Mengintip Uniknya Lukisan Berkarakter Rajut Karya Petani Purbalingga di Kie Art Space

Redaksi
Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani, secara resmi membuka pameran tunggal lukisan karya Imam Ghozali di Kie Art Space, Desa Sidareja, Kecamatan Kaligondang, Sabtu (20/6).(Foto: Prokompim Purbalingga)

Kreativitas seniman lokal Kabupaten Purbalingga kembali mendapat panggung terhormat. Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani, bersama Wakil Ketua Dekranasda Kabupaten Purbalingga, secara resmi membuka pameran tunggal lukisan karya Imam Ghozali di Kie Art Space, Desa Sidareja, Kecamatan Kaligondang, Sabtu (20/6).

​Pameran bertajuk “Menimbang Rasa Merajut Kebahagiaan” ini menjadi ruang apresiasi bagi pelukis asal Desa Rajawana, Kecamatan Karangmoncol tersebut. Imam Ghozali dikenal luas di kalangan pencinta seni berkat teknik melukisnya yang unik, di mana setiap objeknya memiliki detail visual menyerupai rajutan kain peniti tangan.

​Penyelenggara pameran dari Kie Art Projects, Gita Yohana, mengungkapkan bahwa pameran ini sengaja digelar untuk mengenalkan potensi seniman lokal ke kancah yang lebih luas, termasuk kepada para kolektor seni nasional. Ia menceritakan, Imam Ghozali yang sehari-hari berprofesi sebagai petani memiliki bakat alam yang luar biasa.

​”Seiring berjalannya waktu, kami mencoba mengeksplorasi beberapa karakter, dan yang paling pas ternyata objek-objek yang lucu layaknya boneka, namun dengan detail menyerupai rajutan tangan,” ujar Gita. Karakter unik inilah yang kini mulai memikat hati para kolektor dari berbagai kota besar di Indonesia.

Baca juga  Wabup Dimas Ajak Siswa Jadi Crazy Rich yang Menginspirasi  

​Pameran yang berlangsung hingga 28 Juni mendatang ini menyuguhkan 20 karya lukisan. Sang seniman, Imam Ghozali, menjelaskan bahwa melalui lukisan-lukisan berkarakter jenaka tersebut, ia ingin mengajak pengunjung bernostalgia dan merefleksikan kembali arti kebahagiaan sederhana.

​”Walaupun terlihat lucu dan sederhana, ada cerita di balik setiap karya. Saya ingin mengajak pengunjung menemukan kembali makna kebahagiaan yang sering terlupakan di tengah kesibukan, seperti kebahagiaan di masa kecil,” tutur Imam.

 

​Pemkab Siapkan Ruang Publik untuk Ekosistem Seni

​Apresiasi tinggi datang dari Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani. Menurutnya, dedikasi Imam Ghozali membuktikan bahwa latar belakang profesi bukan hambatan untuk melahirkan karya seni bernilai tinggi yang membanggakan daerah.

​”Kami sangat mengapresiasi ketekunan Mas Imam Ghozali. Pemerintah Kabupaten Purbalingga juga berterima kasih kepada Kie Art Projects yang terus konsisten mengawal dan memberi panggung bagi perupa lokal,” kata Wabup Dimas.

​Merespons perkembangan positif ini, Wabup Dimas menyatakan bahwa Pemkab Purbalingga berkomitmen penuh untuk mendukung ekosistem seni daerah. Saat ini, pihaknya tengah mengkaji optimalisasi beberapa fasilitas publik milik pemerintah untuk dijadikan ruang pameran permanen yang representatif bagi para seniman.

Baca juga  Ikuti QRIS Purwokerto Run 2026, Wabup Purbalingga Dorong Digitalisasi UMKM Banyumas Raya

​”Kami sudah berdiskusi dengan Bidang Kebudayaan Dindikbud serta Dinporapar. Ada beberapa lokasi potensial yang dibidik, seperti GOR Mahesa Jenar dan Purbalingga Food Centre. Kami mohon doa restu agar komitmen mewujudkan Purbalingga yang inklusif dan ramah terhadap kegiatan kesenian ini bisa segera terealisasi,” pungkasnya.

 

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!