MEMBANGUN kandang ayam merupakan hal yang biasa, namun bagaimana jika hal ini dilakukan oleh warga binaan dengan memanfaatkan lahan yang sempit. Langkah ini menjadi satu terobosan Rutan Banjarnegara dalam mendukung program ketahanan pangan yang sudah diluncurkan oleh pemerintah.
Pembuatan kandang ayam di lahan sempit ini menjadi satu inovasi bagi Rutan Banjarnegara dalam melakukan pembinaan, termasuk memberikan bekal keterampilan dan kemandirian bagi warga binaan dalam ketahanan pangan.
Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen Rutan Banjarnegara dalam mendukung penguatan ketahanan pangan sebagaimana tertuang dalam 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI. Pemanfaatan lahan sempit dioptimalkan menjadi ruang produktif untuk pengembangan ternak ayam.
Kandang Ayam Jadi Sarana Kreativitas di Lahan Terbatas
Kepala Rutan Banjarnegara, Dodik Harmono, mengatakan, pembangunan kandang ayam dilakukan karena keterbatasan lahan yang tersedia. Meski demikian, pihaknya mengajak warga binaan untuk tetap kreatif memanfaatkan ruang yang ada.
“Tentu saja dengan lahan yang terbatas, kita harus kreatif. Kami mendorong warga binaan untuk ikut berkreasi, termasuk dalam pembangunan kandang ayam ini,” ujar Dodik.
Ia menambahkan bahwa langkah tersebut menjadi bagian penting dari pembinaan, sekaligus bentuk implementasi dari program peningkatan ketahanan pangan di lingkungan rutan.
“Dalam 13 program akselerasi ini ada poin penguatan ketahanan pangan. Melalui budidaya ayam, kami tidak hanya menjaga ketersediaan pangan internal, tetapi juga menciptakan kegiatan pembinaan yang produktif dan berkelanjutan,” jelasnya.
Perbaikan Tata Kelola dan Peningkatan Kapasitas
Penambahan kandang ayam dilakukan untuk memperluas kapasitas pemeliharaan sekaligus meningkatkan tata kelola budidaya. Dengan fasilitas yang lebih memadai, proses pemeliharaan dapat dilakukan lebih teratur, higienis, dan efisien. Produksi yang dihasilkan nantinya akan mendukung program kemandirian di Rutan Banjarnegara.
Program budidaya ayam juga menjadi sarana pelatihan bagi warga binaan. Mereka dibekali kemampuan praktis yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin warga binaan memiliki keterampilan yang bermanfaat. Beternak ayam merupakan keterampilan sederhana yang bisa menjadi peluang usaha baru dan membantu mereka memulai kehidupan lebih baik setelah bebas,” kata Dodik.
Dengan program ini, Rutan Banjarnegara berharap budidaya ayam terus berkembang dan memberikan hasil optimal. Selain mendukung ketahanan pangan internal, keterampilan yang diperoleh warga binaan diharapkan dapat menjadi modal penting untuk hidup mandiri dan produktif setelah kembali ke masyarakat.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!





