5 Amalan Penting di Bulan Sya’ban Sebelum Ramadan Tiba, Puasa Sunnah hingga Membersihkan Hati

Bahron Ansori
Jangan sampai terlewat! Bulan Sya'ban kini hadir sebagai kesempatan terakhir bagi kita untuk memperbanyak amalan sebelum menyambut Ramadan.(dok Freepik.com)

Jangan sampai terlewat! Bulan Sya’ban kini hadir sebagai kesempatan terakhir bagi kita untuk memperbanyak amalan sebelum Ramadan. Di tengah hiruk pikuk dunia, Sya’ban justru menjadi waktu di mana amal ibadah diangkat ke langit, meski seringkali dilewati tanpa kesadaran oleh banyak orang.

Padahal Rasulullah SAW justru memberi perhatian besar pada bulan ini. Para ulama menyebut: Sya‘ban adalah cermin Ramadan. Siapa yang bersungguh-sungguh di Sya‘ban, biasanya akan dimudahkan di Ramadan. Siapa yang lalai di Sya‘ban, sering kali hanya mendapatkan Ramadan sebagai rutinitas, bukan sebagai perubahan jiwa.

Berikut 5 amalan penting di bulan Sya‘ban, berdasarkan dalil-dalil shahih, yang mencerahkan akal, menghidupkan hati, dan membangunkan nurani agar Ramadan tidak berlalu sia-sia.

1. Memperbanyak Puasa Sunnah

Amalan paling menonjol di bulan Sya‘ban adalah puasa sunnah. Rasulullah ﷺ memperbanyak puasa di bulan ini melebihi bulan-bulan lainnya selain Ramadan.

Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, “Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW berpuasa dalam satu bulan lebih banyak daripada puasa beliau di bulan Sya‘ban.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat lain disebutkan, “Beliau berpuasa hampir seluruh bulan Sya‘ban.” (HR. Muslim)

Puasa Sya‘ban adalah latihan ruhani dan jasmani. Ia melatih kesabaran sebelum Ramadan, menundukkan syahwat sebelum datangnya kewajiban puasa, dan membiasakan jiwa untuk taat. Orang yang membiasakan puasa di Sya‘ban tidak akan kaget menghadapi Ramadan. Tubuhnya siap, jiwanya tenang, dan ibadahnya lebih khusyuk.

Baca juga  Pelajaran Berharga dalam Quran Surat Al-Hujurat Ayat 11

Puasa Sya‘ban bukan sekadar menahan lapar, tetapi menyiapkan diri untuk taqwa.

2. Memperbanyak Amal Shalih Karena Amal Diangkat

Keistimewaan Sya‘ban terletak pada satu fakta besar yang sering dilupakan: amal-amal manusia diangkat kepada Allah pada bulan ini.

Rasulullah SAW bersabda, “Itulah bulan yang sering dilalaikan manusia, antara Rajab dan Ramadan. Padahal itulah bulan diangkatnya amal-amal kepada Rabb semesta alam. Maka aku suka ketika amalku diangkat, aku sedang berpuasa.” (HR. An-Nasa’i, hasan)

Ini adalah peringatan yang sangat dalam. Sya‘ban bukan bulan biasa, tetapi bulan evaluasi amal tahunan. Ketika amal diangkat, kita ingin amal apa yang sampai ke langit? Amal yang lalai, atau amal yang penuh kesungguhan?

Karena itu para salaf memperbanyak shalat sunnah, sedekah, dzikir, dan kebaikan di bulan Sya‘ban. Mereka sadar: nilai amal bukan hanya pada banyaknya, tapi pada waktu ia dipersembahkan kepada Allah.

3. Membersihkan Hati dari Dendam dan Permusuhan

Amalan ini sering dianggap ringan, padahal dampaknya sangat besar. Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa ada penghalang ampunan di bulan Sya‘ban.

Baca juga  Potret Generasi Muda yang Terasing dari Nilai-Nilai Luhur Bangsa

Beliau bersabda, “Allah melihat kepada seluruh makhluk-Nya pada malam pertengahan Sya‘ban, lalu Dia mengampuni semua makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan.” (HR. Ibnu Majah, dinilai hasan oleh banyak ulama)

Hati yang penuh dendam, iri, dan kebencian adalah penghalang ampunan. Ramadan adalah bulan maghfirah, tapi bagaimana mungkin kita berharap ampunan jika hati masih dipenuhi permusuhan?

Sya‘ban adalah waktu berdamai. Memaafkan bukan karena orang lain pantas dimaafkan, tetapi karena kita ingin rahmat Allah turun tanpa penghalang. Hati yang bersih adalah wadah terbaik untuk cahaya Ramadan.

4. Memperbaiki dan Menjaga Salat

Shalat adalah amalan pertama yang akan dihisab. Tidak ada Ramadan yang sukses tanpa shalat yang dijaga. Allah berfirman, “Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.” (QS. Al-‘Ankabut: 45)

Bulan Sya‘ban adalah waktu melatih kedisiplinan shalat: menjaga shalat wajib tepat waktu, memperbaiki kekhusyukan, dan mulai menambah shalat sunnah. Jika shalat masih sering ditunda di Sya‘ban, maka Ramadan hanya akan dipenuhi aktivitas tanpa ruh.

Para ulama mengatakan: Siapa yang memperbaiki shalatnya sebelum Ramadan, Allah akan memudahkan seluruh ibadahnya di Ramadan.

Baca juga  Jangan Sampai Puasa Hanya Dapat Lapar dan Dahaga, Simak 5 Cara Rahasia Sambut Ramadan dengan Iman

5. Mendekatkan Diri dengan Al-Qur’an

Ramadan dikenal sebagai bulan Al-Qur’an, tetapi para salaf telah memulai hubungan itu sejak Sya‘ban. Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata, “Jika telah masuk bulan Sya‘ban, kaum muslimin menyibukkan diri dengan membaca Al-Qur’an.”

Sya‘ban adalah bulan pemanasan ruhani. Memperbaiki bacaan, membiasakan tilawah harian, dan menumbuhkan rasa rindu kepada Al-Qur’an. Orang yang tidak membuka Al-Qur’an di Sya‘ban, biasanya akan kesulitan menjadikannya sahabat di Ramadan.

Al-Qur’an tidak turun ke hati yang asing. Ia menyapa hati yang telah disiapkan.

Bulan Sya‘ban Menentukan Segalanya

Sya‘ban bukan sekadar bulan penunggu. Ia adalah penentu arah Ramadan. Ramadan yang hidup lahir dari Sya‘ban yang dimuliakan. Ramadan yang kosong sering berawal dari Sya‘ban yang dilalaikan.

Jika hari ini kita mulai berubah di Sya‘ban—memperbaiki shalat, membersihkan hati, memperbanyak puasa, mendekat kepada Al-Qur’an—maka Ramadan tidak akan datang sebagai beban, tetapi sebagai anugerah.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang memuliakan Sya‘ban, sehingga Dia memuliakan Ramadan kita dengan ampunan, rahmat, dan perubahan yang nyata.

*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.