Seputar BanyumasSeputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Pencarian
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Ikuti Kami
© 2025 Seputar Banyumas. All Rights Reserved.
Seputar Banyumas > Artikel > Risalah > Sok Sibuk Tapi Nggak Ada yang Selesai, Ini Pertanda Apa?
Risalah

Sok Sibuk Tapi Nggak Ada yang Selesai, Ini Pertanda Apa?

Bahron Ansori
Terakhir diperbarui: 22 November 2025 08:29
Bahron Ansori
Membagikan
Kesibukan Palsu yang Bikin Produktivitas Menurun
Ilustrasi: orang sedang sibuk kerja. (Sumber: freepik.com)
Membagikan

Jika anda sering merasa sibuk dari pagi sampai malam, tapi ketika ditanya, “Hari ini dapet apa?” kamu cuma bisa meringis. Lalu menjawab, “Ya gitu deh, sibuk aja…” Hati-hati, mungkin kamu sedang terjebak dalam kesibukan palsu—sibuk kelihatan sibuk, tapi kosong pencapaian. Ini masalah serius yang pelan-pelan bisa menggerogoti produktivitas dan mengikis kepercayaan dirimu sendiri.

Contents
  • Kesibukan Palsu: Kenali Dulu Sebelum Terjebak
  • Multitasking dan Distraksi: Musuh Produktivitas
  • Disiplin & Prioritas: Rahasia Kerja Cerdas

Kesibukan Palsu: Kenali Dulu Sebelum Terjebak

Zaman sekarang, sibuk itu sudah seperti status sosial. Semakin sering update story tentang tugas, meeting, atau kerjaan numpuk, semakin merasa penting. Tapi mari jujur, apakah semua itu benar-benar menghasilkan sesuatu? Atau hanya sekadar aktivitas tanpa arah? Sibuk itu bukan prestasi, kalau hasilnya nol. Yang dihargai itu impact, bukan drama kelelahan.

Milenial dan gen Z hidup di era distraksi. Notifikasi, konten FYP, DM, dan deadline bercampur jadi satu dalam layar smartphone. Kita merasa sibuk karena otak kita kehabisan energi untuk berpindah-pindah fokus. Padahal, yang kita butuhkan bukan sibuk, tapi fokus. Fokus menyelesaikan satu hal sampai tuntas, bukan loncat-loncat tanpa hasil.

Baca juga  Pertanda Besar Hari Kiamat: Keluarnya Binatang dari Perut Bumi

Multitasking dan Distraksi: Musuh Produktivitas

Kamu mungkin bilang, “Tapi aku multitasking!” Padahal, otak manusia tidak diciptakan untuk melakukan banyak hal sekaligus dengan kualitas tinggi. Multitasking itu mitos produktivitas. Yang sering terjadi adalah kamu pindah-pindah kerjaan tanpa satupun yang benar-benar selesai. Akhirnya? Stress, cemas, dan merasa gagal padahal kerja terus.

Kalau kamu ingin maju, mulai bedakan antara “kerja keras” dan “kerja cerdas”. Kerja keras itu penting, tapi kerja cerdas itu strategis. Jangan habiskan waktu untuk hal-hal yang tidak membawamu ke tujuan. Evaluasi: apakah aktivitasmu hari ini mendekatkan kamu ke impianmu, atau hanya membuatmu lelah tanpa arah?

Mungkin kamu butuh jeda sejenak, bukan untuk rebahan tanpa tujuan, tapi untuk merenung. Hidup ini terlalu singkat untuk dihabiskan dengan merasa sibuk tapi kosong. Tanyakan pada dirimu: “Apa yang ingin aku capai dalam seminggu ini? Apa yang bisa aku selesaikan hari ini?” Mulailah dari yang kecil, tapi konsisten.

Dan jangan salah, menyelesaikan sesuatu itu bukan soal waktu, tapi soal prioritas. Kamu bisa menyelesaikan tulisan, tugas, atau proyek kecil dalam waktu singkat kalau kamu berhenti menunda dan benar-benar duduk untuk melakukannya. Kadang kita butuh dipaksa diam untuk benar-benar bekerja.

Baca juga  Tantangan Besar Menggapai Keutamaan Ahlul Qur’an di Era Modern

Disiplin & Prioritas: Rahasia Kerja Cerdas

Kuncinya ada di disiplin. Disiplin itu bukan berarti kamu nggak boleh istirahat, tapi kamu tahu kapan harus berhenti main, dan mulai kerja. Disiplin itu komitmen jangka panjang terhadap tujuan yang kamu yakini penting. Kalau kamu mau hasil luar biasa, kamu juga harus mau kerja dengan konsisten.

Satu hal lagi yang penting: berhenti menyalahkan keadaan. Kalau kamu terus berkata “aku sibuk karena disuruh orang lain”, “aku kelelahan karena sistem ini nggak adil”, maka kamu akan terus terjebak dalam pola yang sama. Ambil kendali. Jadilah pemimpin atas waktumu sendiri. Hidupmu, tanggung jawabmu.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Insyirah:7-8, “Maka apabila kamu telah selesai dari suatu urusan, tetaplah bekerja keras untuk urusan yang lain. Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.” Ayat ini bukan hanya tentang ibadah, tapi juga tentang etos kerja: selesai satu tugas, lanjut ke tugas lain dengan semangat dan harapan hanya pada Allah.

Ingat, dunia tidak menunggu kita. Waktu berjalan, usia bertambah, dan peluang tidak selamanya terbuka. Jangan jadi orang yang sibuk tapi tidak punya warisan amal. Jadilah generasi yang produktif, bukan reaktif. Jangan hanya hidup untuk terlihat sibuk, tapi hiduplah untuk menyelesaikan misi hidupmu.

Baca juga  Rasa Malu Mulai Hilang di Tengah Masyarakat, Ini Tanda-tandanya

Akhirnya, kamu harus sadar bahwa keberkahan itu datang bukan dari seberapa sibuk kamu, tapi seberapa tuntas kamu mengerjakan amanahmu. Selesaikan satu demi satu, fokus, tenang, dan yakin bahwa setiap usaha tidak akan sia-sia. Hidup bukan tentang terlihat sibuk, tapi tentang meninggalkan jejak yang berarti. Yuk, mulai berbenah. Sekarang!

 

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!

TAG:cara agar lebih fokus bekerjakesibukan palsumengatasi diatraksi saat kerja
Artikel Sebelumnya img 20250609 wa0013 Ditemukan di Kebun Jahe, Misteri Jasad Bayi Perempuan Gegerkan Warga Pegadingan Cipari Cilacap Ditemukan di Kebun Jahe, Misteri Jasad Bayi Perempuan Gegerkan Warga Pegadingan Cipari Cilacap
Artikel Selanjutnya Ketua DPRD Jateng Sumanto Tawuran Kian Marak, Ketua DPRD Jawa Tengah Usul Dinas Gelar Kompetisi Beladiri
Caps academy
Caps
IMG-20251124-WA0000

Tetap Update Berita Terbaru!

Follow akun media sosial Seputar Banyumas dan jangan lewatkan kabar penting seputar Banyumas dan sekitarnya!
FacebookSuka
XMengikuti
InstagramMengikuti
YoutubeSubscribe
TiktokMengikuti

Mungkin Anda Suka

Hilangkan sifat malas dalam ibadah
Risalah

7 Cara Menghilangkan Sifat Malas dalam Ibadah

Oleh Bahron Ansori
UAS
CilacapRisalah

UAS Safari Dakwah di Alun-alun Cilacap, Jamaah Membludag

Oleh Faiz Ardani
Fenomena akhir zaman kiamat
Risalah

Apa Saja Fenomena Akhir Zaman yang Sudah Terlihat Saat Ini? 

Oleh Bahron Ansori
Kiat Membangun Rumah Tangga Sakinah Mawaddah Rahmah
Risalah

7 Kiat Membangun Rumah Tangga Sakinah Mawaddah Warahmah

Oleh Bahron Ansori
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
Ikuti Kami
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan 
  • Kode Etik Jurnalistik
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?