Permen Davos: Kisah Permen Mint Semriwing Nan Menyegarkan dari Purbalingga

Kurnia
Permen Davos, kuliner legendaris dari Purbalingga yang telah berdiri sejak 1931. (Foto: davos.co.id)

Permen Davos, permen mint khas Purbalingga, Jawa Tengah, dikenal luas dengan sensasi “semriwing” yang dingin dan menyegarkan. Produk legendaris ini tidak hanya menjadi camilan favorit lintas generasi, tetapi juga merepresentasikan sejarah panjang industri makanan lokal yang mampu bertahan hingga puluhan tahun.

Dari kemasan sederhana hingga cita rasa khasnya, Permen Davos tetap relevan di tengah persaingan produk modern.

Keberadaan Permen Davos tidak bisa dilepaskan dari sejarah Purbalingga sebagai salah satu daerah dengan industri rumahan dan manufaktur yang kuat.

Hingga kini, Davos masih diproduksi dan dipasarkan secara luas, menjadikannya salah satu ikon kuliner daerah yang dikenal secara nasional.

Permen Davos, Ikon Mint Khas Purbalingga

Permen ini dikenal dengan rasa mint yang kuat dan aroma menyegarkan. Bentuknya kecil, bulat, dan mudah dikenali dari kemasannya yang khas. Sensasi dingin di mulut menjadi ciri utama yang membuat permen ini berbeda dari permen mint lainnya.

Baca juga  Hujan Angin Terjang Purbalingga, Rumah dan Kandang Ayam Porak Poranda

Di masyarakat, Davos sering dikaitkan dengan berbagai momen, mulai dari teman perjalanan, suguhan tamu, hingga oleh-oleh khas Purbalingga.

Tidak sedikit pula yang mengenal Davos sebagai permen “legendaris” karena sudah dikonsumsi sejak masa kanak-kanak hingga dewasa.

Kapan Tahun Berdirinya Permen Davos

Davos pertama kali diproduksi oleh PT Slamet Langgeng, perusahaan yang berdiri pada 28 Desember 1931 di Purbalingga. Perusahaan ini dirintis oleh Siem Kie Djian dan sejak awal memfokuskan diri pada produksi kembang gula, termasuk Permen Davos yang kemudian menjadi produk andalan.

Dalam perjalanannya, PT Slamet Langgeng mengalami berbagai dinamika, termasuk masa sulit pada era pendudukan Jepang yang sempat menghentikan aktivitas produksi.

Namun, perusahaan ini kembali bangkit dan terus berkembang hingga dikelola oleh generasi penerus.

Regenerasi dari generasi ke generasi menjadi faktor penting yang menjaga keberlanjutan produksi Permen Davos hingga saat ini, sebagaimana tercatat dalam arsip sejarah daerah Purbalingga yang pada .

Resep Tradisional dan Ragam Varian

Salah satu kekuatan utama Davos terletak pada resep tradisionalnya. Permen ini dibuat dari bahan dasar gula dan mentol, tanpa tambahan pemanis buatan maupun pengawet berlebih. Komposisi tersebut menghasilkan rasa mint yang tajam, bersih, dan tahan lama.

Baca juga  Pengurus IPSI Purbalingga 2025-2029 Dilantik, Targetkan Emas Porprov 2026

Seiring perkembangan pasar, Davos hadir dalam beberapa varian, seperti Davos Roll, Davos Lux, hingga Davos Mini dan Mild.

Meski terdapat penyesuaian rasa untuk mengikuti selera konsumen, karakter utama Permen Davos sebagai permen mint semriwing tetap dipertahankan.

Nilai Budaya dan Kenangan Lintas Generasi

Lebih dari sekadar produk konsumsi, Davos memiliki nilai historis dan emosional bagi banyak masyarakat Indonesia. Permen ini sering dikaitkan dengan kenangan masa kecil dan menjadi simbol kesinambungan tradisi.

Keberadaannya juga mencerminkan daya tahan industri lokal Purbalingga yang mampu bersaing tanpa meninggalkan identitas aslinya.

Davos kerap dijadikan oleh-oleh khas daerah dan menjadi bagian dari cerita turun-temurun dalam keluarga. Hal inilah yang membuat Davos tidak hanya dikenal karena rasanya, tetapi juga karena nilai sejarah yang melekat di baliknya.

Bertahan di Tengah Perubahan Zaman

Di tengah gempuran produk permen modern dan impor, Permen Davos tetap mempertahankan posisinya di pasar. Konsistensi kualitas, kekuatan merek, serta loyalitas konsumen menjadi faktor utama keberlanjutan produk ini.

Baca juga  Menjelajah Golaga Purbalingga, Keindahan Interior Goa Lawa yang Alami

Inovasi dilakukan secukupnya, tanpa menghilangkan ciri khas yang telah dikenal selama puluhan tahun.

Permen Davos dari Purbalingga merupakan bukti bahwa produk lokal dengan akar sejarah yang kuat mampu bertahan dan tetap diminati lintas generasi.

Berdiri sejak 1931, permen mint semriwing ini tidak hanya menyegarkan, tetapi juga menyimpan cerita panjang tentang tradisi, ketekunan, dan keberlanjutan industri lokal Indonesia.

Ke depan, Permen Davos diharapkan terus menjadi ikon Purbalingga sekaligus kebanggaan kuliner nasional.

*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.