Seputar BanyumasSeputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Pencarian
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Ikuti Kami
© 2025 Seputar Banyumas. All Rights Reserved.
Seputar Banyumas > Artikel > Banyumas > Infografis Sejarah PLTA Ketenger: Pembangkit Listrik Warisan Kolonial yang Beroperasi Sejak 1939
Banyumas

Infografis Sejarah PLTA Ketenger: Pembangkit Listrik Warisan Kolonial yang Beroperasi Sejak 1939

Kurnia
Terakhir diperbarui: 6 Januari 2026 15:57
Kurnia
Membagikan
PLTA Ketenger
Pipa-pipa peninggalan zaman Belanda di PLTA Ketenger Baturraden. (Foto: Dok Warga)
Membagikan

Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Ketenger merupakan salah satu pembangkit listrik tertua di Indonesia yang hingga kini masih beroperasi. Berlokasi di kawasan lereng Gunung Slamet, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, PLTA Ketenger menjadi tonggak awal pemanfaatan energi air untuk kelistrikan di wilayah Banyumas dan sekitarnya.

Contents
  • 1918 – Awal Gagasan Pembangunan PLTA
  • 1926 – Konsesi Resmi Diterbitkan
  • 1929 – Pembangunan Mengalami Penundaan
  • 1935–1937 – Pembangunan Infrastruktur Utama
  • 1937–1939 – Instalasi Turbin dan Generator
  • 1939 – PLTA Ketenger Resmi Beroperasi
  • 1945–1960-an – Masa Transisi Pasca Kemerdekaan
  • 1998–1999 – Penambahan Unit Pembangkit
  • 2008 – Peningkatan Kapasitas
  • Saat Ini – Warisan Energi yang Tetap Beroperasi

Berikut rangkuman timeline sejarah PLTA Ketenger yang disusun secara kronologis untuk memudahkan Anda memahami perjalanan panjang pembangkit listrik ini dari masa kolonial hingga era modern.

1918 – Awal Gagasan Pembangunan PLTA

Gagasan pembangunan pembangkit listrik tenaga air di kawasan Ketenger mulai muncul pada tahun 1918. Pemerintah kolonial Hindia Belanda melihat potensi besar aliran sungai di lereng Gunung Slamet sebagai sumber energi listrik yang stabil dan berkelanjutan.

Baca juga  MUI Banyumas Diharapkan Beri Kontribusi Nyata bagi Umat

1926 – Konsesi Resmi Diterbitkan

Pada 20 November 1926, pemerintah kolonial secara resmi menerbitkan konsesi pembangunan pembangkit listrik di wilayah Banyumas. Langkah ini menandai dimulainya perencanaan teknis PLTA sebagai bagian dari proyek elektrifikasi regional.

1929 – Pembangunan Mengalami Penundaan

Pembangunan fisik PLTA sempat terhenti pada tahun 1929. Berbagai faktor, mulai dari kondisi ekonomi global hingga tantangan geografis, membuat proyek ini berjalan lebih lambat dari rencana awal.

1935–1937 – Pembangunan Infrastruktur Utama

Memasuki pertengahan 1930-an, proyek kembali dilanjutkan. Pada fase ini dibangun infrastruktur utama seperti bendungan, saluran air, pipa beton bertulang, dan kolam penampung. Tahap ini menjadi fondasi penting bagi operasional pembangkit.

1937–1939 – Instalasi Turbin dan Generator

Tahap lanjutan pembangunan dilakukan dengan pemasangan pipa pesat, pembangunan gedung sentral, serta instalasi turbin dan generator. Proses ini menjadi penentu kesiapan PLTA untuk mulai beroperasi secara penuh.

—

1939 – PLTA Ketenger Resmi Beroperasi

Tahun 1939 menjadi tonggak bersejarah. PLTA resmi beroperasi dan mulai menyuplai listrik untuk wilayah Banyumas dan sekitarnya. Pada masanya, pembangkit ini menjadi simbol kemajuan teknologi dan modernisasi infrastruktur energi di daerah.

Baca juga  Rekomendasi Hotel Terbaik Dekat Stasiun Purwokerto: Pilihan Nyaman dan Strategis untuk Wisatawan

1945–1960-an – Masa Transisi Pasca Kemerdekaan

Setelah Indonesia merdeka, pengelolaan PLTA Ketenger beralih ke pemerintah Indonesia. Pembangkit ini kemudian menjadi bagian dari sistem kelistrikan nasional dan dikelola oleh perusahaan listrik negara yang kelak dikenal sebagai PLN.

1998–1999 – Penambahan Unit Pembangkit

Untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi, dilakukan pembangunan unit tambahan pada akhir 1990-an. Langkah ini menandai modernisasi PLTA tanpa menghilangkan struktur dan fungsi utama bangunan bersejarahnya.

2008 – Peningkatan Kapasitas

Unit pembangkit kembali ditambah pada tahun 2008. Dengan tambahan ini, total kapasitas terpasang PLTA mencapai sekitar 8,5 megawatt, memperkuat perannya dalam sistem kelistrikan regional.

Saat Ini – Warisan Energi yang Tetap Beroperasi

Hingga kini, PLTA Ketenger masih beroperasi dan terhubung dengan jaringan listrik Jawa-Madura-Bali. Selain sebagai sumber energi terbarukan, PLTA ini juga menjadi warisan sejarah yang mencerminkan perjalanan panjang pembangunan infrastruktur listrik di Indonesia.

PLTA ini bukan sekadar pembangkit listrik, melainkan saksi sejarah pemanfaatan energi air di Indonesia. Dari gagasan awal pada 1918 hingga resmi beroperasi pada 1939 dan terus bertahan hingga kini, PLTA Ketenger menunjukkan bahwa energi terbarukan memiliki peran penting dalam pembangunan berkelanjutan.

Baca juga  The Village dan Kebon Ijo Resto Tawarkan Destinasi All in One

*Anda bisa melihat info lain di Instagram kami.

TAG:PLTA ketenger
Artikel Sebelumnya Wagub diskusi soal Hotel Ramah Muslim Dorong Wisata Halal, Pemprov Jateng Siapkan Label Hotel Ramah Muslim
Artikel Selanjutnya Polresta Banyumas Ungkap 3.140 Psikotropika, Polresta Banyumas Buru Jaringan
TAHUN BARU
HUT PBG 25
HUT PBG 25 HR IRAWAN
HUT PBG 25 MKKS
HUT PBG 25 MUKODAM

Tetap Update Berita Terbaru!

Follow akun media sosial Seputar Banyumas dan jangan lewatkan kabar penting seputar Banyumas dan sekitarnya!
FacebookSuka
XMengikuti
InstagramMengikuti
YoutubeSubscribe
TiktokMengikuti

Mungkin Anda Suka

Prakiraan cuaca purwokerto banyumas 16-17 januari 2026
BanyumasRagam

Prakiraan Cuaca Purwokerto Saat Long Weekend 16–18 Januari 2026, Hujan atau Cerah?

Oleh Kurnia
es brasil purwokerto
Banyumas

Es Brasil Purwokerto Bukan dari Brazil, Ini Sejarah Nama dan Cita Rasanya

Oleh Kurnia
djoko susanto
Banyumas

Bantah Narasi “Lawan Tak Seimbang”, Djoko Susanto Tegaskan Kemenangan Anthon Donovan di Mahkamah Agung

Oleh Besari
villa purwokerto staycation
BanyumasPlesiran

10 Rekomendasi Villa Purwokerto Terjangkau untuk Staycation Lepas Penat

Oleh Kurnia
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
Ikuti Kami
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan 
  • Kode Etik Jurnalistik
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?