Seputar BanyumasSeputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Pencarian
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Ikuti Kami
© 2025 Seputar Banyumas. All Rights Reserved.
Seputar Banyumas > Artikel > Risalah > Fenomena ‘Ibu Akhir Zaman’, Saat Gadget Jadi Pengasuh dan Keteladanan Runtuh
Risalah

Fenomena ‘Ibu Akhir Zaman’, Saat Gadget Jadi Pengasuh dan Keteladanan Runtuh

Bahron Ansori
Terakhir diperbarui: 21 Desember 2025 13:42
Bahron Ansori
Membagikan
Fenomena Ibu Akhir Zaman
Ilustrasi seorang ibu sedang mengajari anaknya. (Sumber AI)
Membagikan

Sebuah fenomena miris tengah menghantui rumah tangga modern saat ini. Sosok ibu, yang secara tradisional dikenal sebagai madrasatul ula atau sekolah pertama bagi anak, kini dituding mulai kehilangan taringnya akibat jeratan gawai (gadget). Muncul istilah ‘Ibu Akhir Zaman’ yang merujuk pada pola asuh yang malas mendidik dan minim keteladanan.

Contents
  • Gadget Sebagai ‘Pengasuh Modern’
  • Kontradiksi Perintah dan Perilaku
  • Sekolah Bukan ‘Tempat Sampah’ Tanggung Jawab
  • Menyalakan Kembali Cahaya Rumah

Fenomena ini menggambarkan kondisi di mana rumah tampak tenang dan senyap, namun sebenarnya menyimpan musibah besar. Keheningan itu tercipta bukan karena kedamaian, melainkan karena ibu dan anak sama-sama terpaku pada layar masing-masing tanpa ada sentuhan komunikasi.

 

Gadget Sebagai ‘Pengasuh Modern’

Banyak orang tua kini menjadikan gawai sebagai pelarian praktis. Anak yang rewel, menangis, atau sekadar ingin perhatian, langsung “disumpal” dengan video atau gim agar diam.

“Pendidikan karakter, adab, iman, dan akhlak tergeser oleh algoritma yang tak peduli halal-haram,” tulis sebuah ulasan reflektif mengenai kondisi pendidikan keluarga saat ini, Minggu (21/12/2025).

Baca juga  Sosok Penghancur Ka'bah di Akhir Zaman, Kapan Akan Terjadi?

Ironisnya, proses penyerahan pendidikan kepada layar ini sering dilakukan tanpa rasa bersalah. Ibu merasa tugasnya selesai saat rumah tidak bising, padahal di saat yang sama, bimbingan jiwa sang anak sedang tergerus.

 

Kontradiksi Perintah dan Perilaku

Masalah terbesar bukan hanya pada penggunaan teknologi, melainkan pada runtuhnya keteladanan. Banyak ibu menuntut anaknya untuk salat tepat waktu, jujur, dan sopan, namun perilaku sang ibu justru menunjukkan sebaliknya.

“Lisan memerintah, tetapi perilaku mengkhianati. Anak bukan hanya belajar dari kata-kata, melainkan dari apa yang ia lihat setiap hari,” lanjut ulasan tersebut.

Saat anak menyaksikan ibunya kecanduan media sosial, sering bergunjing, atau menunda ibadah, maka itulah pelajaran paling kuat yang tertanam di hati anak. Pendidikan perintah yang kosong tak akan mampu mengalahkan kuatnya pendidikan visual dari perilaku orang tua.

 

Sekolah Bukan ‘Tempat Sampah’ Tanggung Jawab

Kecenderungan lain yang muncul adalah sikap menyerahkan sepenuhnya pendidikan anak kepada sekolah atau pesantren. Seolah-olah peran ibu hanya sebatas melahirkan dan memenuhi kebutuhan fisik.

Baca juga  Ahad! Satu Kata yang Getarkan Makkah: Kisah Bilal bin Rabah Menantang Maut di Bawah Batu Membara

Padahal, sekolah hanya bersifat memperkuat. Ketika rumah kehilangan nilai-nilai dasarnya, sekolah akan kewalahan menghadapi arus kerusakan moral dari luar. Dampaknya kini mulai nyata: lahir generasi yang cerdas secara tren, namun rapuh secara jiwa, miskin empati, dan dangkal spiritualitasnya.

 

Menyalakan Kembali Cahaya Rumah

Meski tantangan akhir zaman kian berat dengan tekanan ekonomi dan sosial, harapan itu tetap ada. Menjadi ibu yang baik tidak berarti harus menjadi sempurna, melainkan menjadi sosok yang ‘hadir’.

Langkah pertama dimulai dengan meletakkan gawai dan kembali mengatur waktu. Pendidikan anak tidak harus dimulai dari ceramah panjang, melainkan dari perbaikan adab dan ibadah yang dipraktikkan langsung oleh orang tua.

Jika benteng rumah kembali kokoh dan ibu kembali pada hakikat perannya sebagai pendidik utama, maka rumah akan kembali bercahaya. Anak-anak pun berpeluang tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya lihai bermain teknologi, tetapi juga selamat dunia dan akhirat.

 

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!

Baca juga  Cara Menggapai Kebahagiaan dan Keberkahan Dalam Hidup
TAG:akhir zamanibu
Artikel Sebelumnya Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap, Sadmoko Danardono (Foto: Earlena) Berhadiah Rp 25 Juta, Cilacap Gelar Lomba Logo Hari Jadi ke-170 Tingkat Nasional!
Artikel Selanjutnya Beasiswa pengurus osis ump UMP Buka Beasiswa Khusus untuk Pengurus OSIS
TAHUN BARU
HUT PBG 25
HUT PBG 25 HR IRAWAN
HUT PBG 25 MKKS
HUT PBG 25 MUKODAM

Tetap Update Berita Terbaru!

Follow akun media sosial Seputar Banyumas dan jangan lewatkan kabar penting seputar Banyumas dan sekitarnya!
FacebookSuka
XMengikuti
InstagramMengikuti
YoutubeSubscribe
TiktokMengikuti

Mungkin Anda Suka

Isra Miraj, siswa SRMP bersihkan Masjid
BanjarnegaraRisalah

Peringati Isra Miraj, Siswa SRMP 27 Banjarnegara Bersihkan Masjid, Tanamkan Nilai Ibadah Sejak Dini

Oleh Syarif TM
Muslim
Risalah

Ironi Muslim Zaman Now: Fasih Bicara Agama Tapi Berat Melangkah ke Sajadah

Oleh Bahron Ansori
Sahabat nabi
Risalah

Darah Mengucur Dihajar Kaum Quraisy, Inilah Sosok Sahabat Nabi yang Nyalinya Tak Ciut Baca Al-Quran di Depan Ka’bah

Oleh Bahron Ansori
Kiamat
Risalah

‘Panggilan Cinta dari Langit’ untuk Kita yang Terlalu Sibuk dengan Dunia Padahal Kiamat Sudah di Depan Mata

Oleh Bahron Ansori
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
Ikuti Kami
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan 
  • Kode Etik Jurnalistik
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?