Seputar BanyumasSeputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Pencarian
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Ikuti Kami
© 2025 Seputar Banyumas. All Rights Reserved.
Seputar Banyumas > Artikel > Cilacap > 1.400 Nelayan Cilacap ke Jakarta, Tolak Naturalisasi Kapal Asing
CilacapNasional

1.400 Nelayan Cilacap ke Jakarta, Tolak Naturalisasi Kapal Asing

Faiz Ardani
Terakhir diperbarui: 19 Desember 2025 07:53
Faiz Ardani
Membagikan
Nelayan
Ribuan nelayan Cilacap ikut turun aksi damai di kantor KKP, dengan membentangkan spanduk aspirasi. (Faiz Ardani).
Membagikan

Sebanyak 1.400 nelayan dan pelaku usaha perikanan yang tergabung dalam Solidaritas Nelayan Indonesia (SNI) Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, diberangkatkan menuju Jakarta, Rabu (17/12/2025) malam. Mereka bergabung dalam aksi damai nasional di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kamis (18/12/2025).

Ribuan nelayan tersebut diberangkatkan menggunakan 28 armada bus yang telah disiapkan panitia. Titik kumpul keberangkatan dipusatkan di Kantor SNI Cilacap sebelum rombongan bertolak menuju Ibu Kota.

Ribuan Nelayan Cilacap Turun ke Jakarta

Aksi tersebut diikuti belasan ribu nelayan dan pelaku usaha perikanan dari berbagai daerah di Indonesia. Massa menyuarakan penolakan terhadap sejumlah kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan yang dinilai belum berpihak pada masyarakat pesisir dan pelaku usaha perikanan lokal.

Salah satu tuntutan utama dalam aksi itu adalah penolakan terhadap rencana naturalisasi kapal asing di Indonesia. Mereka menilai kebijakan tersebut berpotensi merugikan nelayan tradisional dan mengancam keberlangsungan ekonomi masyarakat pesisir.

Nelayan
Nelayan dan pengusaha perikanan SNI Cilacap turut aksi damai di KKP. (Faiz Ardani).

Ketua Solidaritas Nelayan Indonesia (SNI) Cilacap, Edy Santoso, mengungkapkan kekhawatirannya jika kebijakan tersebut tetap dijalankan. Menurutnya, masuknya kapal asing akan berdampak langsung terhadap daya saing nelayan lokal.

Baca juga  Bupati Syamsul Siap Fasilitasi Ruang Ekspresi untuk Seniman Lokal Cilacap

“Kami khawatir kalau kebijakan ini tidak dibatalkan, ekonomi nelayan lokal akan terancam. Peralatan kami masih tradisional, sementara kapal asing teknologinya jauh lebih canggih,” ujar Edy.

Edy juga menyinggung rencana perluasan pelabuhan di Cilacap yang dinilai berpotensi membuka peluang masuknya kapal-kapal asing ke perairan setempat.

“Kami khawatir nanti ada kapal asing yang masuk ke Cilacap. Ini tentu berdampak besar bagi nelayan lokal,” tambahnya.

Melalui aksi damai tersebut, nelayan berharap aspirasi mereka mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat, khususnya Presiden Prabowo Subianto. Mereka meminta kebijakan perikanan nasional benar-benar berpihak pada nelayan dan pelaku usaha perikanan dalam negeri.

Edy menyebutkan, aspirasi nelayan Cilacap telah disampaikan dalam audiensi dengan Wakil Menteri dan Direktur Jenderal KKP. Salah satu poin yang disampaikan adalah kekhawatiran terhadap dampak perluasan pelabuhan di Cilacap.

“Alhamdulillah, aspirasi kami ditanggapi dengan baik. Kami juga dijadwalkan akan mengikuti rapat dengan DPR RI bersama KKP pada 6 Januari 2026,” ungkapnya.

Koordinator SNI Cilacap, Agustina, menambahkan pelaku usaha perikanan di Cilacap juga meminta keringanan retribusi tambat labuh kapal fresh. Menurutnya, hasil tangkapan ikan bersifat musiman, sementara biaya tambat labuh dinilai cukup memberatkan.

Baca juga  Bupati Syamsul: Pengamanan Titik Vital hingga Kesiapan Bencana Jadi Prioritas Jelang Nataru

“Kalau tidak musim, kapal bisa berhenti sampai enam bulan dan biaya tambat labuh jadi berat. Kami minta ada perhatian soal ini,” kata Agustina.

Selain itu, pihaknya juga meminta agar Harga Acuan Ikan (HAI) serta indeks tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) kapal ditinjau ulang. Agustina menyebut indeks tarif PNBP saat ini untuk Kapal di bawah 30GT berada di kisaran 5 persen.

“Kami tidak keberatan berkontribusi untuk negara, itu kewajiban kami. Tapi jangan sampai memberatkan nelayan. Kami berharap kebijakannya lebih bersahabat,” pungkasnya.

TAG:aksi nelayandemo KKPkebijakan perikanannaturalisasi kapal asingnelayan cilacapnelayan indonesiaperikanan nasionalsolidaritas nelayan indonesiatolak kapal asing
Artikel Sebelumnya Bupati Cilacap Doa Bersama Tahun Baru, Bupati Cilacap: Kalau Besok Masih Sama, Kita Merugi!
Artikel Selanjutnya Lolos Seleksi Administrasi Komisaris PT BPR BKK Cilacap Hanya Satu Nama Lolos Seleksi Administrasi Komisaris BPR BKK Cilacap, Ini Sosoknya
TAHUN BARU
HUT PBG 25
HUT PBG 25 HR IRAWAN
HUT PBG 25 MKKS
HUT PBG 25 MUKODAM

Tetap Update Berita Terbaru!

Follow akun media sosial Seputar Banyumas dan jangan lewatkan kabar penting seputar Banyumas dan sekitarnya!
FacebookSuka
XMengikuti
InstagramMengikuti
YoutubeSubscribe
TiktokMengikuti

Mungkin Anda Suka

Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Cilacap, Hari Winarno memberikan keterangan terkait percepatan tender. (Faiz Ardani).
Cilacap

Pemkab Cilacap Kebut Lelang Proyek 2026, PBJ Jemput Bola ke OPD

Oleh Faiz Ardani
imigrasi cilacap
Cilacap

Imigrasi Cilacap Deportasi WN Taiwan, Overstay Lebih 60 Hari

Oleh Faiz Ardani
Wisata cilacap
CilacapPlesiran

Jelajahi Wisata Cilacap Gratis Tiket Masuk, Destinasi Alam Eksotis Tanpa Biaya

Oleh Kurnia
Wijayakusuma fc
CilacapOlahraga

Laga Wijayakusuma FC vs Persibat Diundur

Oleh Djamal SG
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
Ikuti Kami
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan 
  • Kode Etik Jurnalistik
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?