Golaga atau Goa Lawa Purbalingga menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan untuk menikmati waktu jelang berakhirnya libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Berada di kaki Gunung Slamet, objek wisata alam ini menawarkan pengalaman berbeda melalui keindahan goa alami yang dipadukan dengan suasana sejuk pegunungan, cocok untuk melepas penat sebelum kembali ke aktivitas rutin.
Terletak di Desa Siwarak, Kecamatan Karangreja, Goa Lawa Purbalingga dikenal sebagai salah satu goa lava terpanjang di Pulau Jawa.
Pada momen libur panjang seperti Nataru, kawasan Golaga ramai dikunjungi wisatawan keluarga, rombongan pelajar, hingga wisatawan luar daerah yang ingin menghabiskan waktu dengan wisata edukatif dan rekreasi alam.
Daya Tarik Golaga Purbalingga
Daya tarik utama Golaga Goa Lawa Purbalingga terletak pada keindahan interior goa yang masih alami.
Ornamen batuan goa yang terbentuk secara alami, aliran air bawah tanah yang mempesona, serta aliran hawa sejuk di dalam goa memberikan pengalaman wisata yang unik dan menenangkan.
Wisatawan dapat menyusuri lorong-lorong goa sambil menikmati formasi stalaktit dan stalagmit yang diterangi pencahayaan artistik.
Suhu udara yang lebih dingin dibandingkan wilayah perkotaan membuat Golaga menjadi tempat ideal untuk menikmati sisa libur Nataru.
Selain menjelajah goa, pengunjung juga dapat bersantai di area luar sambil menikmati panorama alam pegunungan yang asri.
Nama-Nama Bagian dalam Goa Lawa Purbalingga
Goa Lawa Purbalingga memiliki sejumlah bagian yang dikenal dengan nama-nama khas, mencerminkan bentuk batuan maupun cerita lokal yang berkembang. Nama-nama bagian ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan karena menambah nilai edukasi dan imajinasi selama berwisata.
Berikut adalah beberapa bagian dalam Goa Lawa Purbalingga yang sering dilalui pengunjung:
– Batu Semar , formasi batuan yang menyerupai tokoh pewayangan.
– Waringin Seto , area dengan struktur batu besar yang menyerupai pohon beringin.
– Goa Istana Lawa , salah satu bagian terluas yang kerap menjadi favorit wisatawan.
– Goa Dada Lawa , dinamai berdasarkan bentuk dinding goa yang mirip dengan dada kelelawar atau lawa dalam Bahasa Jawa.
– Batu Keris , formasi batuan memanjang menyerupai senjata tradisional.
– Goa Cepet , lorong goa dengan jalur yang relatif sempit.
– Goa Ratu Ayu , bagian goa yang dikenal dengan keindahan ornamen batuannya.
Penataan jalur wisata yang aman membuat pengunjung dapat menikmati setiap bagian goa dengan nyaman, termasuk bagi wisatawan yang baru pertama kali menjelajah goa alam.
Harga Tiket Masuk Golaga
Harga tiket masuk Golaga Goa Lawa Purbalingga masih tergolong terjangkau. Wisatawan dikenakan tarif sebesar Rp20.000 untuk weekdays yakni Senin-Jumat.
Sedangkan, di akhir pekan atau weekend (Sabtu-Minggu) sebesar Rp25.000 per orang. Biaya tambahan dapat dikenakan untuk wahana tertentu atau fasilitas pendukung lainnya.
Jam Operasional Golaga Goa Lawa Purbalingga
Golaga Goa Lawa Purbalingga dibuka setiap hari dengan jam operasional mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Wisatawan disarankan datang lebih pagi agar dapat menikmati seluruh area wisata, terutama saat puncak libur Nataru ketika jumlah pengunjung cenderung meningkat.
Golaga Goa Lawa Purbalingga menjadi pilihan tepat untuk menikmati waktu jelang berakhirnya libur Nataru. Perpaduan keindahan goa alam, udara sejuk, serta fasilitas pendukung seperti Taman Lokaria menjadikan destinasi ini tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga bernilai rekreasi dan edukasi. Dengan harga tiket yang terjangkau dan akses yang mudah, Golaga tetap menjadi andalan wisata alam Purbalingga yang layak dikunjungi.
***
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!







