Suasana pagi di Pantai Jetis, Kabupaten Cilacap, tampak berbeda pada hari pertama Ramadan 1447 H. Kawasan pesisir yang biasanya relatif lengang selepas Subuh itu justru dipadati muda-mudi, Kamis (19/2/2026).
Momen Puasa dimanfaatkan generasi muda untuk berkumpul dan menikmati keindahan alam sejak pagi hari.
Pantauan melalui akun Instagram resmi promosi wisata setempat, Jetis Tourism Village (@jetis.tourism.village), menunjukkan keramaian terjadi tak lama setelah sahur dan salat Subuh.
Dalam unggahan tersebut, area sekitar pemecah ombak ( _waterbreak_ ) terlihat dipenuhi anak muda yang duduk berjejer menghadap laut.

Area Waterbreak Jadi Titik Kumpul
_Waterbreak_ Pantai Jetis memang dikenal sebagai spot favorit untuk menyaksikan matahari terbit. Pada pagi pertama Puasa, langit cerah dengan semburat warna jingga keemasan menjadi daya tarik utama.
Siluet ombak Samudra Hindia berpadu dengan sinar matahari yang perlahan muncul dari ufuk timur menciptakan panorama yang memukau.
Ratusan muda-mudi tampak memanfaatkan momen tersebut untuk berfoto, membuat konten media sosial, atau sekadar bercengkerama bersama teman.
Meski jumlah pengunjung meningkat, suasana tetap tertib dan kondusif. Tidak terlihat aktivitas makan dan minum secara terbuka, mengingat seluruh pengunjung tengah menjalankan ibadah Puasa.
Beberapa pengunjung memilih duduk santai di atas beton pemecah ombak, sementara lainnya berjalan menyusuri garis pantai berpasir hitam yang menjadi ciri khas Pantai Jetis.
Ramadan Vibes Sejuk dan Tenang
Pagi hari sebelum matahari meninggi menghadirkan udara yang masih sejuk. Angin laut berembus lembut, menciptakan atmosfer nyaman untuk beraktivitas ringan seperti jogging atau berjalan santai.
Kondisi ini dinilai cocok bagi mereka yang ingin menjaga kebugaran selama Ramadan tanpa melakukan aktivitas berat.
Selain menikmati sunrise, sebagian pengunjung terlihat berbincang santai sambil menikmati pemandangan perbukitan hijau di kejauhan.
Aktivitas nelayan yang bersiap melaut juga menjadi bagian dari lanskap alami yang menambah daya tarik suasana pagi.
Fenomena berkumpulnya muda-mudi Cilacap di Pantai Jetis pada pagi hari menunjukkan adanya tren yang selalu hadir dalam mengisi waktu Ramadan.
Jika biasanya keramaian identik dengan sore menjelang berbuka, kini waktu selepas Subuh pun menjadi pilihan untuk menikmati kebersamaan di ruang terbuka.
Media Sosial Dongkrak Minat Kunjungan
Unggahan @jetis.tourism.village yang menampilkan ramainya pengunjung di hari pertama Puasa langsung menuai respons warganet. Banyak yang mengaku tertarik untuk datang di hari-hari berikutnya guna merasakan langsung suasana Ramadan Vibes di Pantai Jetis.
Peran media sosial dinilai turut mendorong meningkatnya kunjungan, terutama dari kalangan generasi muda. Pantai Jetis tak hanya menjadi destinasi wisata alam, tetapi juga ruang sosial untuk membangun kebersamaan secara positif selama bulan suci.
Meski demikian, pengunjung diimbau tetap menjaga kebersihan dan ketertiban. Ramadan menjadi momentum untuk tidak hanya meningkatkan kualitas ibadah, tetapi juga kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Pagi hari di Pantai Jetis saat Ramadan kini bukan sekadar momen menikmati sunrise. Lebih dari itu, tempat ini telah menjelma menjadi titik kumpul favorit muda-mudi Cilacap untuk memulai hari dengan semangat, kebersamaan, dan nuansa religius yang kental. Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin Pantai Jetis akan semakin identik sebagai ikon Ramadan Vibes di pesisir selatan Cilacap.
***
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!




