322 Ribu Siswa di Cilacap Kebagian MBG, Legalitas Dapur Dipercepat

Faiz Ardani
Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman memberikan sambutan saat acara diskusi terkait MBG di Cilacap. (Setda Cilacap).

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Cilacap terus meluas. Hingga kini, tercatat 322.804 siswa dari jenjang PAUD hingga SMA telah menerima manfaat program tersebut.

Di balik masifnya distribusi makanan bergizi itu, pemerintah daerah masih berpacu menuntaskan legalitas serta pemenuhan standar operasional puluhan dapur penyedia makanan. Pembenahan dilakukan agar kualitas dan keamanan pangan tetap terjaga seiring meningkatnya jumlah penerima.

Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Cilacap, penerima manfaat terbesar berasal dari jenjang sekolah dasar. Sebanyak 145.245 siswa SD tercatat menjadi sasaran program. Disusul 75.789 siswa SMP dan 61.321 siswa SMA. Sementara dari kelompok usia dini, terdapat 40.449 anak PAUD dan TK yang juga menikmati program ini.

Tak hanya pelajar, MBG di Cilacap turut menyasar kelompok rentan. Sebanyak 73.563 penerima terdiri atas balita, ibu hamil, dan ibu menyusui yang masuk dalam prioritas intervensi gizi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Cilacap, Hamzah Syafroedin, menegaskan besarnya jumlah penerima manfaat menuntut kesiapan infrastruktur dan pengawasan keamanan pangan yang ketat.

Baca juga  UAS Safari Dakwah di Alun-alun Cilacap, Jamaah Membludag

“Dengan jumlah sasaran yang sangat besar, kami harus memastikan dapur produksi memenuhi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi dan distribusi bahan pangan berjalan lancar,” ujarnya dalam Diskusi Panel Forkopimda di Rumah Dinas Bupati Cilacap, Rabu (18/2/2026).

 

45 Dapur Belum Kantongi SLHS

Koordinator MBG Wilayah Cilacap, Irfan Anjas Purwo, mengungkapkan dari total 168 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang direncanakan, sebanyak 123 sudah beroperasi. Sementara itu, 45 lainnya masih menunggu penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Selain SLHS, sejumlah dapur juga masih dalam proses melengkapi berbagai sertifikasi. Tercatat, 106 SPPG telah mengajukan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, sedangkan 62 belum. Untuk sertifikasi Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP), baru 29 yang tersertifikasi dan 139 belum.

Sertifikasi halal juga belum merata. Saat ini 42 SPPG telah bersertifikat halal, sementara 126 lainnya belum. Adapun sertifikasi koki/chef sudah dimiliki 92 SPPG, dan 76 lainnya masih belum tersertifikasi.

Dari sisi SLHS, 71 sertifikat telah terbit, 25 dalam proses revisi, 25 sudah mendaftar, dan 47 belum mendaftar sama sekali.

Baca juga  TKD Terpangkas Rp 393 Miliar, Bupati Tegaskan Pendidikan di Cilacap Tetap Prioritas

“Kami terus berkoordinasi agar percepatan sertifikasi dan kelengkapan administrasi segera tuntas, sehingga pelayanan kepada ratusan ribu siswa ini berjalan optimal,” ujarnya.

 

Bupati: Standar Harus Kuat, Manfaat Harus Terasa

Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, menegaskan pembenahan legalitas dan standar dapur menjadi bagian dari penguatan sistem pelaksanaan MBG.

Ia memastikan pemerintah daerah berkomitmen menjaga kualitas dan keamanan pangan bagi seluruh penerima manfaat. Menurutnya, program ini tak hanya soal pemenuhan gizi anak, tetapi juga berpotensi menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Kami berharap program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, sekaligus membuka peluang ekonomi warga,” tegasnya.

Dengan cakupan lebih dari 322 ribu siswa, tantangan terbesar kini bukan lagi soal jangkauan, melainkan memastikan seluruh dapur MBG memenuhi standar keamanan dan legalitas agar program berjalan aman, tertib, dan berkelanjutan.

 

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!