Seputar BanyumasSeputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Pencarian
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Ikuti Kami
© 2025 Seputar Banyumas. All Rights Reserved.
Seputar Banyumas > Artikel > Risalah > 7 Cara Menghilangkan Sifat Malas dalam Ibadah
Risalah

7 Cara Menghilangkan Sifat Malas dalam Ibadah

Bahron Ansori
Terakhir diperbarui: 30 November 2025 09:28
Bahron Ansori
Membagikan
Hilangkan sifat malas dalam ibadah
Cara Menghilangkan Sifat Malas dalam Ibadah. (Sumber: Freepik.com)
Membagikan

Sifat malas dalam ibadah adalah penyakit hati yang sering muncul tanpa disadari. Allah menyebut orang munafik malas dalam shalat, sementara orang beriman penuh semangat (QS. An-Nisa: 142). Ini menunjukkan bahwa kemalasan bukan sekadar masalah fisik, tetapi masalah iman. Maka langkah pertama mengatasinya adalah memahami bahayanya. Berikut adalah cara menghilangkan sifat malas dalam ibadah.

Contents
  • 1. Memperkuat Niat
  • 3. Memulai dari Amalan kKecil tetapi Konsisten.
  • 4. Menjauhi Dosa-dosa Kecil.
  • 5. Memperbanyak Doa agar Dijauhkan dari Rasa Malas
  • 6. Mengingat Kematian
  • 7. Memperhatikan Kesehatan Tubuh

1. Memperkuat Niat

Niat yang lurus membuat hati memiliki alasan kuat untuk beribadah. Rasulullah SAW bersabda bahwa amalan tergantung niatnya, sehingga niat yang kokoh menghilangkan beratnya langkah. Orang yang tahu tujuan ibadah akan melawan rasa malas dengan lebih mudah.

2. Memperbaiki Lingkungan.

Teman yang malas beribadah membuat kita ikut malas, sementara teman yang rajin akan menguatkan kita. Nabi SAWmengumpamakan teman yang baik seperti penjual parfum yang menularkan kebaikan. Lingkungan yang baik adalah vitamin bagi semangat ibadah.

Baca juga  Pertanda Besar Hari Kiamat: Keluarnya Binatang dari Perut Bumi

3. Memulai dari Amalan kKecil tetapi Konsisten.

Rasulullah SAW bersabda bahwa amalan yang paling dicintai Allah adalah yang paling konsisten meski sedikit. Kemalasan sering muncul karena ingin langsung melakukan ibadah besar tanpa pembiasaan. Mulailah dari hal sederhana seperti shalat tepat waktu atau membaca satu halaman Al-Qur’an.

Konsistensi kecil akan melahirkan kebiasaan besar. Ketika hati terbiasa dengan ibadah ringan, ia akan mudah menerima ibadah yang lebih berat. Para ulama mengatakan bahwa kebiasaan baik adalah penjaga dari rasa malas. Kekuatan istiqamah lahir dari langkah kecil yang dilakukan setiap hari.

4. Menjauhi Dosa-dosa Kecil.

Dosa membuat hati berat untuk beribadah, sebagaimana dijelaskan Ibnul Qayyim bahwa maksiat menggelapkan hati. Semakin gelap hati, semakin sulit ia menerima cahaya ibadah. Membersihkan dosa akan menghidupkan kembali semangat.

Meminta ampunan adalah cara paling cepat menghidupkan hati. Istighfar membuat dada lapang dan pikiran jernih. Allah berjanji memberi ketenangan bagi hamba yang bertaubat. Hati yang bersih akan lebih mudah mencintai ibadah.

Baca juga  UAS Safari Dakwah di Alun-alun Cilacap, Jamaah Membludag

5. Memperbanyak Doa agar Dijauhkan dari Rasa Malas

Nabi SAW sendiri berdoa agar dilindungi dari sifat malas dalam doa yang sangat masyhur. Jika Nabi yang maksum saja memohon perlindungan dari malas, apalagi kita. Doa membuka kekuatan baru dalam diri.

6. Mengingat Kematian

Banyak ulama mengatakan bahwa mengingat mati melembutkan hati dan menghidupkan ibadah. Ketika sadar hidup ini singkat, rasa malas pun akan luntur. Ingatan bahwa setiap napas bisa jadi napas terakhir akan mendorong kita bersegera.

Menghadiri majelis ilmu juga sangat membantu menghidupkan semangat. Ilmu menambah keyakinan, dan keyakinan menghilangkan kemalasan. Rasulullah SAW menyebut majelis ilmu sebagai taman-taman surga. Siapa yang sering duduk di majelis ilmu, semangat ibadahnya otomatis meningkat.

7. Memperhatikan Kesehatan Tubuh

Tubuh yang lemah membuat ibadah terasa berat, sehingga menjaga makan dan istirahat adalah bagian dari ibadah. Umar bin Khattab pernah berkata, “Jangan kalian matikan hati dengan terlalu kenyang.” Fisik yang sehat memudahkan jiwa untuk beribadah dengan ringan.

Baca juga  14 Kunci Rezeki Tak Terduga dalam Islam, Ini Rinciannya

Kemalasan sering kali muncul karena hati jauh dari Al-Qur’an. Al-Qur’an adalah cahaya, dan cahaya ini menghidupkan energi ruhani. Membaca Al-Qur’an setiap hari walau sedikit membuat hati kuat menghadapi rasa malas. Semakin sering berinteraksi dengannya, semakin hidup rasa cinta kepada Allah.

Setiap langkah yang dilakukan akan terasa sulit di awal. Namun jika terus dijalankan, hati akan terbiasa dan merindukan ibadah. Allah tidak melihat besar kecilnya amal, tetapi keikhlasan dan kesungguhan hamba. Semangat ibadah adalah hasil dari usaha dan pertolongan Allah.

Sifat malas dalam ibadah dapat dikalahkan dengan tekad, doa, dan kedekatan dengan Allah. Semakin dekat seseorang kepada Rabb-nya, semakin ringan langkahnya menuju kebaikan. Ibadah bukan lagi beban, tetapi kebutuhan hati. Orang yang menghilangkan malas akan merasakan manisnya iman.

 

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!

TAG:ibadahmalas
Artikel Sebelumnya Bencana di Kebumen Bencana di Kebumen Bulan Ini: 12 Orang Meninggal, Kerugian Capai Rp4,8 M
Artikel Selanjutnya Harga Emas Antam Naik Gila! Sentuh Rp2,41 Juta/Gram Harga Emas Antam Naik Gila! Sentuh Rp2,41 Juta/Gram
TAHUN BARU
HUT PBG 25
HUT PBG 25 HR IRAWAN
HUT PBG 25 MKKS
HUT PBG 25 MUKODAM

Tetap Update Berita Terbaru!

Follow akun media sosial Seputar Banyumas dan jangan lewatkan kabar penting seputar Banyumas dan sekitarnya!
FacebookSuka
XMengikuti
InstagramMengikuti
YoutubeSubscribe
TiktokMengikuti

Mungkin Anda Suka

Isra Miraj, siswa SRMP bersihkan Masjid
BanjarnegaraRisalah

Peringati Isra Miraj, Siswa SRMP 27 Banjarnegara Bersihkan Masjid, Tanamkan Nilai Ibadah Sejak Dini

Oleh Syarif TM
Muslim
Risalah

Ironi Muslim Zaman Now: Fasih Bicara Agama Tapi Berat Melangkah ke Sajadah

Oleh Bahron Ansori
Sahabat nabi
Risalah

Darah Mengucur Dihajar Kaum Quraisy, Inilah Sosok Sahabat Nabi yang Nyalinya Tak Ciut Baca Al-Quran di Depan Ka’bah

Oleh Bahron Ansori
Kiamat
Risalah

‘Panggilan Cinta dari Langit’ untuk Kita yang Terlalu Sibuk dengan Dunia Padahal Kiamat Sudah di Depan Mata

Oleh Bahron Ansori
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
Ikuti Kami
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan 
  • Kode Etik Jurnalistik
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?