Gus Wabup Ajak Warga Binaan Rutan Banjarnegara Menjemput Hidayah di Bulan Ramadan

Syarif TM
Wakil Bupati Banjarnegara KH Wakhid Jumali mengajak warga binaan Rutan Banjarnegara menjemput hidayah di bulan Ramadan melalui taubat, ilmu agama, dan pembinaan pesantren At Taubah. (dok. kominfo)

Tausiyah Ramadan, Warga Binaan Didorong Memperbaiki Diri dari Balik Jeruji

WAKIL Bupati Banjarnegara, KH Wakhid Jumali, mengajak para warga binaan di Rumah Tahanan (Rutan) Banjarnegara untuk menjadikan bulan Ramadan sebagai momentum memperbaiki diri dan menjemput hidayah dari Allah SWT.

Ajakan menjemput hidayah tersebut disampaikan Gus Wakhid saat memberikan tausiyah dalam kegiatan Kajian Ramadan yang digelar di Rutan Kelas IIB Banjarnegara.

Dalam ceramahnya, Gus Wakhid menekankan bahwa salah satu musibah terbesar bagi manusia adalah hilangnya rasa takut kepada Allah SWT. Kondisi tersebut biasanya ditandai dengan sikap meremehkan perbuatan maksiat dan tidak lagi merasa bersalah setelah melakukan dosa.

“Ketika seseorang melakukan dosa tetapi tidak merasa menyesal, itu tanda hati mulai mati. Hilangnya rasa takut kepada Allah merupakan musibah besar bagi manusia,” katanya.

Baca juga  Seni Pertunjukan Dinilai Efektif Kampanyekan Pemberantasan Cukai Ilegal

Manusia Tempat Salah, Namun Pintu Taubat Selalu Terbuka

Menurut Gus Wakhid, manusia pada dasarnya tidak pernah lepas dari kesalahan. Namun Allah SWT selalu membuka pintu ampunan bagi siapa saja yang bersungguh-sungguh ingin memperbaiki diri.

Ia menegaskan bahwa manusia terbaik bukanlah mereka yang tidak pernah berbuat salah, tetapi mereka yang menyadari kesalahannya, menyesal, kemudian bertaubat dan berusaha tidak mengulanginya.

Sebagai teladan, Gus Wakhid mencontohkan akhlak Nabi Muhammad SAW. Meski telah dijamin masuk surga dan terjaga dari dosa, Nabi tetap memperbanyak istighfar serta memohon ampun kepada Allah SWT.

“Jika Nabi yang sudah dijamin surga saja terus memohon ampun, maka kita yang penuh dosa seharusnya lebih banyak lagi beristighfar dan bertaubat,” katanya.

Jadikan Masa Pembinaan sebagai Waktu Menjemput Hidayah

Gus Wakhid yang juga pengasuh Pondok Pesantren Al Fatah Banjarnegara berpesan agar para warga binaan memanfaatkan masa pembinaan di rutan sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri dan menjemput hidayah.

Menurutnya, hidayah tidak datang begitu saja, melainkan harus dijemput dengan usaha, ilmu, dan ketaatan kepada Allah.

Baca juga  Rutan Banjarnegara Jalin Kumunikasi Terkait Limbah Medis

“Gunakan waktu di sini untuk memperbaiki hubungan dengan Allah. Dunia ini sementara, sedangkan akhirat kekal selamanya. Jangan sampai keluar dari sini dengan hati yang sama, mari manfaatkan momentum ramadan ini untuk menjemput hidayah,” ujarnya.

Program Pesantren di Dalam Rutan Banjarnegara

Sementara itu, Kepala Rutan Kelas IIB Banjarnegara Dodik Harmono menjelaskan bahwa kajian bersama Wakil Bupati tersebut merupakan kegiatan rutin yang digelar setiap pekan selama Ramadan.

Ia berharap kegiatan keagamaan seperti ini dapat memberikan pembinaan mental dan spiritual bagi warga binaan, sekaligus memperkuat pemahaman agama mereka.

“Kami berharap ketika mereka kembali ke masyarakat nanti, mereka benar-benar menjadi pribadi yang lebih baik, mampu mengendalikan diri, dan tidak mengulangi kesalahan yang sama,” katanya.

Lebih lanjut Dodik menjelaskan bahwa Rutan Banjarnegara saat ini juga bekerja sama dengan Pondok Pesantren Al Fatah dalam pembinaan keagamaan bagi warga binaan.

Dari kerja sama tersebut lahirlah Pondok Pesantren At Taubah, yang menjadi cabang binaan dari Ponpes Al Fatah dan berada di dalam lingkungan rutan.

Baca juga  Sumber Putus Akibat Longsor, PMI Suplai Ribuan Liter Air Bersih ke Pandanarum

“Melalui program ini, rutan tidak hanya menjadi tempat menjalani hukuman, tetapi juga menjadi ruang pembinaan mental dan spiritual. Para warga binaan bahkan kini akrab disapa sebagai Santri At Taubah,” ujarnya.

Program pembinaan tersebut dilakukan secara rutin setiap hari sebagai bagian dari upaya membentuk karakter dan meningkatkan keimanan para warga binaan selama menjalani masa pembinaan.

*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.