Ubah Lahan Sempit Jadi Harapan Baru, Warga Binaan Rutan Banjarnegara Dapat Pelatihan Pertanian

Syarif TM
Warga binaan Rutan Banjarnegara saat mengolah lahan tidur menjadi lahan pertanian. (dok. Rutan Banjarnegar)

SEBAGAI bagian dari upaya pembinaan berkelanjutan, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banjarnegara menggelar pelatihan pertanian di lahan terbatas bagi warga binaan. Program ini memanfaatkan lahan tidur di sekitar area rutan agar lebih produktif dan bernilai guna.

Tak sekadar aktivitas rutin, pelatihan ini dirancang untuk membekali warga binaan dengan keterampilan praktis yang dapat menjadi modal penting saat kembali ke tengah masyarakat. Program ini, selain untuk pembinaan, juga menjadi bagian dalam mendukung program ketahanan pangan yang sedang digalakkan oleh pemerintah.

Bertani di Lahan Terbatas, Warga Binaan Dilatih dari Nol

Di bawah pengawasan petugas rutan, warga binaan secara gotong royong melakukan seluruh tahapan pertanian, mulai dari pengolahan lahan, persemaian, hingga penanaman. Meski areal yang tersedia relatif sempit, pengelolaan dilakukan secara optimal agar hasil yang diperoleh tetap maksimal.

Pendampingan ini sekaligus menjadi sarana pembelajaran tentang teknik bercocok tanam yang efisien, pemanfaatan ruang terbatas, serta pentingnya ketekunan dan konsistensi dalam bekerja.

Baca juga  Tingkatkan Dapur Sehat Untuk Kualitas Makanan Warga Binaan Rutan Banjarnegara

Pembinaan Kemandirian Sekaligus Dukung Ketahanan Pangan

Kepala Rutan Kelas IIB Banjarnegara, Dodik Harmono, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan dan peningkatan keterampilan. Selain itu, pemanfaatan lahan pertanian juga menjadi bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan.

“Melalui kegiatan ini, mereka dibekali pengetahuan dan keterampilan bercocok tanam yang dapat menjadi bekal positif saat mereka kembali ke masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan kerja sama,” ujarnya.

Menurutnya, optimalisasi lahan tidur ini juga sejalan dengan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) yang menitikberatkan pada pembinaan yang bermanfaat dan berdaya guna.

Program ini menjadi bukti bahwa keterbatasan ruang bukanlah penghalang untuk tetap berkarya dan menghasilkan sesuatu yang produktif. Hasil pertanian ke depan diharapkan mampu mendukung kebutuhan internal rutan sekaligus meningkatkan kesadaran warga binaan tentang pentingnya ketahanan pangan dan pengelolaan sumber daya secara bijak.

Pembinaan Humanis Menuju Warga Binaan yang Mandiri

Melalui pengembangan program ketahanan pangan ini, Rutan Banjarnegara menegaskan komitmennya menghadirkan pembinaan yang humanis, produktif, dan berorientasi pada pemberdayaan.

Baca juga  Beroperasi Agustus, Sekolah Rakyat di Banjarnegara Buka Tiga Rumbel

Langkah ini menjadi bagian dari upaya nyata pemasyarakatan dalam mencetak warga binaan yang lebih mandiri, terampil, serta siap kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat setelah masa pidananya berakhir.

*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.