Seorang perangkat Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, tewas setelah menjadi korban penganiayaan menggunakan kayu dan senjata tajam pada Kamis pagi, 11 Juni 2026. Korban diketahui bernama Sungkowo, Kepala Dusun III Desa Sangkanayu.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB di sebuah kebun yang berada tidak jauh dari tepi jalan desa. Saat kejadian, korban sedang menyemprot rumput di area kebun. Menurut keterangan yang dihimpun dari sejumlah warga, korban didatangi seorang pria bernama Sarwin, warga setempat.
Tanpa banyak bicara, pelaku diduga langsung menyerang korban menggunakan sebatang kayu yang mengenai bagian leher. Setelah korban terjatuh, pelaku kembali menyerang dengan senjata tajam hingga mengenai bagian kepala korban.
Serangan itu membuat korban tersungkur di lokasi kejadian. Warga yang melintas dan melihat kejadian kemudian mendatangi tempat tersebut. Mereka menemukan korban dalam kondisi tergeletak dan sudah tidak bernyawa.
Usai melakukan aksinya, pelaku disebut meninggalkan lokasi dan pulang ke rumahnya. Beberapa warga mengatakan pelaku sempat membersihkan diri sebelum akhirnya diamankan polisi.
Mendapat laporan dari masyarakat, petugas Polsek Mrebet segera menuju lokasi kejadian. Polisi kemudian mengamankan pelaku di rumahnya tanpa perlawanan. Tim Identifikasi dan Satuan Reserse Kriminal Polres Purbalingga turut melakukan olah tempat kejadian perkara serta memasang garis polisi di sekitar lokasi.
Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk keperluan pemeriksaan medis dan visum.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Purbalingga AKP Siswanto mengatakan penyidik masih mendalami motif dan latar belakang penganiayaan tersebut. Polisi juga belum dapat memastikan kondisi kejiwaan pelaku sebagaimana informasi yang beredar di masyarakat.
“Belum tahu ODGJ atau tidak. Kami belum melakukan pemeriksaan ke Rumah Sakit Jiwa,” kata Siswanto.
Sejumlah warga menyebut pelaku selama ini tinggal seorang diri dan dikenal memiliki emosi yang tidak stabil. Namun, informasi tersebut masih akan diverifikasi oleh penyidik melalui pemeriksaan lebih lanjut.
Kepala Desa Sangkanayu, Ali Nur Setiawan, mengaku terkejut atas peristiwa yang menewaskan salah satu perangkat desanya itu. Menurut dia, korban dikenal sebagai sosok yang mudah bergaul dan dekat dengan masyarakat.
“Kami atas nama pribadi dan Pemerintah Desa Sangkanayu merasa sangat kehilangan. Apalagi Pak Kadus orangnya humoris dan dikenal baik oleh warga,” ujar Ali.
Hingga saat ini. polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif pasti di balik kasus penganiayaan yang berujung pada kematian tersebut.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!



