Berbagi Inspirasi, Mahasiswa FISIP Unnes Sosialisasikan KIP Kuliah di SMAN 1 Sigaluh

Redaksi
Para mahasiswa saat menjelaskan terakit KIP Kuliah di SMAN 1 Sigaluh. (dok. SMAN 1 Sigaluh)

SEJUMLAH Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Negeri Semarang (FISIP Unnes) menggelar sosialisasi seleksi masuk Unnes dan program KIP Kuliah, kegiatan tersebut dilakukan di SMAN 1 Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara, Rabu (21/1/2026).

Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan siswa kelas XII menjelang dibukanya Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) yang dijadwalkan berlangsung pada awal Februari 2026.

Alumni SMAN 1 Sigaluh Berbagi Pengalaman Kuliah dengan KIP

Dua mahasiswa FISIP Unnes yang menjadi narasumber dalam kegiatan ini adalah Adika Ramadhan, mahasiswa Jurusan Pendidikan IPS, dan Nagita Sefti Rosita, mahasiswi Pendidikan Sejarah. Keduanya merupakan alumni SMAN 1 Sigaluh sekaligus penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

Selain menjelaskan berbagai jalur seleksi masuk Unnes, keduanya juga berbagi pengalaman dan tantangan selama menjalani perkuliahan sebagai mahasiswa penerima KIP Kuliah.

Adika Ramadhan menceritakan pengalamannya yang sempat gagal pada jalur SNBP. Namun, ia akhirnya diterima melalui Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT).

Baca juga  Lomba Lari Student Race 6,5K SMAN 1 Sigaluh Banjarnegara, Jadi Ajang Pemanasan Atlet Muda

Meski sempat ragu untuk melakukan registrasi akibat keterbatasan biaya, dukungan dari guru-guru di SMAN 1 Sigaluh menjadi penguat langkahnya.

“Guru-guru tidak hanya memberi semangat, tapi juga membantu biaya di awal sebelum dana KIP Kuliah cair. Pihak kampus juga sangat memudahkan proses administrasi bagi mahasiswa KIP,” ujar Adika.

Ia pun berharap adik-adik kelasnya tidak ragu untuk melanjutkan pendidikan tinggi meski terkendala ekonomi.

KIP Kuliah Tanggung UKT dan Biaya Hidup

Adika menegaskan bahwa program KIP Kuliah sangat membantu mahasiswa dari keluarga kurang mampu.

“Teman-teman tidak perlu khawatir soal UKT. Dengan KIP Kuliah, UKT gratis dan setiap bulan juga mendapat biaya hidup sekitar Rp 950 ribu,” katanya.

Menurutnya, bantuan tersebut cukup untuk menunjang kebutuhan dasar mahasiswa selama menjalani perkuliahan.

Sementara itu, Nagita Sefti Rosita mengingatkan pentingnya strategi dan realistis dalam memilih jurusan kuliah. “Kalau sudah ikut SNBP tapi belum lolos, jangan berkecil hati. Jadikan itu bahan evaluasi. Saat ikut UTBK nanti, nilai kita akan terlihat, jadi jangan memaksakan diri mengambil jurusan yang di luar kemampuan,” ujarnya.

Baca juga  Dapat Remisi, 3 Napi di Rutan Banjarnegara Langsung Bebas

Ia menekankan bahwa yang terpenting adalah tetap melanjutkan kuliah karena pendidikan tinggi memiliki peran penting dalam menentukan masa depan.

*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.