Permen Davos Purbalingga meraih Penghargaan Produktivitas Paramakarya pada rangkaian Naker Inspirational Leadership Award 2025 yang diselenggarakan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Penghargaan ini diberikan kepada PT Slamet Langgeng yang merupakan perusahaan yang memproduksi permen Davos, pada malam penganugerahan, Minggu (8/12/2025) di Balai Kartini, Jakarta.
Permen Davos Mampu Tunjukkan Konsistensi
Paramakarya merupakan penghargaan peningkatan produktivitas tingkat nasional yang diberikan kepada perusahaan yang dinilai mampu menunjukkan peningkatan dan konsistensi kinerja selama tiga tahun terakhir. Sebelum mencapai tahap nasional, PT Slamet Langgeng terlebih dahulu meraih Penghargaan Sidhakarya di tingkat provinsi, yang menjadi gerbang seleksi menuju kompetisi Paramakarya.
Keberhasilan memperoleh Paramakarya menguatkan posisi PT Slamet Langgeng sebagai perusahaan dengan kinerja produktivitas yang stabil dan berkelanjutan. Dalam proses seleksi, Kemnaker meninjau aspek kepemimpinan, strategi, kualitas proses produksi, manajemen SDM, hingga pencapaian usaha. PT Slamet Langgeng terpilih berkat keberhasilannya menjaga mutu produksi, meningkatkan efisiensi, serta mempertahankan daya saing di tengah dinamika industri.
Permen Davos Menyimpan Kisah Panjang
Di balik prestasi tersebut, permen Davos dan PT Slamet Langgeng menyimpan kisah panjang yang sangat dekat dengan masyarakat Indonesia. Selama hampir satu abad, permen Davos telah menjadi bagian dari memori kolektif banyak keluarga. Bagi sebagian orang, Davos adalah permen sederhana yang selalu dibawa pulang orang tua atau kakek-nenek usai berbelanja di pasar tradisional; bagi yang lain, Davos mengingatkan pada perjalanan naik bus antar kota ketika permen mint putih itu menjadi teman setia di perjalanan. Rasa khas Davos menjadikannya bukan sekadar produk, tetapi simbol nostalgia lintas generasi.
Berbekal Dedikasi Pekerja Lokal

Di pabriknya di Purbalingga, Jawa Tengah, keberlanjutan Davos tidak hanya bergantung pada mesin dan teknologi, tetapi juga berbekal pada tangan dan dedikasi para pekerja lokal yang selama puluhan tahun menjaga kualitas produksi. Tidak sedikit di antara mereka yang bekerja lintas generasi, meneruskan keahlian orang tua mereka dalam meracik permen mint yang ikonik ini. Penghargaan produktivitas tahun ini sekaligus menjadi apresiasi terhadap mereka—para pekerja yang menjaga ritme, ketelitian, dan tradisi produksi Davos sejak 1931.
“Penghargaan Paramakarya ini merupakan pencapaian penting dalam perjalanan panjang perusahaan kami. Ini bukti bahwa tradisi hanya bisa bertahan jika disertai perbaikan berkelanjutan,” ujar Nicodemus Hardi, Direktur Marketing PT Slamet Langgeng sekaligus generasi keempat keluarga pendiri. “Kami bersyukur upaya seluruh tim mendapat pengakuan dari pemerintah. Ke depan, kami akan terus memperkuat kualitas produksi dan meningkatkan kapasitas tenaga kerja agar permen Davos tetap relevan lintas generasi.”
Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Prof. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D, yang menegaskan kembali pentingnya perusahaan nasional dalam membangun ketahanan industri dan mempertahankan budaya produktivitas yang berkelanjutan.
Sejarah Permen Davos
PT Slamet Langgeng didirikan pada 28 Desember 1931 di Purbalingga, Jawa Tengah. Dikenal sebagai produsen permen mint Davos, perusahaan ini menjadi salah satu ikon industri makanan ringan Indonesia. Dengan warisan hampir satu abad dan kepemimpinan yang kini berada di tangan generasi keempat, PT Slamet Langgeng terus mengembangkan kualitas produksi serta memberdayakan tenaga kerja lokal untuk memperkuat industri daerah.







