Seputar BanyumasSeputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Pencarian
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Ikuti Kami
© 2025 Seputar Banyumas. All Rights Reserved.
Seputar Banyumas > Artikel > Jateng > Guru Dituntut Beradaptasi dengan Teknologi, Wagub Taj Yasin: Belajar Tidak Pernah Selesai
Jateng

Guru Dituntut Beradaptasi dengan Teknologi, Wagub Taj Yasin: Belajar Tidak Pernah Selesai

Nestya Zahra
Terakhir diperbarui: 11 Desember 2025 10:52
Nestya Zahra
Membagikan
Wagub Taj Yasin
Wagub Taj Yasin saat puncak peringatan Hari Guru Nasional. (dok.Pemprov Jateng)
Membagikan

PERAN guru kini menghadapi tantangan besar di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maemoen, dalam Puncak Peringatan Hari Guru Nasional Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2025 di Museum Ranggawarsita, Semarang, Rabu (10/12/2025).

Taj Yasin menyoroti masih banyaknya guru yang tetap menggunakan pola pengajaran konvensional, sementara siswa telah jauh lebih maju dalam menguasai perangkat digital.

“Anak didik sudah berubah seiring perkembangan teknologi. Guru dituntut untuk berlari, melakukan update dan penyesuaian,” ujarnya.

Menurutnya, teknologi memberikan kemudahan luar biasa, termasuk munculnya platform berbasis kecerdasan buatan seperti AI dan ChatGPT yang dapat diakses cepat oleh siswa. Karena itu, guru perlu mengambil peran sebagai pendamping agar teknologi digunakan dengan bijak dan sesuai tujuan pembelajaran.

Selain adaptasi teknologi, Wagub Taj Yasin menekankan pentingnya memperkuat pendidikan moral di era serba digital. Ia mengingatkan bahwa pendidikan tidak hanya terjadi di ruang kelas, tetapi juga di berbagai aspek kehidupan.

“Dalam bahasa Jawa, guru berarti digugu lan ditiru. Anak-anak sekarang memiliki kecerdasan yang luar biasa cepat. Namun jika tidak diarahkan, kecepatan itu bisa membawa mudharat,” katanya.

Baca juga  10 Pasang Pengantin Nikah Massal di Masjid Jami Jatisari Semarang, Wagub Jadi Saksi

Wagub Taj Yasin: Usia 80 Mencerminkan Kematangan Profesi

Memperingati 80 tahun Hari Guru Nasional, Wagub Taj Yasin menilai usia tersebut mencerminkan kematangan profesi guru yang telah melalui beragam tantangan dari masa ke masa. Ia menyampaikan bahwa proses belajar tidak berhenti pada siswa saja, melainkan juga harus terus dilakukan oleh guru.

“Belajar tidak mengenal usia, dari bayi sampai liang lahat. Jadi belajar tidak pernah selesai,” katanya.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, lanjutnya, berkomitmen memberikan apresiasi tinggi kepada dunia pendidikan. Menurutnya, guru memiliki peran fundamental dalam keberhasilan generasi bangsa.

“Kita bisa mencapai sesuatu itu karena ada guru. Pendidikan akan menyesatkan bila tanpa guru. Maka guru itu sangat penting,” katanya.

Wagub Taj Yasin juga mengajak masyarakat untuk tidak hanya memperingati Hari Guru Nasional pada tanggal tertentu, tetapi menjadikannya momentum penghormatan setiap hari kepada para pendidik.

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!

TAG:berita seputar banyumashari guruWagub Taj Yasin
Artikel Sebelumnya Pengacara Hilang Lebih Dua Pekan, Pengacara Asal Purwokerto Ditemukan Meninggal
Artikel Selanjutnya Persibara Banjarnegara vs PSBS Biak Jelang Liga 4, Persibara Banjarnegara Bakal Jajal PSBS Biak di Tridadi Sleman Besok
TAHUN BARU
HUT PBG 25
HUT PBG 25 HR IRAWAN
HUT PBG 25 MKKS
HUT PBG 25 MUKODAM

Tetap Update Berita Terbaru!

Follow akun media sosial Seputar Banyumas dan jangan lewatkan kabar penting seputar Banyumas dan sekitarnya!
FacebookSuka
XMengikuti
InstagramMengikuti
YoutubeSubscribe
TiktokMengikuti

Mungkin Anda Suka

Pendaki
Jateng

Pendaki Syafiq Sudah Meninggal Dunia Sejak 15 Hari Sebelum Ditemukan

Oleh Budi Pekerti
Bantuan mahasiswa terdampak banjir
BeritaJatengNasional

Gubernur Jateng Penuhi Janjinya, 162 Mahasiswa Terdampak Banjir Sumatera Terima Bantuan

Oleh Syarif TM
Restorative Justice
BeritaJateng

Dana Desa Rawan Disalahgunakan, Ahmad Luthfi Perluas Rumah Restorative Justice

Oleh Nestya Zahra
Wagub Jateng dan caon investor air bersih asal China
EkonomiJateng

Air Bersih Boyolali Jadi Rebutan Investor China, Wagub Jateng Angkat Bicara

Oleh Nestya Zahra
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
Ikuti Kami
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan 
  • Kode Etik Jurnalistik
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?