Bupati Fahmi Ajak Warga Jambudesa Jaga Kelestarian Wayang Kulit

Redaksi
Bupati Purbalingga Fahmi menghadiri Pagelaran Wayang Kulit bersama Ki Dalang Ada Subarkat di Lapangan Desa Jambudesa, Kecamatan Karanganyar, Sabtu (20/6/2026) malam.(Foto: Prokompim Purbalingga)

Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat dan melestarikan seni budaya wayang kulit sebagai warisan leluhur. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Pagelaran Wayang Kulit bersama Ki Dalang Ada Subarkat di Lapangan Desa Jambudesa, Kecamatan Karanganyar, Sabtu (20/6/2026) malam.

​Acara yang berlangsung meriah ini merupakan puncak dari rangkaian tradisi Ruwat Bumi dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Ratusan warga tampak memadati lokasi acara dengan penuh antusias sebagai bentuk ungkapan syukur sekaligus upaya melestarikan tradisi turun-temurun.

 

​Wayang Sebagai Tuntunan Hidup

​Dalam sambutannya, Bupati Fahmi mengapresiasi inisiatif Pemerintah Desa dan masyarakat Jambudesa yang dinilai konsisten menjaga tradisi Jawa. Menurutnya, wayang kulit bukan sekadar hiburan visual, melainkan media edukasi yang sarat akan pesan moral dan tuntunan hidup yang relevan dengan dinamika zaman.

​”Wayang adalah sesuatu yang baik karena di dalamnya terdapat banyak pelajaran hidup, keteladanan, serta nilai-nilai moral. Tokoh pewayangan mengajarkan kejujuran, tanggung jawab, kepemimpinan, dan keberanian. Budaya ini harus terus kita rawat bersama agar tetap hidup di generasi berikutnya,” ujar Fahmi.

Baca juga  Semaraknya Pawai Budaya dan Kirab Pusaka Hari Jadi ke-195 Kabupaten Purbalingga

​Pada momen tersebut, Bupati Fahmi juga meminta dukungan serta doa restu agar jajaran pemerintah daerah dan desa dapat terus bersinergi memberikan pelayanan terbaik. Ia turut memaparkan komitmen pembangunan infrastruktur, salah satunya rencana perbaikan ruas jalan kabupaten Bobotsari–Karangmoncol yang akan dieksekusi tahun ini untuk mendongkrak perekonomian warga.

 

​Rangkaian Ritual dan Ungkapan Syukur

​Sebelum mencapai puncak acara pagelaran wayang pada malam hari, masyarakat Desa Jambudesa telah mengikuti sejumlah ritual adat sejak pagi. Kepala Desa Jambudesa, Nova Noviyanto, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan dimulai dengan ziarah kubur ke makam para leluhur kasepuhan serta mantan kepala desa terdahulu, yang kemudian dilanjutkan dengan prosesi inti ruwat bumi.

​Nova berharap ritual tahunan ini dapat menambah keberkahan, mempererat keguyuban antarwarga, sekaligus membawa kesuburan bagi lahan pertanian di Desa Jambudesa. Senada dengan hal tersebut, Ketua Panitia Ruwat Bumi, Suhad, menambahkan bahwa lakon-lakon dalam pewayangan sengaja dihadirkan karena membawa nilai budi pekerti dan kebijaksanaan yang patut diteladani oleh masyarakat luas.

Baca juga  Persibangga Dapat Dukungan Moral dari Mantan Ketum Askab PSSI Tasdi, Begini Katanya

​Sebagai tanda resminya pertunjukan, Bupati Fahmi Muhammad Hanif menyerahkan tokoh wayang lakon Bramangkoro secara simbolis kepada Ki Dalang Ada Subarkat, yang langsung disambut riuh tepuk tangan dari penonton yang memadati lapangan.

 

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!