Pemerintah Kabupaten Cilacap memaparkan rencana detail tata ruang (RDTR) strategis untuk dua kawasan kuncinya, yakni perkotaan Maos dan Majenang. Pembahasan Rancangan Peraturan Kepala Daerah ini diselenggarakan secara luring dan daring di Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Hotel, Jakarta Selatan, Senin (8/12/2025).
Wakil Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, menekankan bahwa penataan ruang ini merupakan instrumen pembangunan yang vital untuk memastikan pemerataan dan keberlanjutan wilayah.
Penguatan Cilacap sebagai PKN dan Simpul Ekonomi
Ammy menyebut posisi Cilacap sangat penting sebagai daerah terluas di Jawa Tengah yang telah ditetapkan sebagai Pusat Kegiatan Nasional (PKN). Kontribusi Cilacap dalam pasokan energi Jawa–Bali, melalui Kilang Pertamina RU IV dan PLTU Cilacap, juga menjadi bukti peran kuat daerah ini dalam industri energi nasional.
Ammy juga menyoroti konektivitas yang akan semakin meningkat berkat rencana pembangunan Tol Cilacap–Yogyakarta dan Tol Pejagan–Cilacap, yang diyakini akan memperkuat peran Cilacap sebagai simpul ekonomi di selatan Jawa.

Maos dan Majenang Difokuskan pada Lahan Pangan
Dalam rapat koordinasi tersebut, RDTR Maos dan Majenang menjadi fokus utama karena peran strategis keduanya dalam struktur pelayanan wilayah. Uniknya, kedua kawasan ini diarahkan untuk memperkuat fungsi pertanian sebagai penopang ketahanan pangan, di tengah status Cilacap sebagai pusat industri besar.
- Kawasan Maos
- Ditetapkan sebagai Pusat Pelayanan Kawasan (PPK).
- Fungsinya diarahkan untuk memperkuat sektor pertanian dan perdagangan jasa.
- Dari luas total 1.883,10 hektare, sebanyak 61,35 persen dialokasikan untuk tanaman pangan, menegaskan komitmen penguatan Agropolitan.
- Kawasan Majenang
- Ditetapkan sebagai Pusat Kegiatan Lokal (PKL).
- Fungsi utamanya adalah pengembangan kawasan berbasis pertanian (Agropolitan).
- Lebih dari separuh wilayahnya diperuntukkan bagi tanaman pangan, menjadikannya penopang ketahanan pangan wilayah barat Cilacap.
Wakil Bupati Ammy menuturkan bahwa strategi dominasi lahan untuk sektor pertanian di Maos dan Majenang adalah strategi jangka panjang untuk menjaga ketahanan pangan dan sekaligus pemerataan pendapatan masyarakat.
“Melalui penguatan fungsi Maos sebagai kawasan pertanian–jasa dan Majenang sebagai kawasan agropolitan, kami yakin Cilacap dapat menjadi simpul ekonomi nasional di Jawa bagian selatan,” katanya.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!







