Layanan PSO KAI Sentuh 2,2 Juta Penumpang di Daop 5 Purwokerto, Bukti Nyata Pemerataan Transportasi

Faiz Ardani
Sejumlah penumpang saat memadati stasiun Purwokerto. (Dok KAI Daop 5)
IMG 20250529 WA0002 Layanan PSO KAI Sentuh 2,2 Juta Penumpang di Daop 5 Purwokerto, Bukti Nyata Pemerataan Transportasi
Sejumlah penumpang saat memadati stasiun Purwokerto. (Dok KAI Daop 5)

SEPUTARBANYUMAS.COM – Komitmen PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk menghadirkan transportasi publik yang terjangkau dan inklusif terus diwujudkan melalui skema tarif bersubsidi atau Public Service Obligation (PSO). Di wilayah Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto, layanan ini telah dinikmati oleh lebih dari 2,2 juta pelanggan sejak tahun 2022 hingga 2025.

Tepatnya, sebanyak 2.268.506 pelanggan telah merasakan manfaat PSO yang dihadirkan pemerintah melalui KAI. Angka ini menjadi bukti nyata bahwa subsidi transportasi tidak hanya soal tarif murah, tetapi juga tentang keadilan akses mobilitas bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya di wilayah Jawa Tengah bagian barat dan sekitarnya.

“PSO adalah bentuk nyata dukungan pemerintah melalui DJKA Kemenhub dan KAI Group untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat luas. Ini bukan sekadar subsidi, tapi solusi konkret untuk keadilan akses transportasi,” ujar Krisbiyantoro, Manager Humas Daop 5 Purwokerto.

Adapun rincian jumlah pelanggan bersubsidi yang dilayani Daop 5 sejak tahun 2022 sebagai berikut:

2022: 498.411 pelanggan

2023: 681.490 pelanggan

2024: 805.277 pelanggan

Baca juga  Fenomena Padel: Dari Booming di Swedia, Kini Naik Daun di Purwokerto

2025 (hingga Mei): 283.328 pelanggan

Total: 2.268.506 pelanggan

Pertumbuhan jumlah pelanggan bersubsidi ini tidak lepas dari peran strategis Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan sebagai penyusun kebijakan, pengawas layanan, serta pengalokasi anggaran PSO secara berkelanjutan.

“PSO harus dilihat sebagai investasi masa depan yang berkelanjutan. KAI berkomitmen terus bersinergi lintas sektor agar kereta api makin menjadi andalan—lebih aman, efisien, inklusif, dan ramah lingkungan,” tutup Krisbiyantoro.