Seputar BanyumasSeputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Pencarian
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Ikuti Kami
© 2025 Seputar Banyumas. All Rights Reserved.
Seputar Banyumas > Artikel > Jateng > Sumanto Minta Petani Tak Jual Sawahnya
Jateng

Sumanto Minta Petani Tak Jual Sawahnya

Djamal SG
Terakhir diperbarui: 5 Desember 2025 04:37
Djamal SG
Membagikan
Sumanto
Ketua DPRD Jateng Sumanto saat berbicara di depan petani Desa Jetis. (dokpri)
Membagikan

Maraknya alih fungsi lahan pertanian menjadi perhatian serius Ketua DPRD Jawa Tengah (Jateng) Sumanto. Sebab, luas sawah yang terus berkurang akan berimbas pada menurunnya produksi pangan. Dampak lanjutannya bisa mengakibatkan ancaman krisis pangan menjadi nyata.

Contents
  • Sumanto Sarankan Wariskan Sawah ke Anak Cucu
  • Panen Relatif Bagus

Sumanto ungkapkan hal itu saat bersilaturahmi dengan para petani di Desa Jetis, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, belum lama ini. Acara tersebut diikuti ratusan petani dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) desa setempat.

Menurut politisi PDI Perjuangan tersebut, ke depan masa depan pertanian akan cerah. Terbukti harga bahan pangan terus naik. Bahkan, tak hanya beras, komoditas lain seperti sayur juga harganya semakin meningkat.

“Ke depan petani ini hidupnya cerah, harga gabah semakin bagus. Dulu saat harga gabah Rp4.000 per kilogram saja panjenengan masih menggarap sawah. Sekarang harga gabah sudah Rp7.000 harusnya lebih semangat,” ujar Sumanto.

Saat ini, katanya, sekali panen petani bisa mengantongi penghasilan sekitar Rp16 juta. Sedangkan modal yang dikeluarkan untuk membeli bibit hingga pupuk sekitar Rp5 juta. Dengan hasil tersebut, bertani kini relatif lebih menguntungkan daripada masa lalu.

Baca juga  Ketua DPRD Jateng Dorong Kuliner khas Mangut Beong di Borobudur Magelang Dipromosikan Dengan Gencar

Sumanto Sarankan Wariskan Sawah ke Anak Cucu

Karena itu ia meminta para petani tak menjual sawahnya. Sebab, meski mendapat uang banyak, ke depan para petani terancam tak dapat penghasilan karena sulit beralih ke pekerjaan lain. Selain itu, sebagian besar petani saat ini mendapatkan sawah dari warisan orang tua. Ia meminta lahan pertanian dipertahankan, bahkan jika perlu diwariskan ke anak cucu.

“Di Desa Jetis ini luas lahan pertanian masih sekitar 127 hektare. Kalau bisa jangan dijual, kalau perlu beli sawah lagi, nanti diwariskan anaknya. Jangan malah anaknya disuruh jadi pegawai semua dan sawahnya dijual,” papar mantan Ketua DPRD Kabupaten Karanganyar tersebut.

Menurut data, dari sekitar 3 juta petani yang ada di Jateng, hanya memiliki luas lahan di bawah 500 m2. Kondisi tersebut berbeda dengan di Jabar dan Jatim dimana petaninya punya lahan yang lebih luas.

“Petani di Jawa Barat rata-rata luas lahannya diatas 500 m2. Ini menjadi tantangan. Kalau mau tetap jadi lumbung pangan nasional, harus ada hal baru untuk menangani masalah pertanian,” ujar Sumanto.

Baca juga  Tren Hidup Sehat Meningkat, Pertanian Organik di Jawa Tengah Harus Terus Digalakkan

Luas lahan pertanian yang sedikit tersebut, lanjutnya, juga menjadi salah satu penyebab angka kemiskinan ekstrem di Jateng masih tinggi.

Panen Relatif Bagus

Kepala Desa Jetis, Nur Wibowo mengungkapkan, hasil panen padi di wilayahnya saat ini relatif bagus. Selain itu, harga beras saat ini juga cukup menguntungkan para petani. Ia berharap kondisi tersebut bisa meningkatkan kesejahteraan petani.

“Alhamdulillah panennya bagus, apalagi saat ini musim hujan. Semoga dengan adanya program pemerintah dan harga beras yang tinggi ini bisa dinikmati petani dan memberikan semangat bertani lebih baik lagi,” katanya.

*Anda bisa melihat info lain di Instagram kami.

TAG:petanisumanto
Artikel Sebelumnya Timnas Putri Indonesia Timnas Putri Indonesia Masih Bisa ke Semifinal Sea Games 2025 Usai Dibantai Thailand
Artikel Selanjutnya Prakiraan cuaca Prediksi Cuaca Ekstrem di Jateng pada 5-10 Desember 2025, Ini Perkiraan Area Terdampak
TAHUN BARU
HUT PBG 25
HUT PBG 25 HR IRAWAN
HUT PBG 25 MKKS
HUT PBG 25 MUKODAM

Tetap Update Berita Terbaru!

Follow akun media sosial Seputar Banyumas dan jangan lewatkan kabar penting seputar Banyumas dan sekitarnya!
FacebookSuka
XMengikuti
InstagramMengikuti
YoutubeSubscribe
TiktokMengikuti

Mungkin Anda Suka

Pendaki
Jateng

Pendaki Syafiq Sudah Meninggal Dunia Sejak 15 Hari Sebelum Ditemukan

Oleh Budi Pekerti
Bantuan mahasiswa terdampak banjir
BeritaJatengNasional

Gubernur Jateng Penuhi Janjinya, 162 Mahasiswa Terdampak Banjir Sumatera Terima Bantuan

Oleh Syarif TM
Restorative Justice
BeritaJateng

Dana Desa Rawan Disalahgunakan, Ahmad Luthfi Perluas Rumah Restorative Justice

Oleh Nestya Zahra
Wagub Jateng dan caon investor air bersih asal China
EkonomiJateng

Air Bersih Boyolali Jadi Rebutan Investor China, Wagub Jateng Angkat Bicara

Oleh Nestya Zahra
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
Ikuti Kami
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan 
  • Kode Etik Jurnalistik
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?