Banjir Lereng Gunung Slamet Purbalingga, Obyek Wisata dan Jalur Pendakian Ditutup

Budi Pekerti
Pengumuman obyek wisata D'las Serang ditutup. (Foto :Dok)

Banjir bandang yang melanda lereng Gunung Slamet membuat obyek wisata di kawasan tersebut ditutup. Salah satunya kawasan Lembah Asri  (D’las) Serang di Desa Serang Kecamatan Karangreja.

Obyek Wisata Ditutup

Keterangan yang berhasil dihimpun Sabtu (24/1/2026) menyebutkan akun Instagram @dlas_serangofficial menuliskan bahwa obyek wisata D’las tutup hari ini. Langkah itu diambil karena di wilayah tersebut sedang terjadi hujan disertai angin.

 

Hujan dan angin menyebabkan terjadinya banjir sehingga akses jalan dari dua arah menuju obyek wisata milik Pemerintah Desa (Pemdes) Serang tersebut lumpuh total. Pengelola memilih menutup obyek wisata karena cuaca ekstrem yang sangat berbahaya. “Untuk reservasi penginapan bisa direschedulle atau pengembalian melalui nomor admin,” tulis akun tersebut.

 

Jalur Pendakian Ditutup

 

Banjir juga menyebabkan  jalur pendakian Gunung Slamet via Bambangan dan Gunung Malang, Kabupaten Purbalingga, juga  ditutup sejak Sabtu (24/1/2026). Penutupan jalur dilakukan akibat cuaca ekstrem dan banjir bandang yang menerjang wilayah lereng timur Gunung Slamet, Jumat (23/1/2026) malam.

Baca juga  Kader JKN Disiapkan Lebih Profesional, BPJS Kesehatan Kebumen Gelar Evaluasi

Supervisor Site Gunung Slamet Perhutani Alam Wisata Wilayah Barat, Sugeng Utomo mengatakan, penutupan jalur pendakian berlaku untuk seluruh basecamp di lingkar Gunung Slamet.”Antisipasi hal-hal yg tidak terduga (cuaca ekstrem) untuk sementara tutup semua,” kata Sugeng.

Sugeng sendiri belum dapat memastikan sampai kapan jalur pendakian Gunung Slamet ini akan ditutup.Untuk diketahui, Gunung Slamet (3428 mdpl) setidaknya memiliki delapan jalur pendakian resmi yakni Bambangan, Gunung Malang (Purbalingga), Guci, Permadi (Tegal), Cemara Sakti, Dipajaya (Pemalang), Kaliwadas (Brebes), dan Baturraden (Banyumas).

Banjir Terjang Lereng Gunung Slamet

Banjir bandang menerjang dua desa di lereng Gunung Slamet  Kabupaten Purbalingga. Bencana alam tersebut terjadi akibat meluapnya aliran sungai akibat hujan deras yang turun sejak Jumat (23/1/2026). Akibatnya akses jalan tertutup dan puluhan warga mengungsi.