Seputar BanyumasSeputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Pencarian
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Ikuti Kami
© 2025 Seputar Banyumas. All Rights Reserved.
Seputar Banyumas > Artikel > Banjarnegara > Ada Parak Iwak, dan Ratusan Tenong Berisi Makanan Berbahan Ikan di Ruwat Bumi Tanjinganom
Banjarnegara

Ada Parak Iwak, dan Ratusan Tenong Berisi Makanan Berbahan Ikan di Ruwat Bumi Tanjinganom

Syarif TM
Terakhir diperbarui: 11 Juli 2025 15:20
Syarif TM
Membagikan
img 20250711 wa0008 Ada Parak Iwak, dan Ratusan Tenong Berisi Makanan Berbahan Ikan di Ruwat Bumi Tanjinganom
Prosesi ruwat bumi yang dilakukan di Desa Tanjunganom, Kecamatan Rakit Banjarnegara. (Dok Kominfo)
Membagikan
img 20250711 wa0008 Ada Parak Iwak, dan Ratusan Tenong Berisi Makanan Berbahan Ikan di Ruwat Bumi Tanjinganom
Prosesi ruwat bumi yang dilakukan di Desa Tanjunganom, Kecamatan Rakit Banjarnegara. (Dok Kominfo)

SEPUTARBANYUMAS.COM – Tradisi ruwat bumi masih marak terjadi di Banjarnegara, selain sebagai ajang silaturahmi, ruwat bumi ini juga bagian dari tradisi warga dalam mengungkapkan rasa syukur pada sang pencipta atas anuregah dan nikmat yang telah diterimanya.

Kegiatan tradisi ruwat bumi di setiap wilayah berbeda-beda, tentunya sesuai dengan potensi yang dimiliki di setiap desa tersebut, seperti yang dilakukan di Desa Tanjunganom, Kecamatan Rakit, Kamis (10/7/2025).

Selain mengarak hasil bumi dan doa bersama, prosesi ruwat bumi di desa ini juga dilakukan kegiatan parak iwak dan kirab tenong yang berisi aneka makanan olahan yang berbahan dasar ikan.

Dengan mengusung tema ‘Mangesti Sabda Manjing Gusti’, masyarakat berbaur menjadi satu, berbagai kegiatanpun dilakukan, mulai dari parak iwak, hingga kirab budaya, yang lebih menarik, pada puncak acara yang dilaksanakan di lapangan des aini menyuguhkan aneka makanan olahan berbahan dasar ikan.

Gelaran ini menjadi wujud rasa syukur warga atas limpahan hasil bumi, khususnya pertanian dan perikanan, serta bentuk pelestarian budaya warisan leluhur. Dimulai dari kirab gunungan hasil bumi serta ratusan tenong yang diarak warga menuju lapangan untuk disantap bersama, acara ditutup dengan penampilan wayang semalam suntuk dengan dalang kondang Ki Eko Suwaryo asal Jatiroto, Kebumen.

Baca juga  Didik Ingin Program Ketahanan Pangan Jadi Model Pembinaan di Rutan Banjarnegara

Kepala Desa Tanjunganom, Suwahyo, mengatakan bahwa kegiatan sudah dimulai sejak tanggal 8 Juli dengan agenda bersih makam, bersih gili (jalan), bersih kali (sungai) dan parak iwak ceria. Untuk parak iwak, disediakan hadiah menarik dan 5 ton ikan bagi masyarakat umum. Ia juga mengajak warganya lebih gemar makan ikan karena manfaatnya bagi kesehatan.

“Parak iwak ini penting agar seluruh warga trampil dalam menangkap ikan, mengingat potensi desa kami adalah perikanan. Dan menu ikan sangat penting karena disamping proteinnya tinggi namun rendah kolesterol,” katanya.

Pagelaran budaya dan ruwat bumi berlangsung semarak. Diawali dengan arak-arakan hasil bumi dan tenong yang dibawa menuju lapangan, sambutan para pemangku, doa keselamatan dilanjutkan dengan tradisi ‘kembul bujana’, yakni makan bersama menu tenongan yang tersedia dan grebek gunungan hasil bumi.

“Semua menu merupakan hasil alam Desa Tanjunganom yang dimasak warga secara alami dan disajikan secara khas dalam tenong untuk disantap bersama,” katanya.

Sementara itu, anggota DPRD Banjarnegara, Edi Santosa, yang juga putra Tanjunganom mengatakan, Tanjunganom merupakan desa dengan julukan seribu kolam, tentu saja desa ini memiliki potensi besar pada sektor perikanan Indonesia, punya 28 komoditas unggulan kebutuhan global.

Baca juga  Smansabara Kobarkan Semangat Peduli Lingkungan

“Salah satunya adalah Tilapia atau Ikan Nila sebesar 21, 1 persen dan masuk kawasan minta politan. Jadi Desa Tanjunganom khususnya harus mampu mengambil peluangnya,” katanya.

TAG:berita banjarnegara terkiniruwat bumi
Artikel Sebelumnya img 20250711 wa0007 Tim Gabungan Temukan Kakek 86 Tahun yang Sempat Dilaporkan Hilang Tim Gabungan Temukan Kakek 86 Tahun yang Sempat Dilaporkan Hilang
Artikel Selanjutnya img 20250711 wa0011 Panas! 12 Pejabat Berebut Kursi Sekda Cilacap, LSM Seroja Bocorkan 5 Nama Terkuat Panas! 12 Pejabat Berebut Kursi Sekda Cilacap, LSM Seroja Bocorkan 5 Nama Terkuat
TAHUN BARU
HUT PBG 25
HUT PBG 25 HR IRAWAN
HUT PBG 25 MKKS
HUT PBG 25 MUKODAM

Tetap Update Berita Terbaru!

Follow akun media sosial Seputar Banyumas dan jangan lewatkan kabar penting seputar Banyumas dan sekitarnya!
FacebookSuka
XMengikuti
InstagramMengikuti
YoutubeSubscribe
TiktokMengikuti

Mungkin Anda Suka

Rapat MBG dan Validasi data penerima manfaat
Banjarnegara

Rakor MBG Digelar, Pemkab Banjarnegara Tekankan Akurasi Data Penerima Manfaat

Oleh Syarif TM
Isra Miraj, siswa SRMP bersihkan Masjid
BanjarnegaraRisalah

Peringati Isra Miraj, Siswa SRMP 27 Banjarnegara Bersihkan Masjid, Tanamkan Nilai Ibadah Sejak Dini

Oleh Syarif TM
Gus Mikh
Banjarnegara

Makna Isra Miraj 1447 H: Gus Mikh Banjarnegara Ajak Umat Jadikan Salat sebagai Penguat Iman di Era Modern

Oleh Heri C
Evaluasi Kader JKN
BanjarnegaraKebumenPurbalingga

Kader JKN Disiapkan Lebih Profesional, BPJS Kesehatan Kebumen Gelar Evaluasi

Oleh Syarif TM
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
Ikuti Kami
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan 
  • Kode Etik Jurnalistik
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?