Seputar BanyumasSeputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Pencarian
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Ikuti Kami
© 2025 Seputar Banyumas. All Rights Reserved.
Seputar Banyumas > Artikel > Berita > Dorong Wisata Halal, Pemprov Jateng Siapkan Label Hotel Ramah Muslim
BeritaJateng

Dorong Wisata Halal, Pemprov Jateng Siapkan Label Hotel Ramah Muslim

Nestya Zahra
Terakhir diperbarui: 6 Januari 2026 15:12
Nestya Zahra
Membagikan
Wagub diskusi soal Hotel Ramah Muslim
Wagub Jateng Gus Yasin saat audiensi bersama Gerakan Enterpreneur Ekonomi Muslimah Indonesia (GEEMI), di ruang kerjanya. Hotel Ramah Muslim menjadi pembahasan dalam diskusi tersebut. (dok. Pemprov Jateng)
Membagikan

PEMERINTAH Provinsi Jawa Tengah terus mendorong pengembangan wisata ramah muslim (wisata halal) di berbagai daerah. Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan wisatawan terhadap kenyamanan beribadah, jaminan kehalalan kuliner, serta lingkungan wisata yang sesuai dengan nilai-nilai muslim.

Contents
  • Hotel Ramah Muslim Akan Diberi Label Khusus
  • Tawangmangu Jadi Percontohan Wisata Ramah Muslim
  • Dilirik Wisatawan Timur Tengah
  • Perkuat Ekosistem Wisata Halal

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, usai menerima audiensi Gerakan Entrepreneur Ekonomi Muslimah Indonesia (GEEMI) di ruang kerjanya, Selasa (6/1/2026).

Menurut Taj Yasin, Pemprov Jateng saat ini tengah memproyeksikan pengembangan perhotelan ramah muslim dengan sejumlah persyaratan mendasar yang harus dipenuhi.

“Hotel ramah muslim harus memenuhi kriteria dasar, di antaranya tidak menyediakan makanan dan minuman nonhalal, tidak ada alkohol, tersedia fasilitas ibadah yang memadai, bahkan kolam renang terpisah antara laki-laki dan perempuan,” ujar Taj Yasin.

Hotel Ramah Muslim Akan Diberi Label Khusus

Untuk menjamin standar layanan, Pemprov Jateng juga menyiapkan label khusus bagi hotel ramah muslim yang telah memenuhi kriteria wisata ramah atau wisata halal.

Baca juga  Bupati Purbalingga Lantik Enam Pejabat Eselon II Hari Ini, Ini Bocorannya 

“Nanti akan ada label atau penanda, apakah hotel tersebut sudah layak disebut ramah muslim atau belum,” ujar Gus Yasin.

Label hotel ramah muslim ini diharapkan memudahkan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, dalam memilih akomodasi yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Tawangmangu Jadi Percontohan Wisata Ramah Muslim

Selain perhotelan, Pemprov Jateng juga mengembangkan kawasan wisata ramah muslim di sejumlah daerah. Meski belum merata, beberapa wilayah telah menunjukkan komitmen kuat dalam pengembangan konsep tersebut.

“Salah satu kawasan yang kami dorong sebagai percontohan adalah Tawangmangu. Infrastruktur sudah baik, oleh-oleh, kafe, dan kuliner ramah muslim juga tertata,” katanya.

Ke depan, konsep pengembangan di Tawangmangu diharapkan menjadi pilot project yang dapat diterapkan di daerah lain seperti Ungaran, Magelang, Wonosobo, hingga Kota Semarang.

Dilirik Wisatawan Timur Tengah

Gus Yasin menambahkan, wisata ramah muslim di Jawa Tengah juga telah menjadi perhatian pemerintah pusat. Berbagai survei dilakukan, mencakup sektor kuliner, perhotelan, hingga destinasi wisata.

“Wisatawan mancanegara, khususnya dari Timur Tengah, cenderung memilih kawasan wisata ramah muslim. Begitu juga wisatawan dari pesantren atau lembaga pendidikan berbasis Islam,” ujarnya.

Baca juga  Kolaborasi Senyap Kampus dan Pemprov Jateng, Fondasi Baru Pembangunan Daerah 2025

Perkuat Ekosistem Wisata Halal

Komitmen Pemprov Jateng tidak hanya berfokus pada pengembangan destinasi wisata, tetapi juga pada penguatan ekosistem pendukung. Di antaranya melalui pengawasan sertifikasi halal di Rumah Potong Ayam (RPA) dan Rumah Potong Hewan (RPH), serta pengembangan profesi Tukang Jagal Halal (Kang Jalal).

Langkah tersebut sejalan dengan 11 program prioritas Ahmad Luthfi–Taj Yasin, khususnya dalam upaya membangun ekosistem ekonomi syariah dan memperkuat sektor wisata ramah muslim di Jawa Tengah.

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!

TAG:Gus YasinHotel Ramah Muslimlabel khususseputar banyumasWisata Halal
Artikel Sebelumnya Tendangan kungfu Viral Tendangan Kungfu Pemain Sepak Bola di Liga 4: Pelaku Dipecat, Korban Membaik
Artikel Selanjutnya PLTA Ketenger Infografis Sejarah PLTA Ketenger: Pembangkit Listrik Warisan Kolonial yang Beroperasi Sejak 1939
TAHUN BARU
HUT PBG 25
HUT PBG 25 HR IRAWAN
HUT PBG 25 MKKS
HUT PBG 25 MUKODAM

Tetap Update Berita Terbaru!

Follow akun media sosial Seputar Banyumas dan jangan lewatkan kabar penting seputar Banyumas dan sekitarnya!
FacebookSuka
XMengikuti
InstagramMengikuti
YoutubeSubscribe
TiktokMengikuti

Mungkin Anda Suka

Pendaki
Jateng

Pendaki Syafiq Sudah Meninggal Dunia Sejak 15 Hari Sebelum Ditemukan

Oleh Budi Pekerti
Bantuan mahasiswa terdampak banjir
BeritaJatengNasional

Gubernur Jateng Penuhi Janjinya, 162 Mahasiswa Terdampak Banjir Sumatera Terima Bantuan

Oleh Syarif TM
Restorative Justice
BeritaJateng

Dana Desa Rawan Disalahgunakan, Ahmad Luthfi Perluas Rumah Restorative Justice

Oleh Nestya Zahra
Wagub Jateng dan caon investor air bersih asal China
EkonomiJateng

Air Bersih Boyolali Jadi Rebutan Investor China, Wagub Jateng Angkat Bicara

Oleh Nestya Zahra
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
Ikuti Kami
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan 
  • Kode Etik Jurnalistik
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?