Tanggul Sungai Tuntang Jebol di Grobogan, 9 Alat Berat Dikerahkan, Target Selesai 3 Hari

Syarif TM
Tanggul Sungai Tuntang Jebol di Grobogan, 9 Alat Berat Dikerahkan, Target Selesai 3 Hari. (dok. Pempriv Jateng)

PEMERINTAH Provinsi Jawa Tengah mempercepat penanganan tanggul Sungai Tuntang yang jebol di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan. Sebanyak sembilan alat berat dikerahkan untuk menutup dua titik tanggul yang rusak, dengan target penyelesaian dalam tiga hari.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, meninjau langsung progres perbaikan kunjungan lapangan sebagai bagian dari tindak lanjut setelah sebelumnya Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, melakukan pengecekan di lokasi.

“Kemarin Pak Gubernur sudah menginstruksikan. Saya ingin memastikan pekerjaan dijalankan. Alhamdulillah tinggal 2–3 hari lagi tanggulnya selesai,” ujar Taj Yasin.

Antisipasi Sepanjang Bentang Tanggul Sungai Tuntang

Selain fokus pada titik jebol, Wagub meminta pemerintah desa dan masyarakat ikut memantau kondisi tanggul di sepanjang aliran Sungai Tuntang. Menurutnya, banyak bagian tanggul membutuhkan perawatan rutin guna mencegah risiko baru saat curah hujan tinggi.

Baca juga  Ada Tiket Spesial Goa Jatijajar Kebumen Selama Libur Nataru

“Kalau ada yang membahayakan, segera dilaporkan. Nanti kami koordinasi dengan BBWS supaya saat hujan tinggi tidak mengakibatkan jebol lagi,” katanya.

Ia menambahkan, langkah kali ini tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga antisipatif untuk seluruh bentang tanggul.

“Saat ini kita tidak hanya menangani yang jebol, tetapi juga sepanjang tanggul Kali Tuntang akan kita antisipasi semuanya,” katanya.

BBWS Pemali Juana Kerahkan 9 Alat Berat

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) OP SDA IV BBWS Pemali Juana, BBWS Pemali Juana, Heri Santoso, menjelaskan bahwa sembilan alat berat telah dimobilisasi di dua lokasi.

Di titik pertama, dikerahkan satu dozer dan empat ekskavator. Sementara di titik kedua, empat ekskavator disiagakan. Selain itu, satu alat kecil tambahan digunakan untuk normalisasi saluran irigasi di kaki tanggul.

“Insyaallah hari Jumat selesai penutupan, setelah itu dilakukan penguatan dengan bronjong selama sekitar tujuh hari,” katanya.

Debit Air dan Cuaca Jadi Faktor Penentu

BBWS terus memantau debit air Sungai Tuntang yang masih dipengaruhi cuaca ekstrem. Pengendalian aliran dilakukan melalui dua titik kontrol, salah satunya di Bendung Gelapan.

Baca juga  Penguatan Ketahanan Pangan, Ketua DPRD Jateng Ajak Masyarakat Beternak Ayam

Menurut Heri, debit air yang masuk berasal dari wilayah Bancak dan Rawapening. Aliran dari Rawapening dapat dikendalikan, sedangkan debit terbesar justru berasal dari Bancak yang belum memiliki sistem kontrol buka-tutup debit.

“Cuaca sangat berpengaruh pada kegiatan di Sungai Tuntang,” ujarnya.

Jalur Provinsi Terputus, Jembatan Armco Disiapkan

Tanggul Sungai Tuntang jebol pada Senin (16/2/2026) dan menyebabkan jalur provinsi Semarang–Grobogan terputus. Untuk mempercepat pemulihan akses, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jawa Tengah berencana memasang jembatan armco dalam waktu satu pekan agar arus lalu lintas dapat kembali normal.

Sementara itu, kebutuhan logistik bagi warga terdampak dilaporkan dalam kondisi aman. Distribusi sempat tersendat saat warga mulai membersihkan rumah, namun secara umum kebutuhan dasar tercukupi.

Dengan percepatan penanganan ini, Pemprov Jateng berharap risiko banjir susulan dapat diminimalkan dan aktivitas masyarakat segera pulih.

*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami