Scooter Braling Club (SBC) Purbalingga kembali menyalurkan bantuan kepada warga terdampak bencana banjir dan tanah longsor di lereng Gunung Slamet. Bantuan tersebut berupa material atap rumah, herbel, paku, sekop, cangkul, drum penampung air, baju bekas serta sarung tagam disalurkan SBC Purbalingga.
Bantuan Material
SBC melakukan penyaluran bantuan material tersebut ke posko darurat bencana Gunung Malang, Kecamatan Karangreja, Purbalingga, Minggu (1/2/2026). Sebelumnya bantuan juga telah disalurkan SBC Purbalingga berupa 15 ribu liter (3 tangki) air bersih kepada warga di wilayah Desa Kutabawa.
Ketua SBC Purbalingga Dapong didampingi Humas SBC Kurniawan, mengatakan penyaluran bantuan ini merupakan bentuk kepedulian atau respon cepat dari kami anak anak vespa.”Selain itu kami tidak ingin warga terdampak bencana ini merasa sendiri,” kata Ketua SBC Purbalingga, Dapong.
Lanjut Dapong, pihaknya berharap bantuan yang diberikan tersebut bisa memberikan manfaat kepada warga terdampak bencana. Juga bisa meringankan beban warga terdampak bencana alam di wilayah tersebut.
Percepatan Pemulihan Bencana
SBC melihat Pemkab Purbalingga melakukan percepatan pemulihan bencana banjir dan tanah longsor di wilayah lereng Gunung Slamet.Berdasarkan Situational Report (Sitrep) Purbalingga per 29 Januari 2026, bencana banjir bandang dan tanah longsor mengakibatkan 916 jiwa mengungsi.
Di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, dengan rincian: Villa Serang: 177 jiwa, Sambas: 204 jiwa, Tersebar di rumah warga: 535 jiwa. Sedangkan di Desa Sangkanayu total 129 Jiwa, tersebar di Sangkanayu Hills 51 jiwa dan tersebar di rumah warga sebanyak 78 jiwa.Sementara itu, total sebanyak 120 rumah atau bangunan warga terdampak di tiga desa.
Dengan klasifikasi kerusakan sebagai berikut, rusak berat: 33 unit, rusak sedang: 28 unit, rusak ringan: 59 unit. Kerusakan tersebut tersebar di: Desa Serang, Desa Kutabawa di Kecamatan Karangreja serta Desa Sangkanayu di Kecamatan Mrebet.
Infrastruktrur Terdampak
Selain permukiman, bencana juga merusak infrastruktur vital, tercatat 8 jembatan terdampak.Sebagian di antaranya putus dan saat ini masih ditangani dengan jembatan darurat.
Serta berdampak pada ratusan hektare lahan pertanian warga yang tertimbun material longsor dan banjir.Bupati Purbalingga, Fahmi M Hanif mengaku sudah berkoordinasi dengan kepala desa dan masyarakat setempat.
Ia berkoordinasi terkait penyediaan hunian Smsementara (Huntara) dan hunian tetap (Huntap) bagi warga yang akan direlokasi dari zona rawan.”Lahan untuk Huntara dan Huntap sedang dicarikan, dan kebutuhan luasannya tengah kami hitung,” ungkapnya.



