjarnegara, Satu Penghuni Dinyatakan Reaktif HIV

“Kami melihat Kabupaten Pati terus bergerak dan berkembang. Sistem yang dibangun tetap berjalan dengan baik, meskipun daerah ini sedang menghadapi musibah,” jelas Zudan.

*Anda bisa melihat info lain di Instagram kami.