Seputar BanyumasSeputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Pencarian
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Ikuti Kami
© 2025 Seputar Banyumas. All Rights Reserved.
Seputar Banyumas > Artikel > Risalah > Fenomena Selingkuh Akhir Zaman: Saat ‘Chat Biasa’ Menjadi Pintu Penghancur Rumah Tangga
Risalah

Fenomena Selingkuh Akhir Zaman: Saat ‘Chat Biasa’ Menjadi Pintu Penghancur Rumah Tangga

Bahron Ansori
Terakhir diperbarui: 19 Desember 2025 08:11
Bahron Ansori
Membagikan
Selingkuh
Ilustrasi status pasangan berselingkuh. (Sumber: freepik.com )
Membagikan

Di Akhir zaman ini, selingkuh tak lagi bersembunyi di lorong gelap. Ia tampil terang-terangan, dipamerkan di layar ponsel, dibungkus kata “teman”, “rekan kerja”, atau “sekadar chat biasa”. Banyak rumah tangga hancur bukan karena kurang harta, tetapi karena rapuhnya iman dan kendali diri. Yang lebih mengerikan, selingkuh kini sering dianggap wajar, bahkan dimaklumi. Padahal ia adalah api kecil yang membakar kepercayaan, merobohkan keluarga, dan mengundang murka Allah jika tak segera disadari.

Contents
  • 1. Lemahnya Iman dan Rasa Takut kepada Allah
  • 2. Normalisasi Maksiat oleh Lingkungan
  • 3. Media Sosial dan Akses Tanpa Batas
  • 4. Ketidakpuasan Emosional dalam Rumah Tangga
  • 5. Krisis Komitmen dan Tanggung Jawab
  • 6. Minimnya Ilmu tentang Dosa dan Dampaknya
  • 7. Nafsu yang Tak Dikendalikan dan Gaya Hidup Hedonis

 

1. Lemahnya Iman dan Rasa Takut kepada Allah

Sebab paling utama orang berani selingkuh adalah lemahnya iman. Hati yang jarang disentuh zikir, doa, dan shalat akan mudah tergoda. Ketika rasa muraqabah—merasa diawasi Allah—menghilang, dosa terasa ringan. Orang lupa bahwa Allah Maha Melihat, bahkan ketika pesan dihapus dan panggilan disenyapkan.

Baca juga  Sosok Penghancur Ka'bah di Akhir Zaman, Kapan Akan Terjadi?

 

2. Normalisasi Maksiat oleh Lingkungan

Lingkungan yang permisif membuat selingkuh tampak biasa. Candaan tentang “pelarian”, cerita perselingkuhan yang ditertawakan, atau konten hiburan yang meromantisasi pengkhianatan, semuanya membius nurani. Ketika maksiat dinormalisasi, batas halal-haram menjadi kabur.

 

3. Media Sosial dan Akses Tanpa Batas

Gawai di tangan, godaan di mana-mana. Media sosial memudahkan komunikasi rahasia, membuka pintu nostalgia dengan masa lalu, atau perkenalan instan tanpa tanggung jawab. Banyak perselingkuhan berawal dari “sekadar menyapa”, lalu berlanjut karena tak ada rem hati yang kuat.

 

4. Ketidakpuasan Emosional dalam Rumah Tangga

Sebagian orang mencari di luar karena tak menemukan kehangatan di dalam. Komunikasi yang dingin, perhatian yang menipis, atau luka lama yang tak disembuhkan membuat seseorang mencari pelarian. Sayangnya, pelarian itu justru menambah luka baru, bukan menyembuhkan.

 

5. Krisis Komitmen dan Tanggung Jawab

Di akhir zaman, komitmen sering kalah oleh ego. Janji pernikahan dianggap formalitas, bukan amanah. Ketika tanggung jawab terasa berat, sebagian memilih jalan pintas: memuaskan diri tanpa memikirkan akibat bagi pasangan, anak, dan kehormatan keluarga.

Baca juga  Apa Saja Fenomena Akhir Zaman yang Sudah Terlihat Saat Ini? 

 

6. Minimnya Ilmu tentang Dosa dan Dampaknya

Banyak yang tak benar-benar memahami betapa berat dosa zina dan pendahuluannya. Islam menutup semua pintu menuju zina, bukan hanya melarang perbuatannya. Tanpa ilmu, seseorang mudah meremehkan chat mesra, candaan genit, atau pertemuan berdua yang diharamkan.

 

7. Nafsu yang Tak Dikendalikan dan Gaya Hidup Hedonis

Ketika hidup hanya mengejar rasa senang, nafsu menjadi raja. Gaya hidup hedonis mendorong pemenuhan instan tanpa pikir panjang. Padahal nafsu yang dituruti tanpa kendali akan menuntut lebih, hingga menyeret pelakunya pada kehinaan demi kehinaan.

 

Islam tidak hanya melarang, tetapi juga memberi jalan keluar.

Solusi pertama adalah menguatkan iman dengan shalat tepat waktu, memperbanyak zikir, membaca Al-Qur’an, dan menghadirkan rasa takut serta harap kepada Allah.

Kedua, menutup pintu-pintu zina: menjaga pandangan, membatasi interaksi lawan jenis, dan bijak menggunakan media sosial.

Ketiga, memperbaiki komunikasi rumah tangga—berbicara dari hati ke hati, saling mendengar, dan menumbuhkan kasih sayang dengan cara yang halal.

Baca juga  Pertanda Besar Hari Kiamat: Keluarnya Binatang dari Perut Bumi

Keempat, menuntut ilmu tentang pernikahan, hak dan kewajiban suami-istri, serta bahaya dosa-dosa hati. Kelima, bergaul dengan lingkungan yang saleh, karena teman yang baik akan mengingatkan, bukan menjerumuskan. Keenam, berpuasa sunnah dan melatih kendali diri, sebagaimana anjuran Nabi SAW bagi yang ingin menundukkan syahwat. Terakhir, segera bertaubat jika terlanjur tergelincir—taubat nasuha yang disertai penyesalan, berhenti total, dan tekad kuat untuk tidak mengulanginya.

Di akhir zaman yang penuh godaan ini, menjaga kesetiaan adalah jihad sunyi. Berat, tetapi mulia. Dan bagi siapa yang menjaga kehormatan diri dan keluarganya, Allah menjanjikan pertolongan, ketenangan, dan keberkahan yang tak ternilai.

 

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!

TAG:akhir zamanselingkuh
Artikel Sebelumnya nataru Amankan Nataru, 1.500 Personel Gabungan di Cilacap Disiagakan!
Artikel Selanjutnya Sekda Cilacap ASN Jadi Agen Perubahan Lawan Korupsi Bukan Sekadar Slogan, Sekda Cilacap Tantang ASN Jadi Agen Perubahan Lawan Korupsi!
TAHUN BARU
HUT PBG 25
HUT PBG 25 HR IRAWAN
HUT PBG 25 MKKS
HUT PBG 25 MUKODAM

Tetap Update Berita Terbaru!

Follow akun media sosial Seputar Banyumas dan jangan lewatkan kabar penting seputar Banyumas dan sekitarnya!
FacebookSuka
XMengikuti
InstagramMengikuti
YoutubeSubscribe
TiktokMengikuti

Mungkin Anda Suka

Isra Miraj, siswa SRMP bersihkan Masjid
BanjarnegaraRisalah

Peringati Isra Miraj, Siswa SRMP 27 Banjarnegara Bersihkan Masjid, Tanamkan Nilai Ibadah Sejak Dini

Oleh Syarif TM
Muslim
Risalah

Ironi Muslim Zaman Now: Fasih Bicara Agama Tapi Berat Melangkah ke Sajadah

Oleh Bahron Ansori
Sahabat nabi
Risalah

Darah Mengucur Dihajar Kaum Quraisy, Inilah Sosok Sahabat Nabi yang Nyalinya Tak Ciut Baca Al-Quran di Depan Ka’bah

Oleh Bahron Ansori
Kiamat
Risalah

‘Panggilan Cinta dari Langit’ untuk Kita yang Terlalu Sibuk dengan Dunia Padahal Kiamat Sudah di Depan Mata

Oleh Bahron Ansori
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
Ikuti Kami
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan 
  • Kode Etik Jurnalistik
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?