Seputar BanyumasSeputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Pencarian
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Ikuti Kami
© 2025 Seputar Banyumas. All Rights Reserved.
Seputar Banyumas > Artikel > Purbalingga > Permen Davos Purbalingga Raih Produktivitas Paramakarya di Naker Award 2025
Purbalingga

Permen Davos Purbalingga Raih Produktivitas Paramakarya di Naker Award 2025

Budi Pekerti
Terakhir diperbarui: 10 Desember 2025 10:36
Budi Pekerti
Membagikan
Permen Davos Purbalingga Raih Penghargaan
Menaker Yassierli menyerahkan penghargaan Paramakarya kepada Direktur PT Slamet Langgeng Nicodermus Hardi. (Foto : Dok PT Slamet Langgeng)
Membagikan

Permen Davos Purbalingga  meraih Penghargaan Produktivitas Paramakarya pada rangkaian Naker Inspirational Leadership Award 2025 yang diselenggarakan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Penghargaan ini diberikan  kepada PT Slamet Langgeng yang merupakan perusahaan yang memproduksi permen Davos, pada malam penganugerahan, Minggu (8/12/2025)  di Balai Kartini, Jakarta.

Permen Davos Mampu Tunjukkan Konsistensi

Paramakarya merupakan penghargaan peningkatan produktivitas tingkat nasional yang diberikan kepada perusahaan yang dinilai mampu menunjukkan peningkatan dan konsistensi kinerja selama tiga tahun terakhir. Sebelum mencapai tahap nasional, PT Slamet Langgeng terlebih dahulu meraih Penghargaan Sidhakarya di tingkat provinsi, yang menjadi gerbang seleksi menuju kompetisi Paramakarya.

Keberhasilan memperoleh Paramakarya menguatkan posisi PT Slamet Langgeng sebagai perusahaan dengan kinerja produktivitas yang stabil dan berkelanjutan. Dalam proses seleksi, Kemnaker meninjau aspek kepemimpinan, strategi, kualitas proses produksi, manajemen SDM, hingga pencapaian usaha. PT Slamet Langgeng terpilih berkat keberhasilannya menjaga mutu produksi, meningkatkan efisiensi, serta mempertahankan daya saing di tengah dinamika industri.

 

Permen Davos Menyimpan Kisah Panjang

Di balik prestasi tersebut, permen Davos dan PT Slamet Langgeng menyimpan kisah panjang yang sangat dekat dengan masyarakat Indonesia. Selama hampir satu abad, permen Davos telah menjadi bagian dari memori kolektif banyak keluarga. Bagi sebagian orang, Davos adalah permen sederhana yang selalu dibawa pulang orang tua atau kakek-nenek usai berbelanja di pasar tradisional; bagi yang lain, Davos mengingatkan pada perjalanan naik bus antar kota ketika permen mint putih itu menjadi teman setia di perjalanan. Rasa khas Davos menjadikannya bukan sekadar produk, tetapi simbol nostalgia lintas generasi.

Baca juga  Perempuan di Purbalingga Ditemukan Meninggal Dunia di Rumah Kontrakan, Polisi Lakukan Penyelidikan 

 

Berbekal Dedikasi Pekerja Lokal

 

Permen Davos Raih Penghargaan Paramakarya
Direktur PT Slamet Langgeng dan karyawan bersama penghargaan Paramakarya. (Foto :Dok PT Slamet Langgeng)

Di pabriknya di Purbalingga, Jawa Tengah, keberlanjutan Davos tidak hanya bergantung pada mesin dan teknologi, tetapi juga berbekal  pada tangan dan dedikasi para pekerja lokal yang selama puluhan tahun menjaga kualitas produksi. Tidak sedikit di antara mereka yang bekerja lintas generasi, meneruskan keahlian orang tua mereka dalam meracik permen mint yang ikonik ini. Penghargaan produktivitas tahun ini sekaligus menjadi apresiasi terhadap mereka—para pekerja yang menjaga ritme, ketelitian, dan tradisi produksi Davos sejak 1931.

 

“Penghargaan Paramakarya ini merupakan pencapaian penting dalam perjalanan panjang perusahaan kami. Ini bukti bahwa tradisi hanya bisa bertahan jika disertai perbaikan berkelanjutan,” ujar Nicodemus Hardi, Direktur Marketing PT Slamet Langgeng sekaligus generasi keempat keluarga pendiri. “Kami bersyukur upaya seluruh tim mendapat pengakuan dari pemerintah. Ke depan, kami akan terus memperkuat kualitas produksi dan meningkatkan kapasitas tenaga kerja agar permen Davos tetap relevan lintas generasi.”

 

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Prof. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D, yang menegaskan kembali pentingnya perusahaan nasional dalam membangun ketahanan industri dan mempertahankan budaya produktivitas yang berkelanjutan.

Baca juga  Optik I See You Buka Outlet, Wabup Dimas : Dukungan Nyata Iklim Investasi Lokal di Purbalingga

 

 

Sejarah Permen Davos

 

PT Slamet Langgeng didirikan pada 28 Desember 1931 di Purbalingga, Jawa Tengah. Dikenal sebagai produsen permen mint Davos, perusahaan ini menjadi salah satu ikon industri makanan ringan Indonesia. Dengan warisan hampir satu abad dan kepemimpinan yang kini berada di tangan generasi keempat, PT Slamet Langgeng terus mengembangkan kualitas produksi serta memberdayakan tenaga kerja lokal untuk memperkuat industri daerah.

TAG:ParamakaryaPermen davosPT Slamet Langgeng
Artikel Sebelumnya Proses Hukum Batasi Pencabutan Izin Tambang Granit PT Dinar Batu Agung di Baseh Banyumas  Proses Hukum Batasi Pencabutan Izin Tambang Granit PT Dinar Batu Agung di Baseh Banyumas 
Artikel Selanjutnya Bansos Terhenti? Banyak Penerima BLT Dicorer Karena Terindikasi Judi Online Bansos 2025 Terhenti? Banyak Penerima BLT Dicoret Karena Terindikasi Judi Online
TAHUN BARU
HUT PBG 25
HUT PBG 25 HR IRAWAN
HUT PBG 25 MKKS
HUT PBG 25 MUKODAM

Tetap Update Berita Terbaru!

Follow akun media sosial Seputar Banyumas dan jangan lewatkan kabar penting seputar Banyumas dan sekitarnya!
FacebookSuka
XMengikuti
InstagramMengikuti
YoutubeSubscribe
TiktokMengikuti

Mungkin Anda Suka

Evaluasi Kader JKN
BanjarnegaraKebumenPurbalingga

Kader JKN Disiapkan Lebih Profesional, BPJS Kesehatan Kebumen Gelar Evaluasi

Oleh Syarif TM
Kapolres Purbalingga
BeritaPurbalingga

Kapolres Purbalingga AKBP Anita Indah Setyaningrum, Polwan Pertama Pimpin Korps Kepolisian Purbalingga

Oleh Budi Pekerti
Remaja
Purbalingga

Remaja Di Purbalingga Ditemukan Meninggal Dunia di Kandang Ayam

Oleh Budi Pekerti
Patanjala
Purbalingga

Patanjala Tanam Pohon dan Gelar Ritual di Desa Talagening

Oleh Budi Pekerti
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
Ikuti Kami
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan 
  • Kode Etik Jurnalistik
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?