Polres Purbalingga Lakukan Operasi Pekat Selama Ramadan, Ini Sasarannya

Budi Pekerti
Kapolres Purbalingga AKBP Anita Indah Setyaningrum. (Foto :Prokopim Setda Purbalingga)

Polres Purbalingga menggelar Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) selama bulan Ramadan. Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk menjamin kondusivitas masyarakat selama menjalankan ibadah puasa di bulan suci.

Kapolres Purbalingga AKBP Anita Indah Setyaningrum menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dan Lintas Sektoral di Operation Room Setda Purbalingga, Senin (23/2/2026).  “Ramadan merupakan momentum yang baik untuk beribadah. Namun diperlukan peran TNI, Polri, dan pemerintah daerah untuk mendukung keamanan sehingga masyarakat dapat beribadah dengan khusyuk,” ujar Anita.

Potensi Gangguan Bulan Ramadan

Kapolres menyoroti sejumlah potensi gangguan yang kerap muncul di bulan Ramadan, seperti maraknya penjualan petasan dan minuman keras. Selain itu, fenomena sahur on the road yang dilakukan remaja juga berpotensi menimbulkan tawuran maupun perang sarung.  “Kasus ledakan petasan hingga minuman keras oplosan yang menimbulkan korban jiwa telah terjadi di wilayah Jawa Tengah. Semoga peristiwa serupa tidak terjadi di wilayah Purbalingga,” katanya.

Polda Jateng Gelar Operasi Pekat

Kapolres menjelaskan bahwa saat ini jajaran kepolisian di Jawa Tengah sedang melaksanakan kegiatan Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat). Kegiatan terhitung mulai tanggal 17 Februari hingga 8 Maret 2026.  “Sampai hari kelima, Polres Purbalingga bersama polsek jajaran telah melakukan penindakan terhadap penjualan petasan, premanisme, tindak pidana narkotika, peredaran miras, perjudian, dan prostitusi,” jelasnya.

Baca juga  Polisi Bekuk Dua Tersangka Curanmor 7 Lokasi di Purbalingga

Kedepankan Langkah Preemtif dan preventif

Untuk menjaga keamanan, Polres Purbalingga mengedepankan langkah preemtif dan preventif melalui imbauan, dialog interaktif lewat program Jumat Curhat dan Minggu Kasih, serta sosialisasi tata cara pelaporan melalui call center 110 yang aktif 24 jam.  “Kami juga melakukan mitigasi intensif terkait peredaran miras dan petasan, serta tatap muka bersama tokoh agama dan masyarakat,” tambahnya.

Kapolres menegaskan pihaknya terus meningkatkan patroli jalan raya, patroli ngabuburit, hingga patroli malam pada jam rawan gangguan kamtibmas. Polres juga menyiapkan pleton siaga Bhayangkara untuk diterjunkan bila terjadi bencana alam.