Seputar BanyumasSeputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Pencarian
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Ikuti Kami
© 2025 Seputar Banyumas. All Rights Reserved.
Seputar Banyumas > Artikel > Banjarnegara > Dari Lereng Gunung ke Mancanegara: Produk Olahan Salak Pakelen Naik Kelas Tanpa Pengawet
BanjarnegaraEkonomi

Dari Lereng Gunung ke Mancanegara: Produk Olahan Salak Pakelen Naik Kelas Tanpa Pengawet

Syarif TM
Terakhir diperbarui: 20 Januari 2026 17:22
Syarif TM
Membagikan
tunjukkan produk olahan salak
KWT Desa Pakelen sukses mengembangkan buah salak menjadi aneka produk olahan salak dengan nilai jual tinggi. (dok.kominfo)
Membagikan

BUAH salak pondoh yang selama ini menjadi ikon Kabupaten Banjarnegara kini tak lagi sekadar dijual mentah. Kelompok Wanita Tani (KWT) Putri Gunung Desa Pakelen, Kecamatan Madukara, sukses mengembangkan produk olahan salak seperti sirup dan manisan alami yang lezat, tahan lama, dan berkhasiat.

Contents
  • Tanpa Pemanis Buatan, Produk Olahan Salak Andalkan Resep Tradisional
  • Tembus Singapura dan Malaysia, Tapi Sepi di Kampung Sendiri
  • Solusi Saat Harga Salak Anjlok di Musim Panen
  • Disdagkop Siap Jemput Bola Dukung UMKM Desa

Inovasi olahan salak ini menjadi strategi cerdas warga desa untuk menaikkan kelas komoditas lokal, sekaligus menciptakan alternatif oleh-oleh khas Banjarnegara yang mampu bersaing dengan produk daerah lain.

Setiap hari, KWT Putri Gunung mampu mengolah puluhan kilogram salak menjadi sirup dan manisan dengan cita rasa khas yang mengandalkan kemanisan alami buah.

Tanpa Pemanis Buatan, Produk Olahan Salak Andalkan Resep Tradisional

Berbeda dengan produk sejenis, sirup salak buatan KWT Putri Gunung tidak menggunakan pemanis buatan maupun pengawet kimia. Resep olahan salak ini tetap mempertahankan cara tradisional yang diwariskan turun-temurun.

Baca juga  Peringati Isra Miraj, Siswa SRMP 27 Banjarnegara Bersihkan Masjid, Tanamkan Nilai Ibadah Sejak Dini

“Kami tidak pakai pemanis buatan atau pengawet kimia. Rahasianya ada di takaran gula pasir yang lebih banyak sebagai pengawet alami,” ujar Meli, penggerak KWT Putri Gunung, Selasa (30/1/2026).

Metode tersebut terbukti efektif. Sirup salak mampu bertahan hingga tiga bulan dalam kondisi prima. Bahkan setelah enam bulan, meski warna mulai berubah, rasa dan kualitasnya masih tetap terjaga.

Tak hanya nikmat, sirup salak ini juga dipercaya memiliki khasiat untuk kebugaran tubuh hingga mencegah masuk angin.

Tembus Singapura dan Malaysia, Tapi Sepi di Kampung Sendiri

Potensi produk olahan salak Desa Pakelen sejatinya sangat besar. Produk manisan salak buatan KWT Putri Gunung bahkan telah menembus pasar Singapura, Malaysia, hingga Kalimantan sebagai oleh-oleh khas.

Namun di balik pencapaian itu, terselip ironi. Di daerah asalnya sendiri, minat pasar lokal Banjarnegara justru masih terbilang minim.

“Kalau di luar kota permintaannya bagus, tapi di Banjarnegara sendiri masih sepi. Mungkin belum banyak yang tahu,” kata.

Selain soal popularitas, tantangan lain datang dari permodalan UMKM, terutama karena sistem konsinyasi atau titip jual yang mengharuskan produsen memiliki modal berputar cukup panjang.

Baca juga  Jaga Aset Vital Nasional, BNPT Lakukan Asessment di UBP Mrica

Solusi Saat Harga Salak Anjlok di Musim Panen

Kepala Desa Pakelen, Kusnan, menilai inovasi olahan salak menjadi sirup dan manisan adalah jawaban atas masalah klasik petani saat panen raya tiba.

“Kalau panen raya, harga salak bisa jatuh murah sekali. Ini sudah hukum alam. Maka satu-satunya jalan adalah diolah,” katanya.

Menurutnya, keunggulan produk salak Pakelen terletak pada rasa manis alami tanpa tambahan bahan kimia. “Produk kami asli, tanpa pengawet, dan rasanya lebih manis dari karika karena bahan bakunya memang sudah manis,” katanya.

Kusnan pun berharap dukungan pemerintah daerah tidak berhenti pada wacana promosi semata. Ia mengusulkan agar produk UMKM desa menjadi sajian resmi dalam setiap kegiatan pemerintahan.

“Jangan hanya dibela, tapi juga dibeli. Kalau ada rapat dinas atau acara bupati, pesanannya ya sirup atau manisan salak Pakelen,” ujarnya.

Disdagkop Siap Jemput Bola Dukung UMKM Desa

Menanggapi aspirasi tersebut, Sekretaris Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disdagkop) Banjarnegara, Budi Wahyono, menyatakan pihaknya siap turun langsung melakukan pendampingan.

Baca juga  57 Anak Ikuti Sunatan Massal Baznas Banjarnegara Tahap II

“Kami akan verifikasi ke lapangan. Nanti dilihat kebutuhan utamanya, apakah di kemasan, efisiensi produksi, atau strategi pemasaran,” katanya.

Meski keterbatasan anggaran menjadi tantangan, pemerintah daerah berkomitmen memberikan pelatihan dan pendampingan berkelanjutan agar produk UMKM Desa Pakelen benar-benar naik kelas.

*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.

TAG:kelompok wanita taniolahan salakoleh-oleh khas
Artikel Sebelumnya AFF 2026 AFF 2026: Ini Jadwal Lengkap Indonesia
Artikel Selanjutnya wijayakusuma fc cilacap vs persibat batang Wijayakusuma FC Cilacap Wajib Menang Saat Menjamu Persibat Batang Demi Lolos 16 Besar
ISRA MIRAJ

Tetap Update Berita Terbaru!

Follow akun media sosial Seputar Banyumas dan jangan lewatkan kabar penting seputar Banyumas dan sekitarnya!
FacebookSuka
XMengikuti
InstagramMengikuti
YoutubeSubscribe
TiktokMengikuti

Mungkin Anda Suka

Persikama Kabupaten Magelang vs Persibara Banjarnegara
BanjarnegaraKebumenOlahraga

Laga Pamungkas Persak vs Persibara Banjarnegara Dipastikan Panas: Tiga Tim Berebut Satu Tiket Grup F

Oleh Syarif TM
Peresmian jembatan panaraban
Banjarnegara

Rampung Direhabilitasi, Jembatan Panaraban Kembali Bisa Dilintasi, Sambung Nadi Ekonomi dan Wisata

Oleh Syarif TM
grafik investasi Jateng
EkonomiJateng

Rekor Baru! Investasi Jawa Tengah Tembus Rp88,5 Triliun, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Oleh Nestya Zahra
Sekda Jateng saat memberikan materi terkait Ramadan 2026
EkonomiJateng

Jelang Ramadan 2026, Pemprov Pastikan Harga Pangan Stabil di Tengah Ancaman Cuaca Ekstrem

Oleh Nestya Zahra
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
Ikuti Kami
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan 
  • Kode Etik Jurnalistik
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?