Wisata Wonosobo diserbu 197 ribu orang saat libur Nataru. Kabupaten Wonosobo kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu destinasi unggulan di Jawa Tengah.
- Kunjungan Naik Dibanding Tahun Sebelumnya
- Destinasi Wisata Wonosobo Favorit Selama Libur Nataru
- Pendakian Gunung Prau Jadi Daya Tarik Wisata Minat Khusus
- Keselamatan Pendaki Gunung Prau Jadi Prioritas Utama
- Strategi Penguatan Wisata Wonosobo Sepanjang 2026
- Wisata Wonosobo Sejalan dengan Tren Positif Pariwisata Jateng
Selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, wisata Wonosobo mencatat lonjakan kunjungan signifikan ke berbagai objek wisata.
Berdasarkan data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, periode kunjungan terhitung sejak 20 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 mencatat sebanyak 197.058 wisatawan.
Jumlah tersebut terdiri dari 196.763 wisatawan nusantara dan 295 wisatawan mancanegara yang menikmati beragam destinasi wisata alam di wilayah tersebut.
Kunjungan Naik Dibanding Tahun Sebelumnya
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Fahmi Hidayat, mengungkapkan bahwa capaian kunjungan selama libur Nataru menunjukkan tren pertumbuhan yang positif.
Dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, jumlah wisatawan mengalami peningkatan sekitar dua hingga tiga persen.
Menurut Fahmi, tren ini menjadi indikator kuat bahwa wisata Wonosobo masih memiliki daya tarik yang konsisten, terutama bagi wisatawan yang mencari pengalaman liburan berbasis alam dan pegunungan.
Kondisi geografis Wonosobo yang berada di dataran tinggi menjadi keunggulan tersendiri, terutama di tengah meningkatnya minat wisatawan terhadap wisata alam dan udara sejuk.
“Ini menunjukkan bahwa Wonosobo masih menjadi destinasi pilihan, khususnya untuk wisata alam dan pegunungan,” ujarnya saat ditemui, Rabu (7/1/2026).
Destinasi Wisata Wonosobo Favorit Selama Libur Nataru
Selama periode libur akhir tahun, sejumlah destinasi unggulan di Wonosobo menjadi tujuan utama wisatawan. Sunrise Sikunir kembali menjadi primadona berkat panorama matahari terbitnya yang ikonik dan telah dikenal luas hingga mancanegara.
Selain itu, Telaga Warna Dieng dengan keunikan warna airnya, Telaga Menjer yang dikelilingi perbukitan hijau, serta Curug Sikarim yang menyuguhkan keindahan air terjun alami, turut menyumbang tingginya angka kunjungan.
Destinasi lain seperti Taman Langit dan Kebun Teh Panama juga mengalami peningkatan jumlah wisatawan karena menawarkan pengalaman wisata yang cocok untuk keluarga dan wisatawan muda.
Keberagaman destinasi tersebut menjadikan wisata Wonosobo mampu menjangkau berbagai segmen wisatawan, mulai dari wisata keluarga, wisata minat khusus, hingga wisata fotografi dan petualangan.
Pendakian Gunung Prau Jadi Daya Tarik Wisata Minat Khusus
Tidak hanya wisata reguler, sektor wisata minat khusus di Wonosobo juga menunjukkan performa positif. Aktivitas pendakian Gunung Prau menjadi salah satu magnet utama selama libur Nataru.
Gunung yang dikenal ramah bagi pendaki pemula ini tetap menjadi favorit berkat jalur pendakian yang relatif aman dan panorama alam yang memukau.
Data dari posko pendakian atau basecamp Gunung Prau yang dihimpun melalui PT Palawi Risorsis mencatat, sekitar 13 ribu pendaki melakukan pendakian selama periode Natal dan Tahun Baru.
Angka tersebut mencerminkan tingginya minat wisatawan terhadap aktivitas wisata alam berbasis petualangan.
Keselamatan Pendaki Gunung Prau Jadi Prioritas Utama
Seiring meningkatnya aktivitas pendakian, aspek keselamatan tetap menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Fahmi menegaskan bahwa seluruh pendaki Gunung Prau wajib mematuhi standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.
Pendaki diwajibkan melakukan registrasi di basecamp resmi, mematuhi kuota pendakian harian, serta melengkapi diri dengan perlengkapan pendakian yang sesuai standar keselamatan.
Pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan pengelola pendakian dan pihak terkait untuk memastikan SOP dijalankan secara konsisten.
“Keselamatan pendaki tidak bisa ditawar. Edukasi dan pengawasan terus kami lakukan agar kegiatan pendakian tetap aman,” tegasnya.
Strategi Penguatan Wisata Wonosobo Sepanjang 2026
Peningkatan kunjungan wisatawan ke Wonosobo tidak terlepas dari berbagai upaya strategis yang telah dilakukan.
Mulai dari peningkatan kualitas layanan destinasi, penguatan promosi digital, hingga sinergi lintas sektor dalam menjaga keamanan, kebersihan, dan kenyamanan kawasan wisata.
Fahmi berharap capaian positif selama libur Nataru dapat menjadi modal awal pengembangan wisata Wonosobo sepanjang 2026.
Menurutnya, keberhasilan sektor pariwisata tidak hanya diukur dari jumlah kunjungan, tetapi juga dari kualitas pengalaman wisata dan dampak ekonomi bagi masyarakat lokal.
Wisata Wonosobo Sejalan dengan Tren Positif Pariwisata Jateng

Capaian wisata Wonosobo juga sejalan dengan kinerja sektor pariwisata Jawa Tengah secara umum. Berdasarkan riset CNBC Indonesia Research, Jawa Tengah tercatat sebagai provinsi dengan pendapatan objek wisata komersial tertinggi secara nasional.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyebutkan bahwa strategi aglomerasi pariwisata dan penguatan desa wisata menjadi kunci utama peningkatan kinerja sektor ini.
Kawasan Dieng, yang sebagian besar berada di Wonosobo, menjadi salah satu penopang utama pariwisata Jawa Tengah.
Dengan tren kunjungan yang terus meningkat, wisata Wonosobo diharapkan mampu mempertahankan momentum pertumbuhan sekaligus berkontribusi signifikan terhadap penguatan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat.
*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.







