Kreatif, Warga Kalibening Manfaatkan Bekas Kemasan Sabun Jadi Tas Pensil dan Dompet Unik

Heri C
Berbagai hasil kerajinan tangan berbahan dasar sampah plastik bekas kemasan sabun yang dibuat Ikhwan warga Kalibening, Kamis (19/2/2026). (Foto: Heri C)

Tumpukan kemasan sabun dan deterjen bekas yang biasanya berakhir di tempat sampah, di tangan kreatif Ikhwan, warga Gang Ceger, Desa/Kecamatan Kalibening, berubah menjadi produk bernilai guna.

Beragam kemasan plastik bekas disulap menjadi tas pensil, dompet kecil, hingga pouch serbaguna dengan tampilan warna-warni yang menarik.

Menurut Ikhwan, produk-produk tersebut memanfaatkan kemasan sabun cair, deterjen, hingga pewangi pakaian yang telah dibersihkan dan dijahit rapi. Hasilnya, tercipta tas kecil dengan resleting dan tali pegangan yang kuat serta desain unik karena mempertahankan motif asli kemasan.

“Ide bermula dari ditutupnya TPS Kalibening pada akhir tahun 2025 lalu. Melihat plastik kemasan sabun berserakan, saya timbul ide untuk menjadikannya kerajinan tangan semi-modern. Pembuatannya terinspirasi dari media sosial,” katanya, Kamis (19/2/2026).

Ikhwan Kalibening plastik bekas
Berbagai hasil kerajinan tangan berbahan dasar sampah plastik bekas kemasan sabun yang dibuat Ikhwan warga Kalibening, Kamis (19/2/2026). (Foto: Heri C)

Menurut Ikhwan, pemanfaatan limbah plastik ini menjadi solusi sederhana dalam mengurangi sampah rumah tangga. Seperti diketahui, kemasan sabun dan deterjen berbahan plastik multilayer tergolong sulit terurai secara alami dan kerap mencemari lingkungan jika tidak dikelola dengan baik.

Baca juga  Terima SK Pengangkatan, Ini Pesan Bupati Pada PPPK Banjarnegara

Proses pembuatannya dimulai dari pengumpulan kemasan bekas, pencucian, pengeringan, lalu dipotong sesuai pola. Setelah itu, bahan dijahit dan dipasangi resleting serta tali agar lebih fungsional.

“Awalnya hanya coba-coba memanfaatkan sampah di rumah. Ternyata hasilnya cukup menarik dan banyak yang berminat,” ujarnya.

Ikhwan Kalibening plastik bekas
Berbagai hasil kerajinan tangan berbahan dasar sampah plastik bekas kemasan sabun yang dibuat Ikhwan warga Kalibening, Kamis (19/2/2026). (Foto: Heri C)

Selain membantu mengurangi sampah plastik, produk ini juga berpotensi menjadi peluang usaha rumahan. Dengan modal relatif kecil, kemasan bekas yang sebelumnya tak bernilai dapat diolah menjadi barang fungsional yang memiliki nilai jual.

Ikhwan berharap gerakan kreatif semacam ini dapat sejalan dengan upaya pengurangan sampah berbasis masyarakat dan ditiru oleh banyak orang sehingga menjadi solusi pemanfaatan sampah nonorganik.

Melalui inovasi sederhana tersebut, kemasan sabun yang semula menjadi beban lingkungan kini berubah menjadi produk ramah lingkungan yang bermanfaat sekaligus bernilai ekonomi.

“Edukasi pemanfaatan limbah rumah tangga dinilai penting untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini,” katanya.

Untuk harga, kata Ikhwan, model dompet dijual Rp5.000, tas mukenah Rp8.000, dan tas laundry dijual seharga Rp20.000.

Baca juga  Tim WASH PMI Banjarnegara Atasi Masalah Sampah dan Sanitasi di Pengungsian Longsor Pandanarum

 

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!