Sega Rejeng adalah makanan khas dari Desa Karangjengkol, Kabupaten Purbalingga. Secara harfiah, “Sega Rejeng” berarti “nasi sayur daun rejeng” (nasi dengan sayur daun rejeng).
Sega Rejeng Hidangan Tradisional
Sekretaris Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Purbalingga, Adi Purwanto, kepada seputarbanyumas.com, Senin (8/12/2025) mengatakan, makanan ini merupakan hidangan tradisional dengan komponen utama berupa nasi yang disajikan bersama sayuran khas yang tumbuh di daerah ketinggian, salah satunya di desa tersebut. “ Rasanya nylekamin. Hidangan ini sering disajikan dalam acara-acara komunitas atau kegiatan lokal di Purbalingga, seperti acara bazar UMKM atau kegiatan “live in” di desa wisata setempat,” terangnya.
Sega Rejeng Dilaunching
Disampaikan, Dinkop UKM Purbalingga akan melakukan Launching “Sego Rejeng” – Kuliner Khas Purbalingga. Sego Rejeng resmi diperkenalkan sebagai bagian dari kekayaan kuliner lokal dalam rangkaian Creative Fusion Festival 2025.
Momentum ini menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya serta penguatan UMKM sektor kuliner. Acara dilaksanakan Rabu, 10 Desember 202, pukul 12.00 – 14.00 WIB, di Sasana Krida Perwira (GOR Goentoer Darjono), Purbalingga. “Mari bersama mendukung produk lokal agar semakin dikenal dan berdaya saing,’ lanjutnya.
Sega Rejeng Makanan Klangenan
Sega Rejeng merupakan makanan klangenan. Komposisi nasi rejeng terdiri dari :
- Nasi jagung dan nasi merah serta ada sayur renjeng (bawang lokal) dan kecombrang.
- Sayuran: Biasanya menggunakan sayur pakis
- Lauk-pauk: Beragam lauk bisa disertakan, namun yang paling umum adalah:
- Tahu dan tempe goreng
- Ayam goreng
- Telur (bisa berupa telur dadar iris atau telur rebus)
- Ikan asin
- Pelengkap Lainnya:
- Bawang merah goreng
- Sambal goreng atau sambal terasi
- Rempeyek atau kerupuk
“Secara keseluruhan, nasi rejeng menyajikan kombinasi rasa gurih dari nasi dan beragam tekstur serta rasa dari sayuran dan lauk-pauknya,” imbuh Adi.







