Teknologi Cairan Imun Asal Rusia Diujicoba di Banjarnegara, Klaim Panen Padi Naik 30 Persen

Syarif TM
Tim dari Rusia saat survei sawah di Desa Purwasaba yang akan dijadikan demplot Cairan Imun. (dok.Kominfo)

INOVASI pertanian ramah lingkungan asal Rusia mulai diuji coba di Kabupaten Banjarnegara. Teknologi yang dikenal sebagai Cairan Imun ini diperkenalkan oleh Business Council Indonesia–Rusia dan mulai diaplikasikan di Desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Jumat (23/1/2026).

Teknologi tersebut dirancang untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memulihkan kualitas tanah yang selama ini jenuh akibat ketergantungan pada pupuk kimia.

Perwakilan Business Council Indonesia – Rusia, Arry Widya Sudirman, menjelaskan bahwa teknologi Cairan Imun berbeda dengan pupuk organik pada umumnya. Bahan utama yang digunakan berasal dari unsur alami langka yang hanya ditemukan di wilayah Siberia, Rusia.

“Imun yang kami gunakan hanya ada di satu daerah di dunia, yaitu Siberia. Tidak ditemukan di negara lain, sehingga harus diimpor langsung,” kata Arry.

Teknologi ini menyasar berbagai komoditas, mulai dari padi, hortikultura seperti kentang, hingga tanaman perkebunan seperti kopi, dengan fokus mengalihkan sistem pertanian dari kimia menuju bio-organik berbasis riset.

Baca juga  HUT ke-26 DWP Banjarnegara, Tekankan Peran Perempuan dalam Siapkan Generasi Emas

Cairan Imun Berbasis Bahan Alami Siberia, Didukung Riset Profesor Rusia

Arry menyebutkan, pengembangan teknologi Cairan Imun didukung oleh tiga profesor di Rusia. Setiap kendala di lapangan, seperti kondisi lahan atau serangan hama, akan dianalisis secara ilmiah.

“Jika ada masalah, sampel tanah atau tanaman akan dikirim ke Rusia untuk diteliti, lalu solusi teknologinya dikembalikan ke lapangan,” katanya.

Sebelum diterapkan di Banjarnegara, tim yang terdiri dari Arry Widya Sudirman, Rio Boun, serta tenaga ahli Rusia Mr. Giliev Illya, telah melakukan uji coba selama enam bulan di Purwokerto.

Hasilnya menunjukkan pertumbuhan tanaman padi yang lebih subur, berbulir besar, dan berkualitas tinggi, meskipun tanpa bahan kimia sama sekali.

Demplot 1,25 Hektare Disiapkan di Purwasaba

Kepala Desa Purwasaba, Welas Yuni Nugroho atau akrab disapa Hoho, menyambut antusias penerapan teknologi ini. Ia bahkan menyiapkan lahan pribadi seluas 1,25 hektare sebagai demplot uji coba.

“Petani kita sudah lama bergantung pada kimia hingga tanah banyak yang rusak. Jika teknologi ini mampu menetralkan residu kimia dan meningkatkan hasil panen, ini luar biasa,” ujarnya.

Baca juga  Pokdarwis Kalijati Dikukuhkan, Desa Purwasaba Siap Jadi Destinasi Sport Tourism Banjarnegara

Saat ini, produktivitas padi di wilayah tersebut rata-rata mencapai 6 ton per hektare. Dengan penerapan Cairan Imun, hasil panen ditargetkan bisa meningkat hingga 8 ton per hektare.

Meski masih tahap penjajakan, tim Business Council Indonesia–Rusia berencana memperluas uji coba ke Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi mulai Februari mendatang.

Arry menegaskan pihaknya memilih pendekatan berbasis hasil nyata dibandingkan seremoni besar.

“Kami ingin membuktikan dulu lewat panen. Kalau hasilnya terbukti, barulah kami duduk bersama pemerintah daerah untuk membahas kerja sama yang lebih luas,” katanya.

Dengan uji coba ini, Banjarnegara berpeluang menjadi lokasi percontohan nasional pengembangan teknologi pertanian ramah lingkungan berbasis kerja sama internasional.

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!