Pemenang Jalan Sehat Tak Kunjung Terima Honda Brio, Padahal Sudah 5 Bulan Berlalu 

Besari
Yulia Nurul dan Fuad, beserta Tarmin foto bersama di depan Honda Brio, yang menjadi Hadiah Utama Jalan Sehat Semangat Merah Putih dalam rangka HUT ke-80 RI yang dihelat di Menara Teratai, Purwokerto, pada 24 Agustus 2025 lalu.

Raut bahagia Yulia Nurul saat memenangkan undian jalan sehat kini berubah menjadi kecemasan mendalam. Warga Sudagaran, Kecamatan Banyumas ini masih harus bersabar menanti satu unit mobil Honda Brio yang menjadi haknya, meski acara telah berlalu hampir setengah tahun.

Yulia merupakan pemenang utama pada acara Jalan Sehat Semangat Merah Putih dalam rangka HUT ke-80 RI yang dihelat di Menara Teratai, Purwokerto, pada 24 Agustus 2025 lalu.

Acara tersebut diselenggarakan oleh Pemkab Banyumas di bawah kepemimpinan Sekda Agus Nur Hadie sebagai ketua panitia, dengan menggandeng BOSS Event Organizer.

Hambatan utama penyerahan hadiah diduga kuat karena masalah administratif keuangan. Panitia disinyalir belum melunasi pembayaran unit kendaraan kepada pihak dealer resmi.

“Waktu itu saya tanya ke pihak dealer, kenapa mobil belum bisa diambil. Jawabannya, dari pihak panitia belum melakukan pelunasan,” kata Fuad, suami dari Yulia, Senin (10/2/2026).

Berdasarkan informasi yang diterima Fuad, terdapat kekurangan dana yang cukup signifikan untuk menebus mobil tersebut.

“Kalau yang saya tahu, dari pihak panitia itu baru melunasi sekitar Rp 95 juta. Kekurangannya itu sekitar Rp 64 jutaan,” ujarnya.

Baca juga  Malam Jumat, NDX Aka dan Nella Kharisma Manggung di Rawalo Banyumas

Fuad menegaskan bahwa pihaknya telah memenuhi seluruh persyaratan. Selain membeli kupon partisipasi, ia mengaku tidak ada biaya tambahan lain yang dibebankan kepada pemenang.

“Saya beli tiketnya 100 lembar, satu bendel. Harganya Rp 2.000 per lembar,” jelas Fuad.

Pasca-pengundian, proses birokrasi mulai terasa janggal. Meski sempat diminta mengumpulkan data diri, janji penyerahan unit terus meleset dari jadwal yang ditentukan.

“Dari pihak EO menghubungi saya awal September. Katanya nanti hadiah diambil tanggal sekian. Tapi sampai waktunya tiba, kok belum bisa diambil,” ujarnya.

Hingga memasuki bulan kelima, komunikasi yang dibangun Fuad dengan pihak panitia belum membuahkan hasil manis. Panitia kerap memberikan alasan klasik terkait ketersediaan anggaran.

“Ada (Komunikasi, red), tapi selalu beralasan untuk berusaha mencari dana buat menutup kekurangan pelunasan ke dealer,” katanya.

Lelah dengan ketidakpastian, pihak keluarga kini mulai mempertimbangkan langkah yang lebih tegas. Jika dalam waktu dekat tidak ada solusi konkret, persoalan ini akan dibawa ke meja hijau.

“Harapan saya, ini bisa segera diselesaikan. Tapi kalau memang tidak ada penyelesaian, saya akan menempuh upaya hukum, saya akan gugat,” kata dia.

Baca juga  Soal Hadiah Mobil Brio yang Terkatung-katung, Sekda Banyumas Lempar Tanggung Jawab ke EO

 

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!