Homeless World Cup 2026 yang berlangsung di Meksiko bakal tanpa Indonesia. Indoneesia batal mengikuti ajang sepak bola jalanan bagi kaum marjinal tersebut karena kurangnya pendanaan.
Rumah Cemara, yang menaungi sepak bola dari kaum marjinal itu memberikan penjelasannya melalui Instagram. Rumah Cemara menyebutkan pendanaan menjadi alasan mengapa akhirnya Indonesia tidak berpartisipasi di ajang tersebut.
Diketahui, sejak 2023, pendanaan menjadi sesuatu yang sangat berat. Bahkan, minimnya kontribusi dari pihak eksternal membuat pembiayaan ditanggung sendiri. Kini, situasi pendanaan sudah tidak memungkinkan untuk ikut ajang sepak bola untuk kelompok marjinal tersebut.
Batalnya Indonesia ikut ajang Homeless World Cup menjelaskan bahwa inisiatif berbasis komunitas yang menyasar kelompok marjinal masih sangat bergantung pada dukungan lintas sektor.
Homeless World Cup
Homeless World Cup adalah turnamen sepak bola jalanan (street soccer) internasional tahunan yang ditujukan bagi kaum marginal, penyandang HIV/AIDS, dan tunawisma. Ajang ini adalah kans bagi para kaum marjinal untuk bisa mengembangkan diri.
Ajang ini sudah berlangsung sejak 2011. Indonesia menjadi salah satu peserta yang cukup rutin mengikuti ajang tersebut. Namun, harus absen karena alasan pendanaan pada ajang tahun ini.
Ajang ini bukan kompetisi resmi dalam naungan FIFA. Namun, ajang ini sangat penting bagi kaum marjinal untuk mendapatkan tempat dan mengembangkan diri.
Prestasi Indonesia di ajang ini cukup bagus. Dikutip dari Instagram timnashomeless, Indonesia pernah menjadi juara empat pada 2012. Lalu pelatih mendapatkan gelar sebagai pelatih pria terbaik. Pada 2016, Indonesia menyabet kiper terbaik putra.
Salah satu yang unik dari ajang ini adalah para pemain hanya bisa mengikuti sekali ajang tersebut. Sehingga, setiap keikutsertaan, pemainnya pasti berbeda dengan pemain di edisi sebelumnya.
*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.



