Sate Blater Purbalingga bagi pecinta kuliner tradisional selalu menarik perhatian karena keunikan proses pengolahan dan rasa yang berbeda dari sate ayam pada umumnya.
Kuliner khas Desa Blater, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga ini tidak hanya populer di masyarakat lokal, tetapi juga semakin dikenal oleh wisatawan dan food enthusiast dari luar daerah karena cita rasanya yang manis-gurih dan tekstur daging yang empuk.
Apa Itu Sate Blater?
Sate Blater adalah varian sate ayam khas Purbalingga yang berasal dari Desa Blater, Kalimanah. Berbeda dengan sate ayam pada umumnya yang langsung dibakar dalam keadaan mentah, sate ini melalui proses pengolahan khusus sebelum dibakar.
Pertama, daging ayam direndam dalam air mendidih selama beberapa menit, kemudian direndam lagi dalam bumbu khas Blater hingga meresap secara sempurna.
Baru setelah itu sate dibakar di atas arang, menghasilkan cita rasa yang lebih mendalam dan tekstur daging yang lembut.
Proses panjang ini bukan hanya meningkatkan rasa, tetapi juga membuat sate ini relatif “awet” tanpa pengawet buatan — bahkan tetap nikmat hingga tiga hari setelah dimasak.
Proses Pengolahan
Keunggulan Sate Blater terletak pada tahapan pengolahan yang tidak biasa dibandingkan sate ayam lain. Proses dimulai dengan perendaman ayam dalam air panas, yang berfungsi untuk mengurangi penyusutan saat dibakar kemudian dan menjadikan daging lebih empuk.
Setelahnya, daging direndam dalam campuran bumbu khas yang umumnya mengandung rempah pilihan sehingga cita rasa meresap sampai ke dalam serat daging.
Baru setelah kedua tahapan itu, daging ayam ditusuk dan dibakar perlahan di atas bara arang. Teknik pembakaran tradisional ini membantu menghasilkan aroma bakaran yang khas sekaligus menjaga kelembapan daging.
Salah satu ciri khas historis sate ini adalah penggunaan tusuk dari lidi pohon kelapa, meskipun beberapa pedagang modern sekarang beralih ke bambu karena alasan ketahanan saat dibakar.
Warung dan Penyebaran
Dahulu, penjual Sate Blater hanya diperbolehkan berjualan di Desa Blater sebagai bentuk pelestarian resep turun-temurun. Namun seiring waktu, aturan ini mulai dilonggarkan.
Beberapa pedagang, seperti warung Sate Ayam Khas Blater milik Bpk. Indra di Jl. Kapten Sarengat, Purbalingga Wetan, kini menjadi tempat populer yang mudah dijangkau oleh konsumen yang tidak sempat ke sentra kuliner di desa.
Warung-warung Sate Blater ini kerap mendapat ulasan positif dari pengunjung karena rasa autentik, pelayanan yang ramah, dan suasana yang bersahabat. Beberapa tempat menjadi destinasi kuliner wajib bagi wisatawan lokal maupun luar kota yang ingin mencicipi sate ayam dengan karakter rasa berbeda.
Kenikmatan Saat Disajikan
Sate Blater paling nikmat disantap dengan lontong atau nasi putih hangat. Sebagian penikmat juga melengkapi pengalaman makan dengan sambal atau bumbu pelengkap lain sesuai selera.
Sensasi daging ayam yang telah meresap bumbu, berpadu dengan aroma bakaran yang khas, membuat sate ini menjadi pengalaman kuliner yang sulit dilupakan.
Selain itu, karena proses pengolahan yang matang secara tradisional, Sate Blater tetap enak meski sudah dingin — bahkan beberapa pengunjung mengakui kenikmatannya bertahan hingga beberapa hari setelah dibuat.
Sate Blater Purbalingga lebih dari sekadar sate ayam biasa. Proses pengolahan yang unik, perendaman bumbu khas, dan cita rasa yang kaya membuatnya menjadi salah satu kuliner tradisional paling menarik di Purbalingga.
Bagi pecinta kuliner lokal, mencicipi Sate Blater adalah kesempatan untuk menikmati warisan rasa yang otentik dan penuh cerita. Dengan semakin banyaknya warung yang menyajikan sate ini di luar sentranya, kini Sate Blater kian mudah dinikmati tanpa harus jauh-jauh ke desa asalnya.
*Anda bisa melihat info lain di Instagram kami.



