Ferrari 250 GTO kembali mencuri perhatian dunia otomotif setelah sebuah unit langka terjual dengan harga fantastis dalam lelang bergengsi di Amerika Serikat.
Mobil sport klasik yang kerap disebut sebagai “artefak suci” bagi para kolektor ini dilepas dengan nilai 38,5 juta dolar AS atau setara lebih dari Rp600 miliar pada ajang Mecum Kissimmee di Florida.
Meski tidak memecahkan rekor tertinggi, angka tersebut tetap menegaskan posisi Ferrari 250 GTO sebagai salah satu mobil paling bernilai di dunia.
Unit yang terjual bukanlah Ferrari 250 GTO biasa. Mobil ini merupakan satu-satunya GTO yang keluar dari pabrik Ferrari di Maranello dengan warna putih Bianco asli.
Keunikan warna tersebut membuatnya berbeda dari mayoritas Ferrari 250 GTO lain yang identik dengan balutan merah Rosso Corsa.
Selain tampil eksklusif, mobil ini juga memiliki sejarah panjang di dunia balap internasional, menjadikannya buruan para kolektor papan atas.
Ikon Kejayaan Balap Ferrari Era 1960-an

Ferrari 250 GTO diproduksi dalam jumlah yang sangat terbatas, hanya 36 unit sepanjang periode 1962 hingga 1964.
Produksi ini dilakukan semata-mata untuk memenuhi regulasi homologasi balap Grand Touring (GT), sehingga setiap unitnya sejak awal memang dirancang sebagai mobil balap murni.
Seluruh nomor sasis Ferrari 250 GTO tercatat dengan lengkap hingga kini, tanpa ada satu pun yang hilang, sebuah fakta langka dalam dunia otomotif klasik.
Pada masanya, Ferrari 250 GTO menjadi simbol dominasi Ferrari di ajang balap GT dunia. Mobil ini pernah dikemudikan oleh deretan pembalap legendaris, seperti Phil Hill, Graham Hill, Mike Parkes, Innes Ireland, Jean Guichet, Roy Salvadori, hingga Richie Ginther.
GTO tampil di lintasan-lintasan paling prestisius, mulai dari Le Mans, Sebring, Targa Florio, hingga Tour de France, dan berperan besar dalam membangun reputasi Ferrari sebagai penguasa balap mobil sport.
Debut Ferrari 250 GTO di ajang 12 Hours of Sebring 1962 langsung mencuri perhatian publik. Phil Hill bersama Olivier Gendebien berhasil membawa mobil ini finis di posisi kedua secara keseluruhan.
Prestasi tersebut berlanjut di Le Mans pada 1962 dan 1963, serta berbagai balapan ketahanan lain yang memperkuat status GTO sebagai ikon motorsport dunia.
Keistimewaan Ferrari 250 GTO Bianco
Ferrari 250 GTO yang dilelang di Mecum Kissimmee ini awalnya dibuat untuk John Coombs, pemilik tim balap asal Inggris.
Selain warna Bianco yang sangat langka, mobil ini masih mempertahankan banyak detail balap klasik, seperti ventilasi kap mesin, saluran udara khas mobil balap era 1960-an, serta konfigurasi teknis yang setia pada desain aslinya.
Riwayat balap mobil ini juga menjadi nilai tambah tersendiri. Selain dikemudikan oleh Roy Salvadori, Ferrari 250 GTO Bianco ini juga pernah berada di tangan pembalap ternama lainnya.
Kombinasi antara kelangkaan warna, sejarah balap, dan statusnya sebagai satu-satunya GTO putih pabrikan menjadikan mobil ini memiliki daya tarik yang sangat kuat di pasar lelang internasional.
Mesin Asli Bawaan Pabrik

Meski memiliki banyak keunggulan, ada satu faktor krusial yang memengaruhi harga jual Ferrari 250 GTO Bianco ini, yakni absennya mesin asli bawaan pabrik.
Mobil tersebut memang masih menggunakan mesin V12 Colombo yang telah disertifikasi oleh Ferrari Classiche dan sesuai dengan spesifikasi 250 GTO, namun bukan mesin orisinal yang terpasang saat mobil pertama kali keluar dari pabrik.
Pergantian mesin ini berkaitan dengan insiden yang terjadi di Goodwood pada 2023. Saat dikemudikan oleh mantan pembalap Formula 1, Karun Chandhok, mesin mengalami kerusakan serius setelah keluar dari tikungan Lavant.
Oli menyembur keluar, memicu kebakaran singkat pada sistem knalpot, dan menyebabkan mobil berputar di lintasan. Meski bodi tidak mengalami kerusakan berarti, blok mesin mengalami kerusakan parah sehingga harus diganti.
Bagi kolektor kelas atas, orisinalitas merupakan faktor penentu utama dalam valuasi mobil klasik. Hilangnya mesin asli, meski diganti dengan unit yang sesuai spesifikasi, tetap berdampak signifikan terhadap harga akhir sebuah Ferrari 250 GTO.
Bukan Rekor, Namun Tetap Sejarah
Harga 38,5 juta dolar AS menjadikan Ferrari 250 GTO Bianco ini sebagai salah satu mobil termahal yang pernah dilelang, namun belum mampu melampaui rekor tertinggi.
Pada 2018, sebuah Ferrari 250 GTO produksi 1963 dengan nomor sasis 4153GT terjual secara privat dengan harga sekitar 70 juta dolar AS.
Mobil tersebut memiliki prestasi balap yang sangat mentereng, termasuk kemenangan di Tour de France 1964 dan finis keempat di Le Mans 1963.
Perbandingan ini menunjukkan bahwa kombinasi antara prestasi balap, kelengkapan orisinal, dan kondisi historis sangat menentukan nilai akhir sebuah Ferrari 250 GTO di pasar global.
Pemilik Baru dan Arah Pasar Mobil Klasik

Pemilik baru Ferrari 250 GTO Bianco adalah David SK Lee, kolektor asal California yang dikenal luas di komunitas otomotif dunia.
Melalui akun Instagram ferraricollector_davidlee, ia kerap membagikan koleksi Ferrari kelas dunia miliknya. Bagi Lee, Ferrari 250 GTO merupakan puncak perjalanan koleksinya, melengkapi deretan model legendaris seperti 288 GTO, F40, F50, Enzo, dan LaFerrari.
Namun, harga jual yang tidak memecahkan rekor juga mencerminkan dinamika pasar mobil klasik global. Keith Martin, penerbit majalah Sports Car Market, menilai bahwa minat kolektor terhadap mobil era 1960-an mulai mengalami pergeseran.
Generasi kolektor baru cenderung melirik supercar modern atau model yang memiliki kedekatan emosional dengan era yang lebih baru.
Legenda yang Tak Tergantikan
Meski tren pasar berubah, Ferrari 250 GTO tetap berada di puncak hierarki mobil koleksi dunia. Setiap kemunculannya di lelang selalu menjadi peristiwa besar, menarik perhatian kolektor, miliarder, dan penggemar otomotif global.
Penjualan Ferrari 250 GTO Bianco ini menegaskan bahwa nilai sebuah legenda tidak semata ditentukan oleh angka, melainkan oleh sejarah, emosi, dan warisan yang melekat di baliknya.
*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.



