Menjenguk Orang Sakit, Amalan Sederhana Ternyata Berpahala Besar

Heri C
Ilustrasi jenguk orang sakit. (Foto: Freepik)

Menjenguk orang sakit adalah amalan sederhana, namun memiliki pahala besar di sisi Allah SWT. Dalam hadis riwayat Muslim, dari Tsauban, budak Rasulullah SAW, Nabi bersabda, “Barang siapa menjenguk orang sakit, maka ia senantiasa berada di kebun-kebun surga hingga ia kembali.” (HR. Muslim).

Hadis tersebut menegaskan bahwa setiap langkah seorang Muslim yang menjenguk saudaranya yang sakit bernilai ibadah dan mendatangkan rahmat.

Menjenguk orang sakit bukan sekadar tradisi sosial. Tindakan ini merupakan bentuk nyata kepedulian dan kasih sayang terhadap sesama. Kehadiran orang yang menjenguk dapat menjadi penguat hati, menumbuhkan semangat, serta menghadirkan harapan bagi mereka yang sedang diuji dengan sakit. Perhatian sederhana dan doa tulus kerap menjadi penopang batin yang sangat berarti.

Selain itu, menjenguk orang sakit juga melatih kepekaan dan empati. Seseorang belajar merasakan penderitaan orang lain serta menyadari pentingnya tanggung jawab sosial. Islam mengajarkan bahwa kehidupan seorang mukmin tidak terlepas dari mukmin lainnya. Mereka terikat dalam persaudaraan iman untuk saling menolong dan menguatkan.

Baca juga  Jangan Tertipu Penampilan! Ini Alasan Mengapa Bicara Amanah Tak Menjamin Seseorang Menepati Janji

Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur’an surat At-Taubah ayat 71 yang menyatakan bahwa orang-orang beriman, laki-laki dan perempuan, adalah penolong bagi satu sama lain. Mereka diperintahkan untuk berbuat makruf, mencegah kemungkaran, menegakkan salat, menunaikan zakat, serta taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Allah menjanjikan rahmat bagi mereka.

Dalam hadis sahih lainnya, Nabi juga menggambarkan kaum mukmin seperti satu tubuh. Jika satu bagian tubuh sakit, maka seluruh tubuh turut merasakan sakit dan tidak bisa tidur. Gambaran ini menunjukkan kuatnya ikatan persaudaraan dalam Islam.

Karena itu, ketika seorang mukmin sakit dan berada dalam kondisi lemah, ia membutuhkan dukungan, baik secara fisik maupun mental. Kunjungan dari saudara seiman menjadi simbol persaudaraan yang hidup—menguatkan yang lemah, menghibur yang gelisah, dan meneguhkan harapan di tengah ujian.

Di balik amalan ini tersimpan ganjaran besar. Setiap langkah untuk menjenguk, setiap doa yang dipanjatkan, dan setiap kalimat penguat yang diucapkan menjadi pahala di sisi Allah SWT.

 

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!

Baca juga  Apa Gunanya Syahadat Jika Sujud Saja Enggan? Menelisik Paradoks Iman yang Kian Mengkhawatirkan