Pasca Banjir Bandang di Pemalang bagian Selatan, 2.416 Warga Masih Mengungsi

Djamal SG
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro (batik topi biru) dan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi (baju putih topi hitam) saat memantau aea terdampak banjir bandang di Pemalang bagian selatan, Jumat (30/1/2026). (Instagram Pemkab Pemalang)

Banjir bandang di wilayah Pemalang bagian selatan terjadi pada Jumat (23/1/2026) pukul 17.30 WIB sampai Sabtu (24/1/2026) pukul 03.30 WIB. Setelah sepekan musibah terjadi masih ada ribuan warga yang mengungsi.

Data dari Pemkab Pemalang per Kamis (29/1/2026) pukul 22.35 WIB menyebutkan bahwa ada 2.416 jiwa yang mengungsi. Mereka adalah warga Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang.

Disebutkan bahwa para pengungsi tersebar di beberapa titik. Perinciannya adalah, ada 149 jiwa yang mengungsi di Kantor Kecamatan Pulosari. Ada 226 jiwa yang mengungsi di Gedung NU. Lalu ada 437 jiwa yang mengungsi di TPQ Syafaatl Quran RT 15.

Pengungsi di Desa Simagintung ada 27 jiwa. Di Musala Baiturrahim ada 417 jiwa. Di Musala Baituttaqwa ada 179 jiwa. Di Musala Baitussalam ada 203 jiwa. Tiga musala itu ada di Dusun Wanasari Desa Penakir. Kemudian pengungsi di TPQ Al Hikmah RT 20 ada 200 jiwa. Pengungsi di Masjid Lama Baitul Hikmah RT 21 ada 152 jiwa. Pengungsi di Masjid Lama Baitul Hikmah RT 22 ada 194 jiwa.

Baca juga  Ketua DPRD Purbalingga Kunjungi Warga Terdampak Banjir di Sangkanayu

Dampak Banjir Bandang

Banjir bandang pada pekan lalu tersebut menerjang sebagian wilayah Moga dan Pulosari Kabupaten Pemalang. Daerah paling terdampak adalah Desa Penakir Kecamatan Pulosari. Perincian dampak banjir bandang adalah sebagai berikut:

Desa Penakir:

-Ada 2.416 pengungsi

-6 rumah hanyut

-4 rumah rusak berat

-7 rumah rusak sedang

-3 rumah rusak ringan

-11 jembatan putus

-1 orang meninggal dunia

Desa Gunungsari:

-Jembatan Walim terputus

-Jembatan Beser terputus

Desa Jurangmangu:

-Jaringan perpipaan desa hanyut kurang lebih 2 Km

-Jembatan Sungai Reas rusak

Desa Sima Kecamatan Moga:

-1 rumah hanyut

-12 unit rumah rusak berat

-20 rumah rusak sedang

Desa Clekatakan:

-8 rumah rusak berat

-1 TK terdampak

-1 masjid terdampak

Desa Batursari:

-3 jembatan rusak berat

Desa Karangsari:

-1 unit jembatan rusak sedang

-Bendungan termini rusak berat

-Bendungan Gedung Gede rusak berat

Desa Pulosari:

-1 jembatan rusak sedang

Desa Nyalembeng:

-6 jembatan rusak berat

-1 jembatan rusak sedang

-1 jembatan rusak ringan

Baca juga  Heboh! Badiklat Hukum Jateng Kumpulkan Pejabat Penting untuk Olahraga Bareng, Ada Apa?

Kebutuhan Mendesak akibat banjir bandang tersebut adalah:

-Family Kit

-Pampers Lansia

-Seliut

-Obat-obatan

-jas hujan

-plastik sampah

-perlengkapan sekolah

-material bangunan seperti hebel, semen, besi, seng/asbes, kayu

*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.