Lagu Rukun Sama Teman Wajib Dinyanyikan di Sekolah, Aturan Baru Upacara Sekolah 2026

Santo
Mazaya yang populer melalui lagu ‘Ayam Piyik, Cicak Nemplok dan Memangnya Aku Boneka’ saat peluncuran Lagu Rukun Sama Teman. (kemendigdasmen.go.id)

Lagu Rukun Sama Teman, kini wajib dinyanyikan di sekolah saat Upacara Sekolah. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat pendidikan karakter peserta didik melalui pendekatan yang lebih dekat dengan dunia anak.

Salah satu langkah konkret yang kini menjadi sorotan adalah pengenalan lagu “Rukun Sama Teman”, lagu anak bernuansa persahabatan yang resmi diwajibkan dinyanyikan di sekolah sebagai bagian dari upacara bendera.

Kebijakan ini tidak berdiri sendiri. Lagu Lagu Rukun Sama Teman menjadi bagian dari perubahan besar dalam sistem pembinaan karakter siswa, seiring terbitnya Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2026 tentang pembaruan rangkaian upacara bendera di satuan pendidikan.

Pemerintah menegaskan bahwa sekolah bukan hanya ruang transfer ilmu, tetapi juga ruang pembentukan nilai, sikap, dan kepribadian.

Lagu Anak sebagai Media Pendidikan Karakter

“Rukun Sama Teman” merupakan lagu karya langsung Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, yang ditulis khusus untuk menyampaikan pesan moral sederhana namun mendalam bagi anak-anak.

Lagu Lagu Rukun Sama Teman ini dibawakan oleh dua penyanyi cilik berbakat, Quinn Salman dan Prince Poetiray, yang sebelumnya dikenal luas lewat karya-karya musik anak bernuansa positif.

Dalam keterangannya, Kemendikdasmen menegaskan bahwa lagu ini dihadirkan sebagai sarana edukatif untuk menanamkan nilai toleransi, kebersamaan, serta sikap saling menghargai sejak usia dini.

Baca juga  Aktivasi Rekening PIP 2026 Diperpanjang, Jangan Sampai Hangus!

“Semoga lagu ini dapat menemani kegiatan belajar anak serta membantu orang tua dan guru menanamkan nilai karakter dalam keseharian,” ujar Abdul Mu’ti, dikutip Selasa (13/1/2026).

Pendekatan ini dinilai relevan dengan kondisi sosial anak-anak saat ini yang semakin terpapar konten dewasa. Melalui lagu yang ceria dan mudah dihafal, pesan moral dapat diserap tanpa kesan menggurui.

Lirik Lagu Rukun Sama Teman – Prof Abdul Mu’ti

Semua insan ciptaan Tuhan
Berbeda rupa dan kemampuan
Mari saling menghormati
Jangan saling menyakiti

Tak ada guna permusuhan
Tak ada guna pertengkaran
Mari jalin persahabatan
Rukun sama teman

Banyak kawan, kita tenang
Banyak sahabat, kita hebat
Mari… bergandeng tangan
Rukun sama teman

Semua insan ciptaan Tuhan
Berbeda rupa dan kemampuan
Mari saling menghormati
Jangan saling menyakiti

Tak ada guna permusuhan
Tak ada guna pertengkaran
Mari jalin persahabatan
Rukun sama teman

Banyak kawan kita tenang
Banyak sahabat kita hebat
Mari bergandeng tangan
Rukun sama teman

Banyak kawan kita tenang
Banyak sahabat kita hebat
Mari bergandeng tangan
Rukun sama teman
Rukun sama teman

Sejak bait awal, lirik lagu “Rukun Sama Teman” menegaskan bahwa setiap manusia adalah ciptaan Tuhan dengan perbedaan rupa dan kemampuan.

Perbedaan tersebut tidak diposisikan sebagai sumber konflik, melainkan sebagai alasan untuk saling memahami dan menghormati.

Lagu ini juga secara tegas menyampaikan sikap anti-permusuhan. Kalimat “tak ada guna permusuhan, tak ada guna pertengkaran” menjadi pengingat bahwa konflik tidak pernah membawa manfaat, terutama di lingkungan sekolah yang seharusnya aman dan nyaman bagi tumbuh kembang anak.

Baca juga  MK Putuskan Wartawan Tak Bisa Langsung Dipidana Atas Berita Yang Dibuat

Pengulangan frasa “rukun sama teman” memperkuat pesan utama lagu agar selalu diingat dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai ini bersifat universal dan relevan tidak hanya di sekolah, tetapi juga di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Resmi Masuk Upacara Bendera Sekolah

Mulai tahun 2026, lagu “Rukun Sama Teman” tidak lagi sekadar lagu anak biasa. Kemendikdasmen menetapkannya sebagai lagu wajib dalam upacara bendera, dinyanyikan setelah lagu wajib nasional.

Kebijakan ini diperkuat oleh Peraturan Mendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang budaya sekolah yang inklusif dan ramah anak.

Pemerintah berharap upacara bendera tidak lagi dipandang sebagai rutinitas formal semata, melainkan sebagai momen refleksi nilai kebangsaan dan kemanusiaan.

Selain lagu, terdapat pula kewajiban pembacaan Ikrar Pelajar Indonesia yang telah diseragamkan secara nasional.

Lima Poin Ikrar Pelajar Indonesia

Dalam ikrar tersebut, terdapat lima komitmen utama yang wajib dihafal dan dihayati oleh seluruh siswa, yakni belajar dengan sungguh-sungguh, menghormati orang tua, menghormati guru, rukun dengan teman, serta mencintai tanah air Indonesia.

Penegasan poin “rukun sama teman” dalam ikrar dan lagu menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun budaya sekolah yang bebas perundungan, konflik, dan kekerasan.

Peran Musisi Cilik dalam Kampanye Lagu Anak

Peluncuran lagu ini juga tidak lepas dari peran para musisi cilik yang menjadi idola anak-anak. Dalam acara Peresmian Program Revitalisasi Satuan Pendidikan se-Tangerang Raya, Kemendikdasmen menghadirkan Mazaya Amania, penyanyi cilik peraih AMI Award 2024.

Baca juga  Mulai 2026, Siswa Wajib Baca Ikrar Pelajar dan Nyanyikan Lagu Rukun Sama Teman Saat Upacara

Mazaya mengajak anak-anak Indonesia untuk kembali mencintai lagu anak yang sesuai usia.

“Aku mau ajak teman-teman semua untuk lebih mencintai lagu anak Indonesia, lagu yang ceria dan liriknya memang buat kita,” ujar Mazaya di hadapan siswa TK hingga SMP.

Ia juga mengaku bangga dipercaya terlibat dalam album KICAU 2025, proyek lagu pembelajaran anak usia dini yang digagas Kemendikdasmen.

Quinn Salman: Lagu Ini Lebih dari Sekadar Hiburan

Lagu Rkun Sama Teman 1
Quinn Salman, pelantun lagu viral ‘Tiba-Tiba’ yang mencetak sejarah sebagai pemenang AMI Awards 2021–2022, membawakan lagu berjudul Hari Baru dan Rukun Sama Teman. (kemendikdasmen.go.id)

Quinn Salman, yang turut membawakan lagu “Rukun Sama Teman”, mengaku terkesan dengan keterlibatan langsung Menteri Pendidikan dalam penulisan lirik.

“Beliau sangat peduli dengan pesan moral untuk anak-anak. Lagu ini bukan hanya indah, tapi mengajarkan adab dan persahabatan,” tutur Quinn.

Menurutnya, sekolah idealnya menjadi tempat belajar akademik sekaligus belajar bersosialisasi secara sehat.

Harapan untuk Lingkungan Sekolah yang Lebih Harmonis

Melalui lagu “Rukun Sama Teman”, ikrar pelajar, dan revitalisasi konten pendidikan, Kemendikdasmen berharap sekolah di seluruh Indonesia mampu menjadi ruang aman bagi anak-anak untuk tumbuh dan berkembang.

Sinergi antara guru, orang tua, dan pemerintah dinilai penting agar pesan moral dari kebijakan ini tidak berhenti di upacara, tetapi benar-benar diterapkan dalam keseharian siswa.

Langkah ini sekaligus menjadi harapan baru bagi kebangkitan lagu anak Indonesia yang edukatif, bermakna, dan relevan dengan tantangan zaman.

 

*Anda bisa melihat info lain di Instagram kami.