UPAYA mewujudkan birokrasi yang bersih dan melayani terus diperkuat oleh Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banjarnegara. Sebagai bentuk keseriusan menuju Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) Tahun 2026, seluruh jajaran Rutan Banjarnegara menandatangani komitmen bersama, Senin (19/1/2026).
Penandatanganan komitmen ini diikuti oleh seluruh pegawai Rutan Banjarnegara, mulai dari pejabat struktural hingga petugas pelaksana. Langkah ini menjadi titik awal penguatan reformasi birokrasi yang berkelanjutan di lingkungan pemasyarakatan Banjarnegara.
Kepala Rutan Kelas IIB Banjarnegara, Dodik Harmono, menegaskan bahwa komitmen bersama ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari proses perubahan mendasar dalam tata kelola dan budaya kerja.
“Penandatanganan ini merupakan wujud keseriusan kami dalam membangun zona integritas. Bukan hanya formalitas, tetapi komitmen untuk mengubah sikap, perilaku, dan budaya kerja seluruh petugas,” ujar Dodik.
Zona Integritas Butuh Konsistensi dan Komitmen Tinggi
Ia menyampaikan, pencapaian predikat WBK maupun WBBM membutuhkan konsistensi dan kesungguhan seluruh jajaran. Melalui komitmen bersama terkait zona integritas ini, Rutan Banjarnegara meneguhkan tekad untuk memberikan pelayanan yang profesional, bebas dari praktik korupsi, serta berorientasi pada kepuasan masyarakat dan warga binaan.
Target meraih predikat WBK atau WBBM pada 2026 akan ditempuh melalui penguatan enam area perubahan, yakni manajemen perubahan, penataan tata laksana, penataan sistem manajemen sumber daya manusia, penguatan akuntabilitas kinerja, penguatan pengawasan, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Enam area perubahan ini menjadi fokus utama dalam mendorong reformasi birokrasi yang berdampak nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.
Dengan penandatanganan komitmen zona integritas tersebut, Rutan Banjarnegara berkomitmen meningkatkan integritas dan profesionalisme petugas, memperkuat pengawasan internal, serta memastikan seluruh layanan pemasyarakatan berjalan sesuai standar dan bebas dari penyimpangan.
“Harapannya, kami dapat menghadirkan pelayanan publik yang prima, transparan, dan humanis, baik bagi masyarakat maupun warga binaan,” katanya.
Ia optimistis, komitmen bersama ini akan memacu semangat seluruh jajaran untuk terus melakukan pembenahan dan inovasi layanan secara berkelanjutan, sekaligus mendukung terwujudnya reformasi birokrasi yang bersih dan melayani menuju WBK–WBBM 2026.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!






