14 Ribu Ekor Ayam Mati Terpanggang, Kebakaran Hebat di Banjarnegara

Nestya Zahra

KEBAKARAN hebat melanda sebuah kandang ayam di Desa Danaraja, RT 02 RW 06, Kecamatan Purwonegoro, Kabupaten Banjarnegara, Minggu (8/3/2026) dini hari. Peristiwa tersebut menyebabkan sekitar 14.000 ekor ayam ternak mati terbakar dan menimbulkan kerugian materiil yang diperkirakan mencapai Rp900 juta.

Kebakaran terjadi saat sebagian besar warga masih terlelap. Api dengan cepat membesar hingga menghanguskan bangunan kandang beserta seluruh ternak di dalamnya.

Api Diduga Berasal dari Pemanas Blower Listrik

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, kebakaran terjadi sekitar pukul 04.25 WIB. Api diduga berasal dari alat pemanas blower listrik yang berada di dalam kandang dan mengalami gangguan teknis.

Percikan api dari perangkat tersebut kemudian menyambar merang serta bahan mudah terbakar yang digunakan di dalam kandang. Dalam waktu singkat, api membesar dan menjalar ke seluruh bagian bangunan.

Penjaga kandang yang mengetahui kejadian tersebut sempat berupaya memadamkan api secara mandiri. Namun, kobaran api yang semakin besar membuat upaya tersebut tidak berhasil.

Baca juga  Tanah Gerak, Jalan Sijeruk – Prendengan Ditutup Sementara, BPBD Minta Warga Tetap Waspada

Api terus merambat ke berbagai sudut kandang hingga akhirnya warga sekitar turut membantu dan melaporkan kejadian tersebut ke petugas pemadam kebakaran.

14 Ribu Ayam Mati Akibat Kebakaran, Kerugian Capai Rp900 Juta

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Banjarnegara, Freyana Kusuma, membenarkan adanya peristiwa kebakaran tersebut.

Menurutnya, kandang ayam yang terbakar diketahui milik Alip Sudibyo, warga setempat yang menjalankan usaha peternakan ayam di Desa Danaraja.

Akibat kejadian ini, bangunan kandang dilaporkan rusak total, sementara sekitar 14.000 ekor ayam ternak tidak dapat diselamatkan. “Kerugian materiil akibat kejadian ini diperkirakan mencapai sekitar Rp900 juta,” katanya.

Petugas dan Warga Berjibaku Padamkan Api

Setelah menerima laporan dari masyarakat, petugas pemadam segera menuju lokasi kejadian untuk melakukan penanganan.

Petugas bersama warga setempat berupaya memadamkan api sekaligus melakukan isolasi area kebakaran agar tidak merembet ke rumah-rumah penduduk di sekitar lokasi.

Setelah beberapa jam proses pemadaman dan pendinginan, api akhirnya berhasil dikendalikan. Meski menimbulkan kerugian besar bagi pemilik usaha peternakan, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

Baca juga  Ditinggal Tarawih, Rumah Petani di Majenang Hangus Terbakar

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian yang dialami pemilik kandang cukup besar,” katanya.

*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.