Genap satu tahun memimpin Kabupaten Cilacap, Bupati Syamsul Auliya Rachman bersama Wakil Bupati Ammy Amalia Fatma Surya memaparkan sejumlah capaian pembangunan sepanjang 2025. Dari indikator makro daerah hingga percepatan proyek infrastruktur, tren perbaikan diklaim mulai terlihat.
Pemaparan itu disampaikan Kepala Bappeda Cilacap, Imam Jauhari, dalam agenda refleksi satu tahun kepemimpinan bupati dan wakil bupati di Ruang Gadri Rumah Dinas Bupati, Minggu (22/2/2026).
Infrastruktur Digenjot, APBN Tembus Rp 398,91 Miliar
Di sektor infrastruktur, alokasi APBN Kementerian Pekerjaan Umum untuk Cilacap pada 2025 mencapai Rp 398,91 miliar yang mencakup bina marga, sumber daya air, dan cipta karya.
Dari APBD Kabupaten, pada 2025 telah dibangun dan diperbaiki jalan sepanjang 105,339 kilometer dengan anggaran Rp 182 miliar. Persentase jalan mantap meningkat menjadi 78,02 persen dari sebelumnya 76,83 persen.
Untuk 2026, pembangunan jalan desa dianggarkan Rp 72,27 miliar dengan estimasi panjang 120 kilometer.
Program perumahan dan kawasan permukiman juga menunjukkan hasil. Sebanyak 2.067 rumah tidak layak huni tertangani pada 2025, sementara penanganan kawasan kumuh mencapai 10,64 hektare.
Indikator Makro Bergerak Positif
Sepanjang 2025, angka kemiskinan tercatat 9,41 persen dan tingkat pengangguran terbuka berada di angka 7,40 persen. Pertumbuhan ekonomi nonmigas sejak 2024 tercatat 5,01 persen.
Indeks Pembangunan Manusia naik dari 72,55 menjadi 73,45, sedangkan prevalensi stunting turun dari 5,31 persen menjadi 4,99 persen.
“Di bidang tata kelola, Pemkab Cilacap kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI untuk kesembilan kalinya secara berturut-turut. Indeks Reformasi Hukum juga meraih predikat A (Sangat Baik) dengan nilai 87,86,” kata Imam.
Pendidikan, Kesehatan, dan Digitalisasi Layanan
Di bidang pendidikan, Pemkab mengalokasikan Rp 20 miliar dana BOS pendamping pada semester II 2025 dan menyiapkan Rp 40 miliar untuk 2026. Hibah Rp 5 miliar juga disalurkan untuk insentif guru TPQ dan madrasah diniyah di 1.156 lembaga.
Melalui APBN 2025, dilakukan revitalisasi 6 PAUD, 28 SD, dan 26 SMP dengan total anggaran Rp 35,36 miliar.
Pada sektor kesehatan, anggaran pengelolaan jaminan kesehatan masyarakat pada 2025 mencapai Rp 42,59 miliar dan meningkat menjadi Rp 46,60 miliar pada 2026, ditambah Rp 5 miliar belanja tidak terduga.
“Akses layanan kesehatan dasar terus kami perkuat, seiring penurunan angka stunting dan peningkatan umur harapan hidup,” kata Imam.
Selain itu, pembangunan command center dilakukan untuk memperkuat pengawasan pelayanan publik berbasis data real time.
Ajak Investor, Permudah Perizinan
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Syamsul mengajak investor untuk menanamkan modal di Cilacap dan menjanjikan kemudahan proses perizinan.
“Kemudahan dalam proses perizinan akan menjadi prioritas kami untuk meningkatkan investasi di Cilacap,” ujar Syamsul.
Ia menegaskan pembangunan ke depan tetap difokuskan pada penguatan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, serta sektor ekonomi produktif.
Sementara itu, Wakil Bupati Ammy menyampaikan refleksi sekaligus permohonan maaf atas kekurangan selama setahun kepemimpinan.
“Tentu kami melanjutkan apa yang sudah baik dan memperbaiki apa yang kurang baik. Saya juga meyakini mudah mudahan apa yang sudah kita laksanakan setahun ini bersama seluruh kepala OPD dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!




