Seputar BanyumasSeputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Pencarian
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Ikuti Kami
© 2025 Seputar Banyumas. All Rights Reserved.
Seputar Banyumas > Artikel > Banjarnegara > Ditolak Kerja, Pemuda Banjarnegara Raup Rp 200 Juta per Panen dari Budidaya Lele
BanjarnegaraEkonomi

Ditolak Kerja, Pemuda Banjarnegara Raup Rp 200 Juta per Panen dari Budidaya Lele

Syarif TM
Terakhir diperbarui: 11 Desember 2025 10:26
Syarif TM
Membagikan
sukses budidaya lele
Sempat ditolak kerja di perusahaan, Iqbal justru sukses meraih omzet ratusan juta dari budidaya lele. (dok.Kominfo)
Membagikan

LAMARAN Kerja ditolak perusahaan bukan akhir segalanya bagi Iqbal Santoso. Pemuda 25 tahun asal Desa Gentasari, Kecamatan Pagedongan, Banjarnegara ini justru berhasil dan sukses dalam budidaya lele. Langkah ini membuktikan bahwa peluang besar kadang muncul dari tempat yang tak terduga.

Contents
  • Penolakan Kerja dan Ide dari Kolam ‘Mangkrak’
  • Omzet Budidaya Lele Fantastis: Rp 200 Juta Lebih per Panen
  • Tantangan & Kedisiplinan: Kualitas Air dan Perawatan Intensif

Dengan memanfaatkan kolam ikan milik orangtuanya yang lama terbengkalai, Iqbal kini mampu meraup omzet hingga rautsan juta rupiah dari budi daya ikan lele.

Penolakan Kerja dan Ide dari Kolam ‘Mangkrak’

Bisnis budidaya lele berawal dari adanya penolakan kerja dari sejumlah surat lamaran kerja yang dikirimnya pada sejumlah perusahaan. Namun kondisi itu justru menjadi titik balik hidupnya. Melihat kolam ikan milik orang tuanya yang sudah lama tidak digunakan, ia memberanikan diri mencoba budidaya ikan lele.

“Dulu setelah selesai kuliah sempat melamar kerja, dan hasilnya ditolak. Setelah itu mencoba usaha budidaya lele karena memang orang tua punya kolam yang lama nggak dipakai,” ujarnya.

Baca juga  22 Penghafal Al-Quran Terima Bisarah dari Pemprov Jateng

Berbekal satu kolam dan 2.000 bibit lele, Iqbal memulai usahanya dari nol. Kerja kerasnya mulai membuahkan hasil. Dalam lima tahun, usahanya berkembang pesat hingga kini ia mengelola 12 kolam pribadi serta belasan kolam milik warga melalui sistem kemitraan.

“Awalnya satu kolam saja. Sekarang ada 12 kolam pribadi, dan saya juga menggandeng warga sekitar lewat sistem kemitraan,” katanya.

Omzet Budidaya Lele Fantastis: Rp 200 Juta Lebih per Panen

Bukan main-main, omzet yang dihasilkan dari budidaya lele itu kini mencapai lebih dari Rp200 juta dalam sekali panen, yang berlangsung setiap 60 hari. Angka tersebut baru dari kolam pribadi, belum termasuk pendapatan dari kolam mitra.

“Kalau dirata-rata, omzet kotor sekali panen bisa lebih dari Rp200 juta. Tapi itu belum dipotong biaya pakan, karena pakan juga cukup besar,” ujarnya.

Ikan lele hasil panen Iqbal dipasarkan ke berbagai daerah, seperti Tegal, Purbalingga, Banyumas, hingga Kebumen. Banyak pembeli bahkan datang langsung ke kolam untuk memastikan kualitas ikan.

Baca juga  Selamatkan Generasi Muda, Polres Banjarnegara Musnahkan Barang Bukti Narkoba dari 6 Kasus

Tantangan & Kedisiplinan: Kualitas Air dan Perawatan Intensif

Meski terlihat sederhana, Iqbal mengatakan budidaya lele memerlukan ketelitian tinggi, terutama dalam menjaga kualitas air.

“Air harus dipantau terus, mulai dari warna, bau, dan suhu. Perubahan sedikit saja bisa memengaruhi pertumbuhan ikan. Cuaca sekarang juga sulit diprediksi, kadang panas ekstrem lalu hujan deras. Itu sangat berpengaruh,” katanya.

Kisah Iqbal menjadi bukti bahwa kegagalan bukanlah akhir, melainkan jalan menuju peluang yang lebih besar. Dari kolam yang dulu terbengkalai, kini lahir usaha produktif yang memberdayakan warga dan menggerakkan ekonomi lokal.

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!

TAG:berita banjarnegaraBudidaya leleditolak kerja
Artikel Sebelumnya Pakubeling Purbalingga Pengurus Pakubeling Dilantik, Wabup Purbalingga Beri Penegasan Begini
Artikel Selanjutnya Pengacara Hilang Lebih Dua Pekan, Pengacara Asal Purwokerto Ditemukan Meninggal
TAHUN BARU
HUT PBG 25
HUT PBG 25 HR IRAWAN
HUT PBG 25 MKKS
HUT PBG 25 MUKODAM

Tetap Update Berita Terbaru!

Follow akun media sosial Seputar Banyumas dan jangan lewatkan kabar penting seputar Banyumas dan sekitarnya!
FacebookSuka
XMengikuti
InstagramMengikuti
YoutubeSubscribe
TiktokMengikuti

Mungkin Anda Suka

Rapat MBG dan Validasi data penerima manfaat
Banjarnegara

Rakor MBG Digelar, Pemkab Banjarnegara Tekankan Akurasi Data Penerima Manfaat

Oleh Syarif TM
Wagub Jateng dan caon investor air bersih asal China
EkonomiJateng

Air Bersih Boyolali Jadi Rebutan Investor China, Wagub Jateng Angkat Bicara

Oleh Nestya Zahra
Isra Miraj, siswa SRMP bersihkan Masjid
BanjarnegaraRisalah

Peringati Isra Miraj, Siswa SRMP 27 Banjarnegara Bersihkan Masjid, Tanamkan Nilai Ibadah Sejak Dini

Oleh Syarif TM
Gus Mikh
Banjarnegara

Makna Isra Miraj 1447 H: Gus Mikh Banjarnegara Ajak Umat Jadikan Salat sebagai Penguat Iman di Era Modern

Oleh Heri C
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
Ikuti Kami
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan 
  • Kode Etik Jurnalistik
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?