Nyeri haid atau dismenore masih menjadi keluhan paling umum yang dialami remaja putri. Meski kerap dianggap wajar, kondisi ini tak jarang mengganggu aktivitas harian hingga menurunkan konsentrasi belajar. Banyak remaja pun memilih mengonsumsi obat pereda nyeri secara mandiri, meski berisiko menimbulkan efek samping bila digunakan berlebihan.
Menjawab persoalan tersebut, tim peneliti dari Universitas Amikom Purwokerto menghadirkan pendekatan berbeda. Melalui inovasi non-farmakologis, mereka menguji efektivitas kombinasi pijat dan aromaterapi kayumanis sebagai alternatif penanganan dismenore pada remaja di Kabupaten Cilacap.
Dismenore Kerap Dikeluhkan Remaja
Penelitian ini dikolaborasikan oleh dosen Gita Ayu Indria bersama mahasiswa Program Studi Diploma III Fakultas Kesehatan. Intervensi yang diterapkan meliputi Slow Stroke Back Massage, Counterpressure Massage, serta penggunaan aromaterapi kayumanis yang dikenal memiliki efek relaksasi dan penghilang nyeri.
“Pendekatan ini dipilih karena relatif aman, mudah diterapkan, dan dapat diakses oleh masyarakat luas, khususnya remaja,” ujar Gita, Rabu (17/12/2025).

Pelaksanaan penelitian di Cilacap dinilai memiliki nilai strategis. Dari sisi akademik, kegiatan ini memberi pengalaman langsung bagi mahasiswa dalam menerapkan teori ke praktik penelitian klinis berbasis komunitas. Sementara dari perspektif kesehatan masyarakat, hasil studi ini diharapkan dapat menjadi rujukan penanganan dismenore di fasilitas layanan kesehatan primer.
Jika terbukti efektif, kombinasi pijat dan aromaterapi kayumanis berpotensi diterapkan sebagai protokol pendamping, bahkan alternatif, pengganti obat pereda nyeri di Puskesmas maupun Posyandu Remaja. Dengan demikian, risiko ketergantungan obat dan efek samping farmakologis dapat diminimalkan.
Selain itu, penggunaan aromaterapi berbahan alami dinilai sejalan dengan pendekatan kearifan lokal yang mudah diterima masyarakat. Remaja putri pun didorong untuk lebih mandiri dalam mengelola kesehatan reproduksi mereka secara aman dan alami.
Penelitian ini menjadi bukti nyata komitmen dunia akademik dalam berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat. Kolaborasi dosen dan mahasiswa Universitas Amikom Purwokerto tersebut diharapkan mampu memberikan harapan baru bagi remaja putri di Cilacap agar dapat menjalani masa menstruasi dengan lebih nyaman dan tetap produktif.








